
“Aku mencintaimu sayang.”
selagi mengucapkan kalimat itu, Kiara tidak lupa menghitung berapa kali ia mengucapkannya dan sekarang sudah lebih beberapa ribu kali ia mengucapkannya.
tapi Khenzo terlihat semakin menikmati saja. dan tidak berniat menyudahi keadaan itu meski pagi sudah tak muda lagi.
Kiara mendengus kasar, jika di perbolehkan, dirinya ingin sekali minum beberapa liter air untuk membasuh tenggorokannya yang sudah mulai kering dan gatal.
“Hei, Siapa yang menyuruhmu berhenti.” Khenzo membentak Istrinya, mencubit pelan lengan Kiara.
“Katakan lagi, jangan berhenti sebelum aku menyuruh mu.” Ujar khenzo galak.
Tuan tenggorokan saya kering, kenapa anda tidak membiarkan saya minum.
Anda sungguh tidak berperikemanusiaan. untung saja aku sangat mencintai tuan Khenzo. kalau tidak aku pasti sudah menjitak kepala ini sampai berbekas.
Batin Kiara.
“Kiara! Kau mau aku menghukum mu lebih berat lagi.”
“Tidak sayang, maaf sudah membuat mu menunggu.”
Ujar Kiara dengan suara Serak dan hampir tidak terdengar.
Mendengar suara Serak itu Khenzo memutar wajahnya, menghadap Kiara yang sudah mengusap-usap lehernya kehausan.
“Astaga, apa kau haus?” tanya Khenzo.
Banget Tuan! Aku sangat-sangat kehausan.
Batin Kiara lalu ia pun menunduk pelan.
”Kenapa kau tidak bilang, dan kenapa kau tidak pergi saja untuk minum, dasar Aneh.” cerewet Khenzo kepada Kiara, padahal jelas-jelas dirinya tidak mengijinkan Kiara bergerak sedikit saja, apa lagi berjalan menuju lemari pendingin di ujung ruangan.
“Aishhh, gadis bodoh.”
Khenzo bangkit dari duduknya, berjalan menuju lemari es, mengambil minuman dingin dari lemari pendingin itu. memberikannya kepada sang istri.
“Minumlah.”
“Terimakasih sayang.”
“Hemmm.”
Kiara meneguk botol minuman itu sampai tandas, membuat Khenzo memperhatikannya untuk waktu yang cukup lama.
Khenzo menelan Saliva melihat Kiara minum.
Jangan bilang dia ingin minum bekas minuman Kiara ya Thor:)
Ahhh mantap.
Kiara sangat puas dengan Minuman.
Kiara meletakkan botol kosong itu di atas meja.
Khenzo kembali duduk di hadapan Kiara, memberi isyarat bahwa gadis itu harus mengeringkan rambutnya yang sudah lama mengering itu.
“lanjutkan.”
Kiara.
sekarang Jam sudah menunjukkan angka 09:55 WIB.
sejak jam Tujuh pagi, mereka hanya melakukan dua pekerjaan itu. Kiara sibuk mengucapkan kalimat “Aku mencintaimu sayang.” sambil mengeringkan rambut Khenzo.
sedangkan pria itu, asyik menikmati kalimat-kalimat syahdu yang dilantunkan Istrinya.
”Hei, kenapa hanya bengong saja. lanjutkan pekerjaanmu.”
“Tapi sayang, rambut mu sudah sangat kering, lihat Rambut anda sudah keras saat di sentuh.” ujar Kiara.
Khenzo tidak berucap, pria itu hanya diam, lalu berdiri dari sofa. berjalan menuju kamar mandi.
Untunglah, akhirnya Tuan Khenzo pergi juga. tanganku sudah pegal-pegal mengeringkan rambutnya selama berjam-jam.
batin Kiara lega.
ia tampak mengibas-ngibas tangannya yang terasa pegal dan kebas.
Tapi yang ada di pikirannya tidak lah sama, Khenzo terlihat keluar dari kamar mandi sambil mengibaskan rambut basahnya.
jangan bilang pria itu membasahlan agi rambutnya agar Kiara mengeringkannya kembali.
memang,
Khenzo memang menginginkan itu, ingin Istrinya berlama-lama memegang kepalanya dan selalu ingin mendengar Aku mencintaimu sayang terucap dari mulut mungil Istrinya.
Kenapa? apa tuan muda itu sudah gila?
ya, dia memang benar-benar Gila. Rasa cinta yang membuatnya sebodoh itu.
jika seorang pria waras tidak mungkin melakukan hal sekonyol itu jika memang selalu ingin berdekatan dengan Istrinya, berbeda dengan Khenzo yang begitu sangat epic dan konyol.
Dan peristiwa itu terjadi lagi.
secara tidak sengaja Khenzo sudah memperlelah Istrinya.
Di lantai bawah. sekertaris Nan terlihat di UK dengan Gawainya, memeriksa Beberapa File mungkin.
dari arah tangga, Pak Min mulai turun setengah berlari menghampiri Sekertaris Nan.
“Sekertaris Han, sebaiknya anda sarapan dulu, sepertinya Tuan muda akan turun beberapa menit lagi.”
“Baik Pak Min.” jawab Sekertaris Nan datar.
meski ia kesal karena Khenzo merusak agenda mereka selama beberapa jam.
ia tidak murka, karena dirinya hanya bawahan. dan kenyataannya Tuan Khenzo lah yang mulianya. orang yang berhak menunda waktu seberapa lama pun ia inginkan.
Anda sedang apa sih Tuan, padahal Ada Meeting penting pagi ini.
Batin Sekertaris Nan.
ia mendengus kasar sampai akhirnya menghubungi orang-orang di perusahaan.
“Batalkan agenda tuan muda selam satu jam kedepan.”