
Tegang, Baru pertama kali ini Khenzo tidur bersama Lawan jenisnya. Mata bulat dengan netra segelap jelakga itu Tidak bisa terpejam.
Memandangi wajah indah istri di depan mata, istri yang tidak pernah dianggap olehnya.
Andai saja dia adalah nona SMU, Aku pasti sudah menghukumnya saat ini.
Hehe.
Khenzo tergelak, mengingat lagi wajah yang sudah semakin terlupa itu.
Membuka gawainya, memperhatikan lagi foto nona SMU-nya.
Khenzo bergerak, melepaskan diri dari Pelukan Kiara, membalikkan arah menjadi membelakangi istrinya.
Asyik bermain dengan Gawainya, Menyentuh-nyentuh Layar gawainya yang di penuhi wajah Cabby siswi SMU itu.
"Uhmmm Falerian,,, Ibu kangen padamu nak....”
Suara Lirih Kiara memanggil Bayi itu, Sepertinya di mengigau.
refleks, Khenzo langsung memutar arahnya menghadap Kiara.
“Kau kenapa, Kau bermimpi sesuatu?.” Suara khawatir Khenzo menguap.
Gadis itu masih memejamkan mata, melipat telapak tangannya dan menaruhnya di Pipi, Sangat tenang, seperti bukan dia yang bergumam tadi.
Dia hanya bermimpi.
Khenzo membetulkan poni Kiara yang berantakan itu.
Degg
Bentuk wajah yang sangat mirip, Hidung yang sama persisi dan bibir yang satu Rupa.
Khenzo membandingkan Foto di layar Gawainya dengan wajah sang istri yang terlelap.
“Sama!.”
Memandangi lekat.
Apa-apaan, Jelas-jelas Gadis SMU-ku lebih mempesona.
haiss aku malah melihat orang-orang mirip dengan Gadis SMU-ku, itu karena aku sangat mengidamkannya.
Mana mungkin Kiara adalah gadis ku.
.
.
.
Pagi datang lagi.
Semua orang memulai aktivitas pagi seperti biasanya. meski Falerian belum di temukan , Khenzo ingin semua orang bisa mengendalikan diri untuk tidak mengungkit Falerian Dulu kepada Kiara.
Mengerjap-ngerjapkan Mata, Kiara Bangun dari Tidurnya Memandangi Sekitar.
melihat sekujur tubuhnya, apa masih utuh atau mungkin sudah terjadi sesuatu.
Hufff menarik nafas lega.
Aku pasti sudah gila, memintanya untuk tetap tinggal dan menemaniku tidur. untung saja dia masih berperasaan.
"Dia tidak meneyentuhku sama sekali?. Kalau di lihat-lihat Aku kurang apa dari wanita-wanitanya. aku cantik meski tidak sebohay Wanita-wanita miliknya. Tapi aku juga tidak kalah dari mereka. aku gadis segelan (Sangat bangga)."
Kiara Reirein! Apa yang kau pikirkan, Kenapa kau terlihat kecewa pria itu tidak menyentuhmu, bukankah itu bagus.
lagi pula kau bukanlah tipenya, dia bisa membeli para gadis-gadis dengan kekayaannya. kenapa kau ini. Kau memang benar-benar sudah gila.
Kiara bergumam dan berpikir sendiri di dalam kamar.
Kalau saja Seseorang mendengar kata hatinya saat ini, dia pasti akan sangat malu.
Siapa yang tidak terpikat dengan tuan Khenzo, Tampan, Menawan, kaya raya. tentu saja aku berharap padanya. meski aku selalu berucap kesal padanya. tapi lama-lama aku jadi suka.
ungkapan Kiara, mulai menyadari perasaannya.
Di ruang makan, setelah mandi dan mengganti pakaian. Kiara turun dengan tergesa-gesa, berharap Falerian sudah kembali padanya
“Selamat pagi Nona.” Bibi Mel dan pak Min menyapa.
“pagi semua.” Kiara tersenyum dengan Sangat gembira
“Aa Bibi Mel, Apa Falerian masih tidur?.” kiara menunjuk kamar Falerian dengan ekor matanya.
“Aaa Nona.”
Sorot mata Pak Min seolah bertanya demikian pada istrinya
"Maksud Bapak apa. Kau mau tuan Khenzo melemparmu keluar dari rumah ini. Kita harus merahasiakannya." Balas pandangan Bibi Mel yang seperti mengucapkan itu.
“Nona Muda, Anda benar Tuan kecil tidur dengan pulas di kamar.” Bibi Mel bersuara.
“Ahh benarkah!. Kalau begitu akan ku pastikan sendiri.”
Kiara melangkah ke kamar Falerian membuat kedua pelayan itu histeris.
Dengan cepat pak Min berlari ke depan pintu kamar Falerian. menghalangi Nona mudanya masuk.
Pak Min apa yang kau lakukan, Aku ingin melihat putraku.” ujar Kiara dengan Nada suara yang meninggi.
“Nona, sebaiknya anda makan Dulu.
Pak Min memasak sesuatu yang sangat kau suka.” ujar Bibi Mel.
“Tidak mau!. Aku hanya ingin melihat Falerian. Menyingkirlah Pak Min.”
“Tidak Nona.”
Kelakuan dua orang ini, Aku curiga Falerian Tidak ada di dalam sana.
Batin Kiara mulai resah.
“Sebaiknya anda makan dulu setelah itu baru menghampiri Tuan kecil.”
“Beraninya kau menyuruh-nyuruhku pak Min. Kau sudah tidak mau mendengarkan kata-kata ku lagi.” Kiara mendekat.
Tubuh Pria paruh baya itu bergetar, dia tidak ingin melawan dengan Nona mudanya tapi dia juga harus patuh pada tuan mudanya.
“Kau masih tetap pada pendiriannmu ya.” Kiara tersenyum Getir.
Memangnya aku siapa, Jelas-jelas tuan Khenzo lah Bosnya. tentu saja mereka akan berpihak kepada Bos yang sesungguhnya kan.
“Menyingkirlah pak Min atau kita tidak usah lagi berteman.” Ujar Kiara menggertak.
Pak Min masih setia di tempat, menyingkir atau Tuan mudanya akan marah.
Tidak berteman dengan Nona mudanya lagi? Itu bukanlah masalah, meski berteman dengan Kiara sangatlah menyenangkan. tapi kembali lagi pada masalah yang sama, Dia hanya seorang pelayan harus melaksanakan perintah majikannya yang sesungguhnya.
He he, Ternyata aku salah, Padahal aku sudah menganggap pak min sebagai teman baik, tapi dia malah menghianatiku secara terang-terangan.
Kiara tersenyum Sinis.
memandangi pasutri di hadapannya. menyingsingkan lengan baju mengambil ancang-ancang mendobrak pintu dan kedua orang itu.
“Nona jangan seperti itu. jangan lakukan itu Nona, nanti anda terluka.” Bibi Mel melebarkan tangannya siap menangkap nona muda yang akan menyerang mereka.
Sedangkan pak min masih memegangi gagang pintu.
Happp.
menangkap lengan Bibi Mel, mendorong tubuh yang sudah setengah tua itu kepada pak Min.
Pak Min melepaskan tangannya dari pegangan Pintu, menangkap sang istri yang melayang tak berdaya kearahnya.
keduanya ambruk di lantai.
"Berikan kuncinya padaku pak Min." tidak. Kiara tidak mengucapkan itu, Gadis itu malah merampas kunci dengan paksa. Pa Min yang menggunakan kedua tangannya untuk melindungi tubuh sang istri agar tidak terbentur, tidak bisa lagi menggunakanya untuk menghalangi kegiatan Nona mudanya.
Hehe.
Tertawa iblis sambil melemparkan kunci ke udara kemudian menangkap kembali. Kiara menjadi pemenang dalam gulat dua lawan satu itu.
“Jangan main-main dengan Kiara!.” kiamat terakhirnya sebelum membuka kamar itu.
Dengan cepat, pak min meraih gawai dari sakunya. menghubungi tuan muda agar mengatasi Nona mudanya yang sebentar lagi akan menggila.
“Aaaaaaaaaaa!.” Tuh kan, Kiara mulai menggila.
Tubuh Ramping itu terjatuh ke lantai..
Aku tidak salah lagi, Tebakanku memang benar. Dia, Pria itu mengingkari janjinya.
brengsek.!!
Berderai air mata. Kiara menjatuhkan tubuhnya ke lantai, Kepalanya terbentur keras.
Falerian Dimana kamu nak! Apa kamu masih hidup kenapa Ayahmu yang bod*h itu tidak bisa menemukanmu. Sayang.. Ibu rindu padamu.
Kiara memejamkan matanya, Kesadarannya mulai berkurang saat itu juga.
Bersambung....