
Khenzo membenamkan tubuhnya di bathtub, hanya dada atas dan kepalanya yang terlihat di gundukan busa melimpah itu.
Kiara mencuci rambut suaminya, mengusap-usap kulit kepala Khenzo Dengan lembut seperti pada saat awal mereka menikah dulu.
Eh, Tuan muda, rambutnya sangat lembut.
kulitnya juga sangat cantik seperti seorang gadis saja. bahkan kulitnya lebih cantik dari punyaku.
Batin Kiara, Sibuk memerhatikan tengkuk Khenzo yang bening.
Eh, ini apa?
Tangannya mulai gatal, ingin menyentuh sesuatu yang hitam menonjol sedikit mengganjal pemandangan di pinggir leher Khenzo.
Tapp.
Kiara menarik Tahi lalat yang menempel indah di leher Khenzo. membuat pria itu kaget sampai memegang tangan Istrinya lalu membantingnya masuk kedalam Bhathub.
“Aihhh, apa yang kau lakukan.” Ujar Khenzo. sambil menekan lehernya yang sudah mengeluarkan darah karena Tahi lalat Yang begitu besar itu di tarik hampir copot oleh Istrinya.
“Maafkan aku tuan.” ujar kiara. menatap leher suaminya. betapa kagetnya gadis itu melihat darah mengalir dari benjolan hitam sebesar pangkal lidi itu.
“Tuan. Leher anda berdarah.” ujarnya panik. Lalu tanpa aba-aba Kiara langsung keluar dari Bathtub berlari mencari kotak P3k.
Khenzo menggeleng kepalanya saat mengoles darah yang merembes di lehernya akibat tahi lalat yang menggantung itu.
Rasanya sangat perih kalau terkena air sabun. kenapa tangannya nakal sekali, sampai mencubit Tahi lalat ku ini. benar-benar gadis itu.
Khenzo Tersenyum simpul.
ia hanya berdiam diri di dalam bathtub sampai Kiara datang lagi menghampiri dirinya.
“Tuan, bertahanlah. aku akan mengobati luka anda.” ujar Kiara, lalu masuk kedalam bathtub yang di huni oleh Khenzo, tanpa berpikir hal yang lain lagi. membuat Khenzo menyeringai kesenangan.
Sepertinya tuan muda itu bakal Menang banyak malam ini.
Dengan paniknya Kiara mengolesi darah yang merembes itu, meski tidak terlalu banyak, tapi Kiara sudah sangat Kawatir.
membalut luka itu dengan plester kecil yang ia dapatkan di dalam kotak pertolongan pertama itu.
“Maafkan saya tuan.” ujung-ujungnya hanya itu yang bisa Kiara ucapkan.
Khenzo hanya menatap Istrinya, lalu berpaling sejenak.
“Apa kau gila? Aku menyuruhmu membantuku mandi, bukan malah menyakitiku Seperti ini.”
“Mengerti tuan. maafkan saya.” Wajah Kiara di penuhi rasa bersalah.
Cih. Tuan! Bukankah kau sudah memanggilku dengan panggilan sayang waktu itu. kenapa kau sangat mudah lupa dan plin-plan. aku tidak mengijinkan mu mengubah panggilan itu. aku suka mendengarnya.
“Seharusnya kau sadar Kiara! aku baru saja pulang sudah mendapat perlakuan tidak senonoh darimu. menurutmu apa hukuman yang pantas untukmu.”
“Ah Tuan Maaf.”
“Jika kau terus memanggilku tuan. aku benar-benar akan menghukum mu.”
“Tidak Tuan. eh anu, muda! aaa ampun tuan muda.” Kiara berucap grogi.
Pria itu membilas tubuh Kiara dan tubuhnya. memakai jubah mandinya lalu melepas daster Kiara yang sudah basah.
“Tuan, apa yang anda lakukan!” bentak Kiara saat dasternya di lucuti begitu saja oleh suaminya.
“Memangnya kenapa? apa kau takut.
Aku suamimu! aku berhak melakukan apapun terhadapmu. jangan bilang kau sudah lupa akan hal itu.” ujarnya membuat Kiara bungkam.
Habislah. apa secepat ini.
padahal aku belum mempersiapkan apa-apa.
pikirnya terlalu jauh.
Khenzo membawa tubuh istrinya yang hanya di balut Tentop dan celana pendek.
sesekali pria itu menelan Saliva saat tidak sengaja menoleh kearah Istrinya.
melempar tubuh kiara di atas Ranjang. pria itu kemudian menindihnya.
Tuan. apa yang kau lakukan. Janan seperti ini dong.
Saya juga mau tuan. tapi tidak seperti ini juga caranya.
Batinnya.
Kiara merona seperti kepiting rebus, memejamkan matanya, tidak berani memandang wajah suaminya.
Khenzo mendekatkan wajah mereka, Sepertinya sebentar lagi mereka akan berciuman.
Sial, dia sangat imut.
Batin Khenzo semakin tak kuasa.
Tapp.
bukannya mencium, tapi Khenzo malah menuding kening Kiara.
“Jangan menunjukkan ekspresi seperti itu. kalau tidak aku bisa pastikan kau tidak akan bisa berjalan dengan nyaman mulai besok.” ujarnya.
lalu membalut tubuh Kiara dengan handuk.
kemudian berjalan menuju Ruang ganti.
Kiara membuka matanya yang terpejam. bangkit dari Baringannya.
Wajahnya berubah murung.
Aneh, kenapa aku begitu kecewa.
Batin Kiara.
.......
Dan para pembaca jadi ikut kecewa.