
“Bangsat! Jika aku menyuruhmu tidak usah makan apa kau Bisa?” melempar Barang-barang yang ia dapat di meja kerjanya ke arah dokter petter.
Meneriaki Dokter pribadinya, Khenzo seperti orang yang kesetanan memarahi dokter yang tidak bersalah itu.
“Gila kau Petter! Bagaimana bisa kau se kejam itu kepada istriku!” ujar Khenzo dengan emosi yang berapi-api.
Memegangi kepalanya, Khenzo terlihat sangat marah saat ini.
“Kau! Apa kau tidak kasihan padanya. lihat matanya yang berbinar itu! Bagaimana bisa kau hanya menyuruhnya makan Sebuah apel dengan roti tawar.” bentaknya lagi kepada pria di hadapannya.
Dokter petter hanya bisa diam, Toh sama saja jika dia berucap kata-katanya hanya seperti Angin lewat di telinga Khenzo.
menggigit bibir bawahnya frustasi, entah bagaimana lagi menjelaskan kepada Khenzo yang maha Benar dan tidak pernah salah itu.
“Tuan. Pola makan sehat yang harus kita terapkan kepada nona Kiara bukanlah hal yang sangat keterlaluan, Itu merupakan hal....
“Tutp mulut! Banyak Omong. Cari cara lain untuk menguruskan Kiara! Jangan pakai diet-dietan segala. Kiara Hoby makan! kesenangannya adalah makan, separuh bahagianya adalah makan, kau jangan merusak kesenangan istriku.”
Diam, Dokter petter tidak kesal atau sakit hati.
perlakuan Khenzo yang seperti ini sudah biasa ia hadapi.
”He! kenapa kau hanya diam saja Petter!”
Emangnya aku harus bicara apa sih tuan! Aku bicara Anda tidak mau mendengarkan. lebih baik aku bungkam saja mulut yang tidak pernah di harapkan bicara ini.
batin Dokter petter.
“Iya Tuan.”
“Iya!? Apanya yang iya. aku tidak mau melihat penyiksaan kepada kiaraku.” ujar Khenzo, kemudian berlalu.
Sekertaris Nan mengikuti dari belakang, memperhatikan dengan jelas punggung lebar itu.
Tuan apa kau menyukai Nona muda.
*******
Hari berganti hari, sudah seminggu lebih Diet di terapkan.
Menatap dengan seksama setiap Lekuk tubuh istrinya. Di ruang Gym yang mencekam ini.
Sekertaris Nan dan Pak Min bertugas menimbang berat badan Kiara.
Sebuah angka sudah tertera di Scala itu.
“Berapa hasilnya.” ujar Khenzo yang duduk menunggu di atas kursi di samping Kiara.
Wajah pak min berubah pucat, ia memandang tuan mudanya bergetar, lalu memandang Sekertaris Nan dengan penuh harap.
Tolong, anda saja yang menjawabnya sekertaris Nan. Arti dari Tatapan Pak Min.
“Berat Badan Nona Kiara 72,5 kilogram Tuan.” Ujar Sekertaris Nan, melapor kepada tuan mudanya dengan suara yang sangat rendah.
“Bicara yang jelas Nan.” Ujar Khenzo.
Aduh Tuan, saya Kawatir anda akan Murka, tapi baiklah.
“Nona Kiara memiliki berat badan 72,5 kilogram Tuan.” mengucapkannya dengan lantang dan jelas.
Semua orang menggigit jarinya, gemetar, menunggu reaksi dari tuan muda mereka..
Di sisi lain, Dokter petter tersenyum Getir. Merasakan aura tidak baik yang akan menimpa mereka Para bawahan ini.
Sudah satu Minggu lebih, dia hanya turun setengah kilo?. Dasar tidak becus.”
"Ho-ho, memangnya kau mau istrimu turun berapa kilo lagi, membiarkannya olah raga dengan baik saja kau tidak mengijinkan, Pola makan sehat juga tidak kau terapkan Tuan muda. tapi kau malah seenaknya ingin Nona Kiara kembali Langsing seperti dulu. Ayolah tuan, Nona bukanlah balon yang bisa di di kempeskan begitu saja." Gumam Dokter petter, ingin sekali ia berterus terang–hanya saja dia tidak memiliki keberanian setebal itu.
Khenzo menatap dokter petter tajam,
Mengintimidasi pria asli Inggris itu.
“Nan kembalikan dia ketempat asalnya, kita Cari dokter ahli menguruskan tubuh yang paling bagus Di dunia ini. jangan biarkan dia menemui pacarnya yang tinggal di Ibukota. Itu balasan baginya yang tidak becus bekerja.” Ujar Khenzo.
Apa? Aku bisa mati kalau tidak bertemu Andin ku sehari saja! Tujuan kedua aku bekerja dengan Tuan muda adalah supaya aku bisa dekat dengan kekasihku. Aaa Tuan kau sangat kejam.
“Tuan, jangan lakukan itu. Mohon maafkan saya. saya berjanji akan lebih giat dan serius lagi. Kita Mulai dari awal saja Tuan.” Dokter petter memohon. bahkan mengemis kepada tuan muda itu.
Cuihhh.
“Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu berhargaku.” Ujar Khenzo. lalu menarik tangan Kiara yang dari tadi hanya diam membisu,
“Ikut denganku, Aku harus memeriksamu kenapa kau mudah sekali menjadi gendut dan sangat sulit untuk menjadi kurus.”
eh,
memeriksa?
Apa dia akan Menelanjangiku di kamarnya.
Aaaa Ibu. Tolong.
Aku mau tapi itu sangat memalukan.
________
**Hai Readers 🥰 apa kabar?
Lama ya Up nya.
Maaf banget ya Buat yang nunggu-nunggu cerita ini Up, Maaf banget.🙏
Seminggu lebih Author kurang sehat.
jadi gak up.
Maaf ya udah buat kalian nunggu.
Dan maaf banget jika up-nya cuma sedikit..
Kalian gak sabar ya buat Up Gila-gilaan?
Sama sih, Author juga gak sabar baca komen-komen kalian.
Semangat semuanya.
Agar othor tambah semangat Kalian jangan lupa like dan komen ya.
kalau Vote Author gak maksa, karena cari poin itu gak mudah.
tapi bagi yang mau Vote sih gak papa sok atuh😊
Maaf kalo ceritanya kurang bagus.😁
Loplop❤️❤️❤️❤️❤️ sejagat Buat Readers 💕**❤️💕❤️💕