MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Mandi bersama (part 1)



Hari begitu cepat di lalui. setelah berangkat dari London menuju Singapura, tanpa terasa, sudah seminggu mereka mendampingi Brian di rumah sakit terkenal itu.


tapi kondisi Brian masih tetap koma, tidak ada tanda-tanda kehidupan untuk jangka panjang.


Disisinya, Seorang gadis dengan setia mendampinginya, menyemangatinya dalam do'a. Apa yang bisa ia lakukan, hanya menangis saat lagi-lagi Dokter mengatakan kekasihnya Tidak akan bisa bertahan lama. hanya keajaiban yang bisa membuat Brian bangkit lagi. karena luka di otaknya sangatlah parah.


Bicara soal keajaiban. bagaiman dengan keadaan Rahel, Bagaimana bisa manusia yang di tembak bertubi-tubi bisa sembuh dalam waktu yang cukup singkat untuk pemulihan.


sedangkan Brian bertaruh nyawa demi bisa selamat dari cidera otak yang begitu parah.


Rahel dengan segala kesehatannya sekarang, mendatangi rumah Jordan dan Nayra.


memaksa pasangan itu agar membocorkan keberadaan mantan kekasihnya.


“Aku tidak memaksa paman untuk bicara, Aku hanya ingin paman bicara yang jujur saja.


Dimana Brian!” tanya Rahel dengan lantang.


“Aku tidak tahu.” jawab Jordan, sambil menuntun Istrinya berjalan menuju kamar meninggalkan wanita itu.


“Sayang ayo kita pergi. aku begitu angker melihat wanita jadi-jadian ini.” bisiknya kepada Nayra yang membuat Nayra terkekeh.


Plakkk.


Rahel menghadang Jordan dan Nayra dengan tangan panjangnya.


“Aku tidak mengijinkan paman pergi begitu saja. sebelum paman memberitahu dimana Brian.” Rahel belum menyerah, wanita itu masih terus memaksa, menggalih informasi mengenai Brian.


“Hei Rahel! Bukankah kau sudah membunuhnya. kau sudah gila ya. menanyakan keberadaan Brian kepada kami. kau sendiri adalah pembunuhnya.” Bentak Nayra yang sudah tidak tahan dengan keberadaaan orang yang tidak di undang itu di rumahnya.


“Apa katamu! Sekali lagi kau membicarakan Brian telah tiada, aku akan mencekik mu.”


“Jangan sekali-kali menyentuh Istriki. enyahlah dari sini. aku tidak mengharapkan kehadiranmu di rumahku.” cetus Jordan yang membuat Rahel diam, tapi hatinya begitu kesal.


“Ayo Sayang, kita masuk.” Jordan menyerat Istri manjanya dari hadapan rahel yang menyebalkan itu.


*******


“Tuan.” Nan membukakan pintu untuk Khenzo.


Khenzo keluar dengan arogannya dari mobil. menyematkan kacamata hitam di saku jasnya. memandangi keadaan rumah yang sepi dari luar itu.


Membayangkan Istrinya yang terkesan bandel itu. selama seminggu di Singapura ia tidak pernah bertemu Kiara, meski Pria itu sudah menyuruh Sekertaris Nan mengatur keberangkatan Kiara agar menjumpainya. tapi Kiara tetap saja tidak muncul di hadapannya membuat Khenzo geram dan cepat-cepat ingin pulang.


Khenzo memasuki rumah, langsung menuju kamarnya dengan Kiara.


memandangi gadis yang sedang asik bermain dengan Falerian.


Sialan, selama aku tudak ada di sisinya dia terlihat bahagia dengan Falerian.


apa aku tidak begitu penting di dalam hidupnya.


Batin Khenzo, ia terdengar cemburu.


“Hei kau, Kemarilah.” ujar Khenzo kepada istrinya yang selalu menghindarinya beberapa hari ini.


pasalnya Kiara begitu malu dengan kejadian seminggu lalu yang menimpanya di London. tanpa sadar Dirinya sudah di bodoh-bodohi oleh Nayra dan Lily. alhasil Dari perbuatan itu Kiara mengalami rasa malu tingkat akut yang sulit di jelaskan.


Kiara terperanjak, bahkan meski ia sangat merindukan Khenzo, tapi ia tidak menyangka suaminya akan datang secepat ini.


Tuan, kenapa anda kembali. bagaiman bisa aku menghadapi anda. Rasa malu di malam itu sungguh belum hilang sepenuhnya.


“Apa kau tidak mendengar ku?”


“Ah iya Tuan, Kenapa?” jawab Kiara dengan rona merah delima di pipinya.


Rasa malu itu masih saja membekas dalam-dalam di hatinya.


Khenzo menarik rambut Kiara yang terurai, bukan, bukan tarikan kasar, lebih tepatnya menarik rambut Kiara penuh dengan perasaan.


“Sudah sebulan kau menghindari ku kan.” ujarnya sambil menggulung-gulung rambut Kiara di Jemarinya.


Sebulan apanya Tuan. Aku tidak menghindari anda semalama itu, paling juga hanya satu Minggu tidak lebih.


Batin Kiara tanpa menjawab Pertanyaan suaminya.


“Hei, aku bicara padamu Gadis bodoh. apa ini caramu menyambut suami yang baru pulang dari luar negri.” racau Khenzo tidak terima istri yang ia rindukan tidak memerdulikan nya dan bahkan mencoba menghindarinya.


“Bu-kan Tuan! Saya tidak menghindari anda. anda sendiri yang tidak ada di rumah kan beberapa hari ini.” Jawab Kiara, bibirnya bergetar, matanya tak dapat memandang Khenzo yang silau karena keindahannya.


“Alasan! aku menyuruhmu datang menyusulku ke Singapura. kenapa selama seminggu kau tidak pernah datang menemui ku di sana? kau sengaja menghindariku ya.” ujar Khenzo sangat yakin dengan instingnya.


”Tidak tuan. Sebenarnya saya ingin sekali datang menemui anda. tapi Falerian demam saat itu. saya harus merawatnya Sampai sembuh.” Ujar Kiara memberitahu alasan. karena memang pada saat itu Falerian terkena demam ringan.


Khenzo hanya terdiam. Percuma berdebat dengan Istrinya, toh sekarang dia sudah melihat Kiara di hadapannya. jadi penatnya Selama beberapa hari itu mulai berangsur pergi.


“Siapkan air, aku mau mandi.”


“Baik Tuan.”


Khenzo merebahkan tubuhnya di atas ranjang di samping Falerian yang sedang asik menggigit mainannya.


Kiara langsung berjalan menuju kamar mandi, mengisi Bhathub dengan air hangat sambil mencampurkan sabun penuh busa dengan aroma Kasturi yang khas.


Kiara duduk di atas kloset. membayangkan apa yang sedang prianya lakukan di dalam kamar sana. jika saja ia bisa memastikan Khenzo sedang tidur. mungkin Gadis itu sudah berlari sekarang juga hanya untuk memandangi pria itu, guna melepas sedikit kerinduannya.


perasaannya pada Khenzo semakin meluap-luap tatkala ia di beritahu semuanya.


tentang perasaan Khenzo yang begitu mencintai.


Air di dalam bathtub sudah penuh, busa-busa melimpah menutupi permukaan air hangat yang tergenag di dalamnya.


Kiara mematikan keran air. lalu beranjak ingin keluar.


Pintu berderit pelan, saat Kiara membukanya.


ia menyaksikan Khenzo dengan jentel-nya menidurkan Falerian di box bayi.


menatap pemandangan itu.


Kiara berbalik pandangan, karena tidak kuasa bila harus memandangi pesona Khenzo terlalu lama.


Uwuh! Tuan Khenzo sangat mempesona. menidurkan Anak kami dengan lembutnya. ah jadi tidak sabar ingin punya anak sendiri bersama suamiku yang ganteng.


Batinnya, sambil merem melek membayangkan apa yang seharusnya terjadi di antara mereka.


“Kau kenapa?” suara Khenzo tiba-tiba terdengar.


membuyarkan lamunan Kiara yang sedang berfantasi tentang suaminya.


se-Jak kapan anda di sini Tuan!


Batinnya kaget.


“Bantu aku membersihkan tubuh, hari ini sangat melelahkan.” Perintah Khenzo.


Lalu menanggalkan setiap helai kain yang membalut di tubuhnya tanpa tersisa sama sekali.


Kiara yang melihatnya tertunduk malu.


dia bukan pertama kali ada di situasi ini. tapi jantungnya masih saja gemetar seperti meloncat-loncat ingin keluar saja rasanya.