MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Dunia Fantasi



“Dear.”


ujar Khenzo yang sedang berbaring miring menghadap Kiara yang juga Menatapnya.


“Hemm.” Kiara menyahut tanpa memalingkan pandangannya.


“Kau tidak mengantuk?” Ujar Khenzo, yang mencoba membuka percakapan dalam diam mereka yang sudah cukup lama.


Kiara membelalakkan matanya.


“Apa mataku terlihat seperti mengantuk?”


“tidak.”


“Berarti aku memang tidak mengantuk.” ketusnya jutek.


“hemm.”


Khenzo meraba jemari Kiara. menggenggamnya erat.


“Dear.”


“Apa?”


“Hari ini, Sudah seminggu setelah kau datang bulan kan!?” Khenzo memastikan.


“Benar!”


“Jadi, Sudah boleh kan.” tanya Khenzo di barengi seringaian.


Kiara memalingkan pandangannya.


Pipinya merona hebat.


Kiara mengangguk untuk memberi ijin untuk suaminya.


“Benar kah!” ujar Khenzo riang.


Kiara mengangguk,


Dengan sigap Khenzo menagkup wajah istrinya dan mencium bibir mungil itu sepuasnya.


setelah Khenzo merasa puas menciumi Istrinya, Pria itu berbaring dengan tenang. meninggalkan gadisnya dalam kegamangan.


Khenzo memejamkan matanya pulas.


karena sudah puas menciumi Kiara yang tidak pernah ia cium selama satu Minggu itu, karena Istrinya sedang PMS.


Apa-apaan! Hanya begitu saja?


Kiara mendongak tak percaya, Bisa-bisanya Suaminya tertidur pulas meninggalkannya sendiri yang sedang berdebar-debar.


tuan muda! Anda Ada masalah apa? Apa anda tidak tertarik pada hubungan suami istri atau bagaiman?


atau kah mungkin aku yang terlalu berharap.


Kiara meninju-ninju bantal dengan kesalnya, apalagi yang bisa ia lakukan. Dia berusaha tampil menggoda tapi itu hanya sia-sia.


sepertinya semua kesalahan ada pada suaminya bukan dirinya.


Karena merasa sangat kesal.


Kiara membaringkan tubuhnya membelakangi Khenzo.


Nasib! Nasib! Bagaimana caranya Falerian punya Adik sedangkan Aku saja masih gadis segelan.


Batinnya kecewa.


mulai memejamkan matanya. melupakan bentuk kekecewaan di malam itu.


_______


Pucuk Gunung Khanzi.


Sungguh aneh tapi nyata.


Kiara sedang berbaring menunggu prianya di atas ranjang yang berada di atas bukit-bukit yang indah itu. Selayar putih bening menjuntai, berkibar meraup-raup di hembusan angin yang datang dari selatan and Utara.


Seorang gadis manis dengan hiasan cantik di kepalanya, memakai baju putih berpadu dengan biru muda, seperti di dalam derama kolosal mandarin.


Gadis itu menjentikkan jarinya ke arah seorang pria tampan yang juga berpakaian kerajaan.


“Yang mulia Kaisar.” Ujar Kiara, menatap Sang Kaisar Khenzo yang beranjak mendekatinya karena pengaruh sihir milik Kiara.


Dewi Tertinggi kerajaan Es, Dialah kiara.


wanita cantik yang di agungkan di negri Es.


Wanita yang mencintai Kaisar yang tidak pernah menanggapi nya ada. bahkan jika dia Dewi sekalipun kaisar Khenzo tetap memadng sebelah mata.


Sambil memain-mainkan Bola es lembut di tangannya. Dewi Kiara mengontrol Gerak gerik pria yang ia cintai.


Sekejap mata. kaisar Khenzo sudah berada di dekatnya.


Dengan tubuh yang terikat cahaya Putih ulah dari Dewi es itu.


“Katakan! Kau mau menikahiku atau Aku menikah denganmu.” ujarnya memberikan pilihan.


Kaisar Khenzo tertawa sinis. Seperti sudah Tahu tabiat Dewi cantik di hadapannya.


“Aku tidak memilih di antara keduanya, Aku sudah memiliki Permaisuri Reirein di istanaku. aku tidak ingin Selir atau semacamnya.”


“Ho ho, Yang mulia tuan Khenzo. Setia sekali anda.


Aku Dewi Es di kerajaan Negri Es semakin tertarik kepada Anda.” Dewi Kiara membaringkan tubuh Khenzo.


“Aku memberi anda pilihan.


jadilah suamiku atau aku menjadi istri mu.”


“Aku tidak memilih satu pun.”


“Kalau begitu aku akan membuatmu memilih.”


Kiara meraba leher Khenzo, seketika tubuh pria itu kaku dan membeku. Kiara menggigit leher itu sampai berdarah.


Itu adalah versi mimpi Kiara, karena kebanyakan menonton serial kolosal mandarin tadi pagi.


Di waktu yang bersamaan, Khenzo memekik dalam tidurnya. terbangun kan karena rasa sakit yang ia rasakan di lehernya.


“Dear, Apa yang kau lakukan.” ucap Khenzo, menekan kepala Kiara yang sedang menggigit lehernya.


“Aku akan membuatmu memilih, mencintaiku atau di cintai olehku.”


Khenzo menyeringai tajam, dan akhirnya ia terbahak-bahak sendiri.


“Kenapa kau mengigau separah ini.” menertawai Kiara yang terus saja memberi pilihan-pilihan kepadanya.


“Kau pilih yang mana, menciumku atau aku yang mencium mu.”


“Aku memilih Dua-duanya.”


Khenzo langsung melahap bibir mungil Istrinya, seketika mata Kiara terbuka, kesadarannya dari mimpi itu terpulih.


Mendorong tubuh Khenzo menjauh, tapi sayang. ia kalah tenaga dari Suaminya yang bertubuh kekar.


“Eh, apa yang anda lakukan.” ucap Kiara panik saat tangan Khenzo sudah menerawangi tubuhnya.


“pertanyaan macam apa itu Dear, bukan kah kau yang memberiku pilihan. Aku hanya melakukannya Untukmu.”


“Tidak, aku khilaf.” ujar Kiara berusaha mengembalikan nyawanya yang belum kembali sepenuhnya.


“Dear, Aku mau mencintaimu.” ujar Khenzo tidak memerdulikan teriakan Kiara yang ingin Khenzo melepaskannya.


Khenzo hanya melakukan tugasnya sebagai suami yang sesungguhnya.