MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Pagi



 


"kenapa!." kenapa aku terjebak di dalam sangkarnya. seharusnya aku pergi saja berlari dan menjauh dari kehidupannya. tapi inilah aku, hati kecilku berkata.


 meyakinkanku untuk tetap berada di sampingnya, setidaknya sampai Falerian tumbuh Beberapa besar lagi. aku juga tidak bisa meninggalkannya di asuh ayah yang tidak Bisa merawat anak sedikitpun itu. aku akan bertahan demi Falerian. ya! hanya demi Falerian.


Suasana dapur di pagi hari, Kiara duduk menikmati sarapan pagi. bersama seorang pria yang tidak pernah ia minati, Khenzo si yang mulia tuan muda itu.


Kiara menggertakkan gigi-gigi kuatnya, Setiap hari melihat Wajah Khenzo rasanya ia sangat kesal.


Lihatlah wajahnya, Wajah penikmat Pagi itu seperti tidak ada rasa bersalah sedikitpun.


Hah, Betapa sialnya hidup seorang Kiara Reirein menikahi pria duda anak satu ini.


Apa yang di pikirkan ibu saat bersedia


menjodohkan anak gadisnya kepada seorang duda. apa ibu hanya memikirkan harta sekarang!


aaaaa. Ibu pasti tidak tahu si tuan muda ini sudah beristri, ibu tidak bersalah.


satu-satunya orang yang bersalah disini adalah dia. ya...Pria duda tampan di hadapanku ini. hum aku membencinya dari tulung-tulangku sampai ke ubun-ubun ku.


“Kenapa.” Khenzo membentak Kiara. mata sangar itu tertuju kepada tangan yang terkepal sambil memegangi garfu yang sudah membengkok.


”Apa.” Sahut Kiara dengar raut wajah kesal


“Kau mengeluarkan tenaga dalam berapa banyak, sampai garfu Perak yang mahal itu menjadi bengkok di tanganmu” ujar Khenzo.


“Hah?” Kiara melirik tangan kirinya yang terkepal. Upsh hehe. ini adalah respon alami di pagi hari saat melihat wajahmu yang menyebalkan itu. Aku sangat ingin menjambak rambut Indah yang simpul rapi itu. bolehkah aku melakukannya sekali saja?


“Apa. kenapa kau cengar-cengir begitu. lihatlah bibi Mel menjadi merinding di buatmu” Ujar Khenzo menghentikan Akal liar Kiara yang ingin sekali menjambak rambutnya.


“Ah... Maaf bibi Mel. aku tidak sengaja membuatmu merinding" menoleh ke arah bibi Mel dengan tersenyum kemudian beralih ke arah Khenzo dengan wajah jutek yang terkenal itu.


Oekkk oekkk ooooeekkk


“Biarkan saya saja yang menemani tuan kecil. nona Lanjutkan sarapanmu.” uja bibi Mel menghela Kiara.


“Tidak apa bibi. Layani tuan muda saja. Aku akan menenangkan Falerian sebentar. mungkin dia kehausan makanya dia bangun.” ujar Kiara sambil berlalu dari ruang makan itu.


Wajah bersalah bibi Mel yang nyata kian mereda tatkala sang tuan berkata.


“Biarkan saja dia. aku suka Kiara merawat Falerian seperti putranya sendiri. Itu akan membuat Kiara semakin menyayangi Falerian dan tidak berniat meninggalkan rumah ini. aku jadi tidak kesusahan di buatnya.” Ujar Khenzo.


“Baik tuan” bibi Mel mengangguk.


“Tuan, Sekertaris Nan sudah tiba.” Ujar seorang kepala pelayan Pak Minun suami dari bibi Mel yang biasa di panggil Pak Min.


“Baiklah, tugas kalian adalah,menjaga Kiara. jadikan dia nyaman dan enggan meninggalkan Rumah ini.”


“Baik tuan” Sahut pasangan pelayan itu.


Sekertaris Nan membukakan pintu mobil untuk Khenzo. dengan gayanya yang arogant itu, Khenzo masuk kedalam mobil.


Mobil mereka mulai meninggalkan halaman rumah yang megah. sampai Pak Min dan Bibi Mel tidak dapat lagi melihat bayang-bayang mobil itu di penghujung Taman.


“Bu... Apa nona Sudah tahu tentang Tuan kecil?.” Ujar pak Min sangat kepo.


“Tidak! tuan muda tidak memperbolehkan nona tahu siapa sebenarnya nyonya Sita dan bayinya” ketus Bibi Mel membungkam mulut suaminya.


“Tapi.. apa tidak masalah menyembunyikan ini”


“Diamlah. pergi bekerja dan jangan membuat mengundang masalah yang akan membuat tuan marah.”


“Istriku kau galak sekali.”


“Diamlah, aku tidak akan galak kalau kau bisa memberikan anak padaku.”