MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Siapa Dia?



 


Seorang wanita muda cantik Memasuki rumah mewah di sisi kota London.


sejak menikah, Ia dan suaminya sudah pindah ke Inggris untuk menetap.


menjauh dari hingar-bingar masyarakat Indonesia yang Nyengir–mencibir asal mula terjadinya hubungan mereka.


Kiara Di cap sebagai wanita tidak tahu malu yang meninggalkan kekasihnya demi om-om kaya.


Membuat Jordan meraup keluarga kecilnya ke london. membawa belahan jiwa itu jauh dari bahan gosip dan gunjingan emak-emak di sekitar gang rumah mereka.


Keluarga kecilnya sangat ramai di perbincangkan di media sosial. bahkan kalah dengan sensasi artis tanah air yang lagi naik daun.


Membuka pintu rumah, rumah segedong itu hanya di singgahi Nayra dan Suaminya,


hanya ada beberapa pelayan yang menemani kejenuhan Nayra. Tidak ada teman, jika ada teman yang akrab di London itu juga tidak menghiburnya.


baginya pindah ke negara ini adalah suatu karma yang merusak Pisikolog–nya.


Bammm.


membanting Gucci besar– yang terletak di sisi tangga.


“Nyonya, Anda kenapa?” ujar Bibi asih pelayan yang mereka bawa dari negara asal mereka.


“Lepaskan. kenapa? dia bertanya aku ada dimana, dia seolah perhatian menyuruhku kembali, tapi kenapa setelah aku pulang dia tidak ada di sini.” teriaknya menggema di Ruangan yang megah itu.


“Nyonya, tenanglah, Tuan sedang bekerja.” Bibi Asih mencoba menenangkan majikannya yang akhir-akhir ini sering sekali marah.


“Aku tidak peduli, meski dia bekerja sampai dunia menjadi miliknya aku tidak peduli.


Aku hanya butuh Dia.” berjalan sempoyongan sampai akhir wanita itu terjatuh dan pingsan.


“Nyonya, Nyonya...!”


**********


Pagi mulai menua, mentari sudah bergantikan matahari, dan sang Surya


mulai memanaskan Bumi.


Membelah kota London, Sekertaris Nan membawa tuan mudanya menuju agenda yang kedua.


Menemui sahabat dari tuan muda itu sendiri.


Tepat di Pinggiran kota, Rumah Berpagar Hitam dengan halaman di penuhi pohon pir yang belum besar.


Brian berdiri sambil menggendong putra kesayangannya.


Sekertaris Nan membuka pintu mobil. seorang pria tampan turun dengan gaya Elegan yang mempesona. untung saja Brian seorang pria! kalau tidak, dia akan terpesona hanya memandangi pria bernama Khenzo itu.


“Wahh wahh, Ayah Khenzo datang menemui Falerian, Lihat nak Ayah kecilmu datang.” ujar Brian kepada putranya yang jelas-jelas tidak mengerti.


Happp.


merebut Falerian dari gendongan Sahabatnya.


“Uluh uluhh. Anak gendut Ayah, Apa kau bahagia di sini.


Ibumu sudah sangat merindukanmu.”


“Kenapa kau tidak membawa Kiara kemari.” tanya Brian.


“Tidak bisa! Aku juga ingin sekali membawanya.” jawab Khenzo tanpa memalingkan pandangannya dari Falerian.


“Omong kosong! Katakan saja kau tidak mau membawanya.” Sewot Brian.


Bammm.


Memukul Bokong Falerian ke wajah Brian, membuat Brian seketika bungkam.


“Nan masuklah, Kita gebrak rumah mereka.”


Ujar Khenzo Seketika Sekertaris Nan berjalan dengan seringai di wajahnya.


membuka pintu, kedua pria itu kaget dengan keberadaan seorang Gadis berwajah giok sudah mengacak-acak dapur Brian.


Memandang, Khenzo dan gadis itu saling berpandangan.


“Brian! Kenapa kau memelihara Gadis Perusak di rumahmu.” teriak Khenzo memanggil sahabatnya.


“Dia bukan peliharaan.” berjalan melindungi Gadis berambut pirang, Dengan kulit putih di lengkapi wajah kebule-bulean. Lily adalah Gadis asli Inggris yang tidak sengaja jatuh cinta dengan Brian.


“Dia Lily, kekasihku.” jelas brian membuat Khenzo berseru “Oh.” bibirnya membentuk huruf O.


Memandang, Seperti pernah melihat sang gadis yang berlindung di belakang Brian.


Khenzo menyerahkan Falerian ke tangan Sekertaris Nan.


Mendekat, Khenzo mengintimidasi gadis itu dengan pandangannya.


“aaa Paman yang waktu itu.” gumam gadis bernama Lily itu.


Khenzo menyeringai, Seperti dugaannya. Gadis yang sekarang dihadapannya adalah orang yang sama.


meski dia mengidap penyakit yang sering kali tidak bisa menganalisis wajah tapi pendengarannya sangatlah tajam.


Menangkap tangan gadis itu meski Brian melindunginya.


“Aa paman! Jangan pukul aku. Jangan.” ujar Lily ketakutan.


“Haha, Aku tidak akan memukulmu jika kau memberitahu ku akan sesuatu.”


Ujar Khenzo dengan seringai menyeramkan.


Brian dan Nan hanya diam memerhatikan. tentu saja mereka tercengang dengan kelakuan dua orang yang baru saja berjumpa itu, tapi sudah sangat akrab seperti Tom and Jerry saja.


_________


**Hai Readers 🥰🥰.


Apa kalian suka? atau mungkin ada yang minta tambah?


hehe.


Selamat Siang dan selamat membaca.


love ❤️❤️❤️❤️ sejagat buat para Readers 💕😍😗**