
“Huahhh.” Kiara meregangkan otot-otot nya.
mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan.
“Aku memberimu pilihan, menciumku atau aku yang mencium mu.” Suara Khenzo Seperti meledek Istrinya.
Kiara menutupi wajahnya dengan Bantal, semalam, semalam adalah mimpinya yang terucapkan. lagi-lagi Dirinya harus menahan malu atas ulahnya sendiri.
“Dear, bangunlah. apa aku harus membantumu bangun.”
“Tidak sayang, aku bisa melakukannya.”
“Benar kah? Kau tidak mau bantuan ku.” Ujar Khenzo meyakinkan kembali.
“Tiak perlu repot suamiku.” balas Kiara,
gadis itu mulai bangkit dari tidurnya, tapi, ************ nya terasa sakit dan sangat perih.
Khenzo menatap Kiara, Dia tahu Istrinya sedang tidak baik-baik saja Sekarang.
“Dear! Kau tidak apa-apa?”
“Tidak Apa-apa kok.” balasnya dengan senyum.
Aaaauh, Sakitnya. Kenapa kaki ku terasa sakit.
Tiba-tiba rangkaian kejadian semalam terputar cepat di otaknya, Kejadian yang sangat jelas ia lakukan bersama suaminya.
Tadi malam! Kami benar-benar melakukannya.
Batinnya tidak percaya meski jelas-jelas ia sangat merasakan kejelasannya.
“Dear, kau mau aku membantumu ke kamar mandi.” ujar Khenzo.
“Tidak usah.” sahut kiara, langsung berjalan sempoyongan menuju kamar mandi.
Khenzo terkekeh sendiri melihat istrinya, pria itu lantas mengganti sepray yang kotor akibat ulahnya semalam.
Bercak darah dan cairan mereka terlihat jelas di permukaan sepray berwarna putih.
Khenzo langsung menggantinya dengan sepray yang bersih.
meletakkan sepray lama di keranjang baju kotor. yang akan ia Cici sendiri nanti.
Setelah hampir dua jam, Kiara keluar dari kamar mandi. sambil mengusap-usap rambutnya dengan handuk.
Khenzo langsung menghampiri Kiara.
“Aku saja yang melakukannya.”
Khenzo mengeringkan rambut Kiara, dengan sangat lembut dan berhati-hati.
“Apa kau lapar?” tanya Khenzo.
“Sedikit.”
“Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu Dear, makanlah! Aku akan mencuci ini dulu.” ujar Khenzo.
Kiara hanya mengangguk, Kiara hanya bisa duduk di atas ranjang sambil menikmati sarapannya.
sedangkan Suaminya mencuci di kamar mandi.
Kiara menikmati jusnya, ia tertawa miring dengan mata yang ia sipitkan.
He he, Ternyata Seperti ini Rasanya di jadikan Ratu. pikirnya.
Setelah beberapa jam, Khenzo sudah menyelesaikan pekerjaannya.
pria itu menghampiri Kiara yang masih betah tiduran di atas ranjang.
“Dear,” Khenzo membaringkan Tubuhnya di samping Kiara, Menciumi rambut Istrinya itu.
“Ada apa sayang.”
Khenzo langsung menindih Tubuh Kiara, menyelipkan tangannya di bawah tubuh istrinya sehingga ia memeluk gadisnya yang sudah menjelma menjadi wanita itu.
“Aku Mencintai mu dear.”.
“Eh.”
Khenzo langsung meraup bibir mungil kiara, membuat Kiara membalas ciuman itu.
Suasana semakin panas di pagi hari ini, Khenzo mulai menurunkan ciumannya, tepat di leher jenjang Istrinya.
Khenzo Meninggalkan Kissmarsk di sana. setempel kepemilikannya.
Semakin Turun, Sekarang Tuan muda itu sudah berada tepat di tempat kesukaannya.
membuat Kiara mendesah tertahan.
“Ah Sayang.”
“Ya Seperti itu Dear,”
Suasana kamar Kembali memekik, Perasaan keduanya Melabur di nirwana.
Saling berpandangan di Antara keduanya.
Kiara tidak terlalu semalu sebelumnya. ia tampak menikmati ulah suami yang berada di atasnya.
“Aku Mencintai mu Dear.”
Ucap Khenzo sesaat sebelum memasukkan juniornya.
Kiara menggeleng-gelengkan kepalanya, ketika rasa sakit sisa semalam belum sepenuhnya pulih.
“Agghhh.” erangannya tertahan di tenggorokan.
Khenzo menciumi Istrinya menenangkan Sang wanita dari kegamangan.
“Bertahanlah dear, aku akan melakukannya dengan lembut.”
“Arghh hiks.” Kiara menangis menahan kesakitan di sana.
Khenzo menenangkan wanita kesayangannya, membenarkan poni yang berantakan itu, Lalu mencium kening istrinya.
“Maafkan aku dear.” ucapnya pelan.
Kiara yang mulai merasakan Sesuatu yang berbeda dapat mengubah ekspresi nya, Ia tidak percaya rasa sakit itu tergantikan dengan kenikmatan yang tiada Tara.
“Dear, Apa masih sakit?” tanya Khenzo dengan suara Seraknya.
“Tidak, Tapi enak.” jawabnya sambil malu-malu kucing.
Chup
Khenzo menghadiahi Istrinya kecupan-kecupan Sayang.
Kedua insan itu terbuai dalam Kegiatan bercocok tanam Mereka.
sampai waktu tak terasa berputar.
“Aghh Kiara sayang.”
“Umhhh.”
“Ahhhhh arghh.”
Kiara Membenamkan wajahnya di dada bidang sauminya, Baru saja ia merasakan Ribuan kupu-kupu mengepak di perutnya. saat cairan Khenzo masuk begitu saja.
Khenzo melepaskan benihnya di dalam sana. lalu ia menatap Istrinya dengan tatapan orang yang jatuh cinta tergila-gila.
Khenzo meraba perut Kiara sambil berkata.
“Dia akan bersemedi di sana.” lalu menciumi perut rata milik Kiara
Kiara hanya bisa tersenyum malu atas tingkah suaminya.
Khenzo mengangkat lagi kiara kepelukannya.
menciumi Istrinya.
“make some more.”
Sambil mengangkat Kiara di atasnya.
Kedua insan itu melanjutkan lagi rounde selanjutnya.
entah sampai kapan mereka akan puas, setelah berpuasa begitu lama.
Lelah seakan tak terasa bagi Khenzo dan juga Kiara, Sekarang kedua Pasangan itu Sudah amburadul di atas ranjang saling memeluk satu sama lain.
“Dear, Aku sangat mencintaimu, apa kau tidak mencintai ku.”
Tentu saja aku mencintaimu Meski aku tidak selalu mengatakannya.
Batin Kiara.
“Kenapa tidak di jawab Dear,”
“Aku juga mencintai mu Sayang.”
Khenzo mencium pucuk kepala Istrinya, ia sudah berjanji akan menjadi Pria yang lembut hanya untuk Kiara dan anak-anaknya kelak.
______