
“Woah.” Netra seindah senja itu berkaca-kaca.
Terharu melihat pengorbanan orang-orang terdekatnya.
Menemani olah raga dan menyemangatinya.
Kiara amat sangat bahagia.
Pemanasan. Kalau sebagian orang melakukan pemanasan olah raga dengan senam atau beberapa gerakan ringan lainnya. tapi berbeda dengan Khenzo.
pemanasan yang tak lazim ini adalah.
Menari...
eh bukan.
lebih tepatnya berdansa.
“Oke! Saatnya kita melakukan pemanasan.” ujar Khenzo.
Semua orang mengangguk paham.
Sekertaris Nan memutar Musik.
Nada yang aneh, semua orang tercengang.
Irama apa ini. Ini bukan Irama untuk senam! Musik klasik yang indah.
Batin dokter petter mulai curiga
Happ
menggenggam tangan mungil tembem istrinya.
melingkarkan tangan pendek yang terasa gemuk ke Lehernya.
lalu menyentuh pinggang yang penuh dengan lemak itu. Khenzo mulai bergerak.
seirama dengan Kiara yang juga Tahu ini adalah sebuah dansa, bukannya mengelak Kiara ikut menikmatinya. Bibir keduanya merekah sempurna. menikmati dansa di tempat Gym–sungguh author juga tidak paham dengan ini.
Eh.
Tuan, Anda ingin berolah raga atau bermesraan sih.
batin Dokter petter. mengamati dengan wajah kecut. dan terlihat kesal.
Khenzo menatap Sang dokter dengan wajah tampan yang di hiasi dengan senyum keiblisan. merasa menang mempermainkan Dokter belagu itu.
Bukan hanya dokter petter yang merasa Aneh dengan suasana ini.
Pak Min dan jga Istrinya merasa aneh dan tidak wajar. Masa tempat olah raga di jadiin tempat berdansa, Ada ada saja.
Dalang di balik semua peristiwa mencengangkan pagi ini.
Ide brilian yang sialnya di setujui Khenzo.
kenapa tidak, Kedua orang itu selalu memiliki jalan pikiran yang menyimpang.
Diam, tidak menyela atau menyalahkan Tuan muda itu. dokter petter hanya diam saja, menyaksikan kebodohan Tuan muda dan Sekertaris nya.
Pria bule itu mulai duduk di atas treadmill yang tidak menyala. seraya menyaksikan kebobrokan itu dengan wajah gioknya.
Khenzo menyeringai Seram, merasakan Ide yang baru muncul dari otaknya yang mulai bergerak maju.
“Emm.
semuanya! Kenapa hanya diam saja. Cepat lakukan pamanasan juga.”
Ujar Khenzo.
sambil memutar tubuh gemuk Kiara.
Semua orang langsung sigap, tidak terkecuali Dokter petter yang merasa dipermainkan itu.
"Ikuti saja apa mau si Tuan Bodoh ini. Persetan dengan pengetahuan dan ilmu kedokteran yang benar tentang diet olahraga.
Asalkan dia tidak memcemooh ku, aku bisa saja mengikuti apa yang ada di otaknya sekarang ini.” Gumam dokter petter pelan, tidak ada orang yang mendengarnya. hanya saja bibirnya komat Kamit bergetaran.
“Nah, Pemanasannya secara berpasangan. lakukan seperti ini.” ujar khenzo sambil memperagakan dansa yang simpel bersama Kiara.
Byusettt dah. Apa-apaan ini.
Gila! kau memanG sinting tuan, bagaiman bisa aku berdansa bersama....memandang sekitarnya, Nan tersenyum manis kearahmmnya. sedangkan Pak Min dan Bibi Mel sudah membentuk Kerangka Dansa yang sempurna.
“Aishhhh aku memang sial, Bagaimana bisa aku berdansa dengan Si Nan.
Pria bermuka dua ini! Dia malah senang melihatku Frustasi.” Gumam dokter petter membalas senyum Nan dengan wajah hambar.
Sekertaris Nan menyodorkan tangannya, mengajak sang dokter untuk berdansa.
Kau! Lihat saja nanti, Aku akan membalas kebodohan ini dengan tuntas.
Batin Dokter petter kesal.
________
*HAI READERS, MAAF YA CHAPTER NYA GAK BANYAK.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN.
Lop😍🥰 READERS*