MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Menjadi Ibunya



 


Sekertaris Nan membawa Kiara menuju rumah, untuk mengganti bajunya dan mengambil barang-barang yang di perlukan ya.


Setelah Kiara selesai, Nan membawanya ke sebuah kampus.


“Nona nanti saya tidak bisa menjemput anda, ada supir lain yang akan menjemput anda nanti.”


“Tidak usah jemput, nanti aku pulang bisa naik ojek.”


“Begitu ya nona,”


“Memangnya kau mau kemana Sekertaris Nen.”


“Kesuatu tempat.”


“Bodo amat.” Kiara turun dari mobil, ia berjalan dengan cepat memasuki area kampus.


Sekertaris kuper itu kenapa sih,


selalu menyimpan banyak rahasia.


Batinnya.


Di seberang sana, sahabat pelitnya sedang melambai-lambai tangan ke arahnya.


“Kiara!”


Kiara menoleh, Migrad sudah ada di parkiran berdiri di samping mobil baru. meski tidak semahal milik orang-orang kaya, tapi itu cukup membuat Kiara bengong seorang Migrad yang terkenal miskin dan pelit bisa punya mobil.


Ya mungkin dia menabung selam ini, di balik kepelitannya dia sukses memiliki mobil.


Brukkk!


Kiara memukul Migrad dengan tas sedangnya.


“Kenapa kau memberitahukan keberadaan ku kepada mereka, dasar tidak bisa di percaya.” Kiara menghajar temannya itu.


Migrad cengengesan.


“Tenang, sebagai ucapan minta maaf aku traktir kamu makan sepuasnya hari ini.”


“Gila! sejak kapan kamu berniat mentarktir orang makan, traktiran diri kamu aja perhitungan.”


“Sudah, jangan banyak protes Apun yang Kiara mau Migrad siap bayarin.”


“Seriusan.”


“Iya.”


“Ya udah kalau gitu ayo.”


Kiara dan Mikrad berjalan. menuju kantin dengan semangat.


jika bukan karena uang satu m itu, Migrad tidak akan pernah mau mentraktir sahabat yang sering membantunya itu. tapi di balik ke pelukannya soal materi, Migrad Adalah murid pintar yang selalu membantu Kiara menyelesaikan tugas-tugasnya.


seperti yang selama Migrad katakan sebenarnya.


“Aku bisa membantumu apa saja, tapi tidak dengan materi.”


(Migrat Sirait.)


******


Di sebuah Rumah sakit Ternama Petra terrya. Khenzo memasuki sebuah Kamar Zenajah Rumah sakit.


“Maaf Khenzo, kami tidak bisa menyelamatkan nyawa Sita.” Ujar Petter lesuh.


Khenzo mengepalkan tangannya. Wajahnya merah padam ingin menangis.


“Bayi itu, Apa bayinya selamat?” ujar Khenzo semakin Tidak bisa menahan emosi kesedihannya.


“Bayinya berhasil di selamatkan.”


*******


Di sebuah pemakaman muslim.


Khenzo berdiri di samping Makam yang masih baru. Tanah yang masih basah di Hiasi bunga-bunga Yang di taburi di atasnya.


Sekertaris Nan dengan gagahnya Memayungi Tuan Mudanya tanpa rasa pegal sekalipun.


Bibi Mel dan beberapa pelayan lainnya ikut serta dalam pemakaman Wanita yang sangat spesial bagi Tuan muda mereka itu.


Sita Srayu Ningsih.


Wanita yang meninggal saat melahirkan itu.


Khenzo melepas kacamata hitamnya, terlihat mata sembab yang habis menagis itu. Seperti pria pada umumnya. Khenzo juga pernah menangis, Seperti saat kehilangan Sita seperti sekarang ini.


“Kenapa kau pergi begitu Cepat! Aku belum bisa memenuhi keinginanmu. Sita... Apa kau kecewa padaku?” Khenzo berbicara kepada penghuni kuburan itu. Yang jelas-jelas tidak ada jawaban.


“Aku akan melakukannya untukmu sita, keinginanmu akan segera tercapai.


Aku akan merawat dan menyayangi Bayimu sepenuh hatiku” Gumam Khenzo.


“Baiklah.. Kita harus kembali sekarang”


Khenzo dan semua Orang-orannya pergi meninggalkan Makam sita.


Meraka akan pergi pulang kerumah secepatnya. karena di Rumah ada seorang bayi yang mereka tinggalkan.


.


.


.


“Terimakasih mbak.” Tukang ojek itu menatap wajah Kiara lalu beralih menatap rumah.


“Orang kaya memang aneh.”


gumamnya sebelum meninggalkan rumah itu.


Kiara memasuki rumah, suara tangisan bayi menghentikan langkahnya


Apa itu tadi, Aku seperti mendengar tangisan bayi.


Tidak tidak! Mana mungkin di rumah ini ada bayi, mungkin aku hanya berhalusinasi.


Kiara menaiki anak tangga.


Oeeee oe oee ooooe


Tangisan itu semakin keras,.Kiara langsung memeriksa sumber suara.


Oe oeee oee


Kiara memasuki kamar bawah. dan mendapati Kamar cantik yang di penuhi perabotan milik bayi seorang pelayan sedang berusaha menenangkan bayi.


“Owahhh beneran Ada bayi. Aku tidak salah lihat kan” Kiara berjalan menghampiri Ranjang bayi yang indah.


“Nona, anda sudah kembali?” pelayan itu bicara.


“Baru saja, dia bayi siapa.” tanya Kiara langsung menggendong bayi.


Seketika bayi yang tadi menagis langsung Terdiam.


“Bayi ini anak nyonya sita nona.” jawab pelayan.


“Siapa nyonya sita itu.” tanya Kiara.


“Dia adalah....”


Cekrek,


Pintu kamar terbuka.


Kiara langsung menoleh kearah pintu.


Sosok yang selalu di bencinya sedang menatapnya di ambang pintu.


“Kau sudah melihatnya” Ujar Khenzo menatap Bayi di gendongan Kiara.


“Iya, kau mendapatkannya dimana.”


“Bukan urusan mu, Kasih dia Asi” Ujar Khenzo lantang.


“Iya Sepertinya dia memang kehausan, bibi tolong berikan siapkan susu formula untuk bayinya.”


Ujar Kiara kepada pelayan itu.


”Baik nona.”


“Tunggu” Khenzo menahan.


“Kasih dia Asimu saja, jangan susu formula,” Ujar Khenzo mengada-ada.


“Apa” Kiara kaget.


Dasar bodoh, aku mana punya.


“Aku bilang, berikan bayiku Asimu” Ujar Khenzo.


“ Dia bayimu” Ujar Kiara kaget.


“Iya... Dia bayi kesayanganku, Cepat kasih Asi. nanti dia kehausan” Uajr Khenzo.


“Enak saja, dia kan bayi mu, kau saja yang memberikan asi padanya.” Kiara langsung memberikan bayi itu kepada Khenzo.


“Kau gila ya, mana mungkin aku memiliki asi.”


“Kau juga gila ya, mana mungkin aku punya asi.” balas Kiara tidak mau kalah.


“Kau...” Khenzo menatap penuh amarah.


“Muali sekarang Kaulah Ibunya”


“Aku tidak mau. dia punya ibu sendiri” bantah Kiara.


Oekkk oekkk ooooeekkk oeekk


Tangisan bayi itu pecah. seakan sedih mendengar Kiara tidak bersedia menjadi ibunya.


“Kiara! Jangan memancing amarahku” sorot mata tajam Khenzo tertuju pada Kiara.


“Jika kau tidak ingin menjadi ibunya. tidak masalah.”


Khenzo meninggalakan kamar itu menuju kamarnya.


“Tidak Apa-apa sayang. jangan menangis” Khenzo Menenangkan Bayi itu.


Kiara hanya diam, entah kenapa hatinya terasa kecewa, kenapa Suaminya sudah memiliki anak saja. berarti dia adalah istri kedua yang akan menggantikan ibu dari anak itu.