MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Terimakasih sudah mencintaiku



Kicauan burung terasa merdu, sinar mentari mulai masuk melalui Lubang-lubang pentilasi udara.


Srakkkkkk.


suara gorden di sibakkan.


seketika sinar terangnya menusuk mata.


Mengerjap-ngerjapkan mata, gadis itu mencoba mengumpulkan nyawa yang tersisa.


memandang pria bersurai hitam di hadapannya.


tersenyum teduh ke arahnya.


“Sangat Tampan.” gumamnya pelan. menyaksikan pria yang ia cintai mengulum senyum manis.


“Istri ku.” sapa Khenzo di awal paginya. pria itu masih menggunakan piyama tidurnya, tapi wajahnya sudah segar sekali.


“Apa tidur mu nyenyak.”


Kiara mengangguk,


Khenzo mendekati Istrinya, perlahan menaiki ranjang lalu menggenggam kedua tangan mungil itu.


“Kau sangat Cantik.”


Kiara menundukkan pandangannya, rona delima menerpa tempat Blush-on itu.


Apa yang membuatnya tersanjung? sebuah pujian?


jelas saja Kiara tersanjung akan pujian suaminya. seperti kebanyakan istri pada umumnya, apabila di puji suami rasanya bagai terbang melayang.


mungkin itu juga berlaku pada Kiara.


Khenzo melepaskan genggamannya, meraih sesuatu di nakas.


ctakkk.


membuka kotak kalung berlian yang ia pilih di toko tadi siang.


mempersembahkan nya kepada Kiara dengan penuh perasaan.


“Apa ini.” Kiara terkejut saat melihat benda mahal itu.


“Untuk mu.


Terimakasih sudah mencintaiku Kiara.” memasangkan kalung itu di leher Istrinya.


“Indah sekali,” ucap Kiara sambil tersenyum rekah.


“Apa kau suka?”


“Ya, Tapi Anda tidak perlu melakukan ini Tuan.”


Cupppp


Khenzo mencium pipi Kiara.


“Jangan memanggilku seperti itu.”


“Aaa Baik Tuan.” jawab Kiara.


Khenzo langsung mencium pipi Istrinya yang satu lagi.


“Mulai dari sekarang, kau akan di hukum kalau masih memanggilku Sebutan itu.” ujar Khenzo serius.


“Baik Tuan.” Respon Kiara Cepat.


“He he. kau menantangku ya.” Khenzo mendorong Kiara lembut, membuat gadis itu tersungkur di ranjang.


menindih Kiara pelan.


Khenzo mencium bibir Istrinya.


Mel*matnya dengan lembut, pagi hari membuatnya sedikit bergairah dari biasanya.


menghentikan kegiatan itu sejenak, Kedua pasangan itu saling bertatap pandang,


“Aku mencintaimu Kiara.”


Aku juga mencintaimu.


Kalimat yang tidak bisa Kiara ucapkan karena bibirnya di serang bertubi-tubi oleh Khenzo.


Suasana pagi semakin panas, deru nafas memburu diantar keduanya. Khenzo sebagai pria normal sudah tidak sanggup lagi menahan pesona Istrinya.


sepertinya Kali ini pria itu akan memakan Kiara habis-habisan.


“Tunggu.” kiara menyela Khenzo yang mulai melucuti pakaiannya.


“Kenapa Dear.” Sahut Khenzo dengan suara Seraknya.


“Sepertinya, Aku... Aku datang bulan.” ujar Kiara begitu panik, saat ia merasakan sesuatu di bawah basah dengan sendirinya.


Kiara dengan tergesa-gesa meninggalkan Ranjang menuju kamar mandi.


meninggalkan Khenzo dalam kebingungan.


Apa itu datang bulan?


Pria itu amat sangat kebingungan. ya dia tidak pernah tahu istilah itu. kembali lagi ke masa lalunya. Khenzo bukan seperti anak remaja pada umumnya dulu, yang bisa bersekolah seperti biasanya.


Di dalam kamar mandi, Kiara sudah selesai membersihkan CD nya, menggantinya dengan yang bersih.


dengan memegangi perutnya, Kiara keluar dari kamar mandi.


Pada saat yang sama, Khenzo ingin memakai kamar mandinya, tanpa berucap, bahkan saat wajah mereka saling bertatapan Khenzo begitu tidak suka, tapi ia tidak boleh menunjukkan kekesalannya kepada Kiara, itu adalah janjinya.


Setelah selesai mandi dan mengganti baju.


Khenzo berpamitan dengan Kiara.


sekilas, ada sesuatu yang ingin ia tanyakan kepada istrinya itu.


“Kiara. Apa-kah gadis datang..... itu.” kalimatnya terputus dan tidak jelas.


“Lupakan saja.” Aku hanya ingin bertanya kenapa gadis datang bulan tidak boleh di sentuh Suaminya.


“Aa Baiklah.” uacp Kiara.


“Aku Berangkat, Nanti sore aku akan menjemputmu lagi.” Khenzo memebelai pipi Kiara.


Khenzo terlihat ingin mencium Kiara, tapi ia ragu-ragu.


“Hati-hati sayang.”


“Hemm.”


Khenzo menuruni anak tangga, Menemui Nan yang sudah menunggunya sejak tadi.


bukan hanya Nan yang menyambutnya, akan tetapi Para orang tua juga ada Disana.


dengan tampilan yang begitu berbeda, pucat dan terlihat lelah.


Khenzo mengernyitkan keningnya, heran dengan keadaan di hadapannya.


“Bukannya Papi sama mami Sudah pulang tadi malam?” tanya Khenzo.


“He he, Tadi malam Papi sangat kelelahan. dan memutuskan untuk menginap sehari di rumah besan. iya kan bro.” ujar Roby.


“Benar.” Sahut Aditya tidak terlalu bersemangat, mungkin ia terlalu kelelahan.


Khenzo dan Nan akhirnya, meninggalkan rumah itu. memasuki mobil dan melaju keluar area taman.


Di dalam perjalanan, Khenzo terlihat murung di belakang, seperti ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.


“Anda tidak kenapa-napa Tuan.”


Tanya Nan khawatir.


“Aku baik-baik saja.” jawab Khenzo. kemudian ia menoleh kearah Sekertaris Nan.


“Tapi, Apa itu Datang bulan?”


Nan langsung tergelak pelan di depan, Sepertinya ia sudah tahu apa yang menyebabkan tuan mudanya murung.


“Datang bulan itu adalah istilah dari menstruasi Tuan.”


“Oh, Ternyata seperti itu.” Jawab Khenzo dan langsung menoleh kearah jendela.


“Tapi,” Khenzo masih menggantungkan pertanyaan nya.


“Tapi apa tuan.” Sahut Nan yang setia mendengar keluh kesah tuan mudanya.


“Kenapa Kiara tidak mengijinkan aku menyentuhnya saat ia menstruasi?” tanya nya lagi.


Nan menggaruk kepalanya, ia bingung, entah bagaimana ia harus menjelaskannya.


“Kau tidak tahu Nan?”


“Tidak Tuan.” Jawab Nan Seketika, mengahiri dialog yang sedikit vulgar bila di lanjutkan itu.


Aku tidak habis Pikir, kenapa Aku tidak boleh menyentuhnya saat dia sudah berkata


“Aku datang bulan.” dan aku hanya menurut saja untuk tidak menyentuhnya. sebenarnya Datang bulan itu mantra atau apa?.


Ruangan kerja Khenzo.


“Apa katamu. istriku akan datang bulan selama seminggu bahkan lebih. Dan aku harus berpuasa selama itu?”


Wajah Khenzo memerah, membentak dokter petter yang sedang melakukan Video call dengannya.


“Bukankah selama ini kau sedang berpuasa, kenapa tiba-tiba kau tidak bisa menahan waktu sesingkat itu?” ujar Petter dari sana.


“Apa katamu! kau menentang ku ya, cepat kemari dan akan ku pastikan bulu kakimu akan licin sekejap saja.” ujar Khenzo yang begitu murka.


“Aku tidak bisa pulang sekarang, aku sedang merawat Brian yang sedang kritis.”


“Memamg nya siapa yang menggajimu. aku atau Brian.”..


“Anda.”


“Lalu kenapa kau membangkang sekarang.”


“Karena aku sekarang sedang merawat pasien yang sedang kritis, ku harap kau jangan menggangguku dulu.” ujar Petter memutuskan sambungan.


“Sialan, bisa-bisanya Dokter gadungan itu menentangku, padahal yang menggajinya kan aku.


Kiara juga, Kenapa harus datang bulan segala.” grutunya kesal.


Sekertaris Nan yang berdiri di belakang menggeleng-gelengkan kepala.


Tuan! Nona yang datang bulan kenapa anda yang PMS.


BERSAMBUNG.


Hai Readers terkasih💕.


apa kabar.


kalian sehat kan.


Author pengen pengumuman sedikit, Boleh???


Cerita ISTRI YANG KABUR tidak sampai 100 episode loh.


itu artinya, tidak lama lagi. cerita ini akan tammat.


Tapi kalian jangan pada sedih ya Sayang-Sayangku. karena masih ada cerita yang gak kalah seru dari cerita ini.


Judulnya TERJERAT CINTA BOS MAFIA.


silahkan mampir ya. sambil menunggu cerita ini tammat.


Terimakasih banyak tak Readers 💕