
“Keluarkan Kalung model terbaru dan termahal di toko ini.” ujar Sekertaris Nan.
dan seketika para pegawai toko sibuk melayani tuan muda yang sedang duduk di Sova pengunjung.
Khenzo menunjuk sebuah kalung yang menurutnya lebih menonjol dari kalung-kalung yang lain.
“kemas ini untuk kiara.”
para pekerja toko langsung melakukan itu, walaupun sudah ada seorang pelanggan yang memesan itu dua bulan yang lalu. merek tinggal mendisainnya ulang.
kalung dengan berlian 224 karat di kelilingi Berlian pink di pinggirnya, kalian bisa bayangkan seberapa Fantastis harga itu. mungkin Milyaran bahkan triliunan.
mengemas dengan cantik, perhiasan perdana itu dan memberikannya kepada Khenzo.
para karyawan itu lalu menunduk saat Khenzo dan Nan beranjak keluar. jangan tanya soal pembayaran nya, bukankah ini adalah toko Milik Khenzo.
Perjalanan menuju Rumah Aditya, Khenzo seperti orang yang kesurupan di bangku belakang, sedikit-sedikit Tersenyum, sedikit-sedikit tertawa.
itulah contoh orang yang lagi kasmaran.
Dari kaca spion, Sekertaris Nan tampak memperhatikan itu, Ia heran sambil bergumam.
“Apa bagusnya jatuh cinta. Kelihatannya orang yang jatuh cinta akan berubah sedikit gila dan aneh, contohnya Tuan muda.” Pikir nan.
“Nan, Bisa lebih cepat tidak menyetirnya.”
“Baik Tuan, Saya akan lebih cepat.” ujar Nan, sambil menaikkan laju kendaraannya.
beberapa menit kemudian. Khenzo bersuara lagi.
“Nan, Kamu bisa menyetir dengan cepat tidak, kenapa Mobilnya begitu lambat.” ujarnya menyalahkan Sekertarisnya.
“AstagaTuan! ini sudah dia tas rata² saya mengendarainya.” ingin sekali Nan mengatakan seperti itu, Tapi ia hanya diam. Mengabaikan Omelan itu, dan fokus berkendara adalah pilihan terbaik untuknya.
Di belakang Khenzo sedang kesal.
“Benar-benar lambat.”
Bukan Tuan, Anda yang tidak sabaran bukan Mobilnya yang lambat.
Batin Nan
*******
Di dalam kamar, Kiara baru selesai mandi, hari sudah sore saatnya bertemu dengan sang suami.
Gadis itu tampak asik memilih gaun yang harus ia kenakan sekarang,
“Aaaa aku menemukannya.” Kiara kegirangan, sambil memakainya ia bernyanyi di dalam hatinya.
hari ini sungguh menggembirakan karena kedatangan Khenzo sebentar lagi.
Tittttt Ttitt.
“Itu dia.”
Suara kelakson mobil Terdengar di halaman rumah, membuat Kiara menoleh dari jendela kamarnya yang berada di lantai dua.
“Aaa,Tuan Khenzo semakin tampan saja. aku sangat merindukannya.” Kiara keluar dari kamarnya, lalu turun menemui suaminya.
Srakkkkkk.
Sobekan hati mengeras, jantung tak berhenti berdentum kencang.
melihat pria yang tidak ia temui beberapa hari lalu. rasanya sangat rindu.
Khenzo berlutut di hadapan Kiara. sambil menyodorkan Sebuket bunga mawar indah.
“Maafkan aku Istriku. mau kah kau membina kembali rumah tangga kita. aku berjanji! akan bersikap lembut padamu.” Khenzo menyerahkan Bunganya.
Kiara menerima itu, Meski para orang tua sudah membimbingnya agar berlaku jual mahal pada suaminya, tapi, tetap saja ia tidak bisa melakukannya.
“Aku memaafkan mu Tuan.”
Khenzo berdiri dari jongkoknya. memeluk Kiara seperti Apa yang sudah ia pikirkan sebelumnya. sangat erat. bahkan tidak memerdulikan para orang tua Disana.
Khenzo berbisik syahdu di telinga Kiara.
“Aku sangat mencintaimu.”
Itu membuat Kiara terjenga, berasa ribuan kupu-kupu mengepak dadanya. rasanya sangat indah. beginilah Warna jatuh cinta.
merah dan jingga muda berpadu, membentuk hati di udara.
Sesi makan malam Keluarga sudah di Mulai, tapi Khenzo belum bisa menghentikan ke bucinannya.
tangannya sibuk menggenggam jemari Kiara, dan merem*snya beberapa Kali.
kaki Khenzo menghimpit kaki Kiara.
bahkan saat beberapa orang tua menyadarinya dia tidak peduli, dan hanya sibuk memandangi Kiara. hanya itu yang ia lakukan.
Makan malam berlangsung begitu saja. meski Khenzo tidak makan banyak, baginya memandangi Kiara perutnya sudah kenyang.
Sedangkan para pria. mereka duduk di ruang tamu, sambil bercengkrama Ria.
Seorang pelayan membawa nampan berisi dua teko kaca beserta gelas-gelas nya.
Saat sang pelayan ingin menuangkannya. Aditya dan Roby segera menghentikannya.
“Biar kami saja yang melakukannya Bi.”
akhirnya sang pelayan pun pergi kembali kebelakang.
“Eh, Tadi dimana yang di kasih Obat ya?” arti tatapan Aditya kepada Roby.
“Ah aku juga jadi bingung.”Roby membalas dengan menaikkan pundaknya.
“Sepertinya yang ini deh.” Ujar Aditya menuang jus Semangka kedalam gelas. mempersilahkan Khenzo minum.
sedangkan mereka menyeduh jus jeruk kedalam gelas merek masing-masing.
dan Nan yang juga Disana. ia lebih minum susu Rasa coklat kesukaannya.
keempat prai itu bercengkrama Ria.
sambil menikmati minuman mereka.
selang beberapa menit.
“Aku sudang mengantuk, Aku ingin pergi tidur.” ujar Khenzo sambil berdiri dari duduknya.
“Nan, kau juga istirahat. besok kerjaan kita banyak.”
“Baik Tuan.” ujar Nan.
kedua pria itu meninggalkan para pria paruh baya itu.
“Sepertinya berhasil.” ujar Roby.
“Benar, efek obatnya benar-benar manjur.” Aditya menimpali.
Tapi,
seketika suasana menjadi hening,
“Bro, kok aku merasa badanku sedikit aneh ya.” Ujar Aditya.
“Benar, aku juga merasakannya. Panas dan menyiksa.” balas Roby.
Oh Sh'it.
kedua pria itu langsung mengangkat Teko kaca berisi jus jeruk yang di beri tulisan kecil di bawahnya. Untuk Khenzo.
Jus yang sudah mereka santap dengan gobloknya.
dan endingnya. kalian bisa membayangkan sendiri ya.
Hari sudah semakin larut malam, Ini adalah hal yang paling di tunggu-tunggu oleh para pembaca.
Di dalam kamar, Kiara begitu Resah dengan adegan selanjutnya, Ia sudah membayangkan bagaiman Endingnya nanti, saat Khenzo memasuki kamar.
Ini adalah nasib seorang istri yang sudah bersuami, mereka memang sudah menikah hampir satu tahun.
jadi sungguh tidak salah lagi bila merek harus menyalurkan rasa keinginan terhadap pasangannya.
Deg deg.
Bahkan jantung Kiara terdengar berdetak Kencang sangkin groginya. apa yang harus ia lakukan. Ibu dan mertuanya tega melakukan ini padanya. mendandaninya cantik, dan memaksa memakaikan baju tidur terbuka seperti ini.
emangnya aku gadis penggoda pikirnya.
Di ambang pintu, Khenzo sudah memasuki kamar menyalakan lampu, dan kaget dengan keadaan Istrinya.
Di atas ranjang, Kiara membalut semua tubuhnya dengan selimut, karena dia sangat malu memperlihatkan keadaannya.
Khenzo berjalan begitu cepat. menghampiri Kiara. memeluknya dengan erat.
“aku merindukanmu. sangat merindukanmu.”
Ujar Khenzo, Sambil menciumi wajah istrinya bertubi-tubi.
Memeluk Kiara dalam tidurnya, pria itu tertidur pulas di samping Kiara.
katakan aneh kepada Khenzo. bukannya melakukan hal yang sewajarnya malah mengabaikan pesona Istrinya.
Pria itu akhirnya bisa tidur nyenyak juga setelah berhari-hari tidak mencicipi indahnya rasa bermimpi.
Lupakan soal malam pertama. mungkin sekarang bukan lah waktunya.
Yah,,, akhirnya penonton kecewa lagi.
Adengan yang seharusnya terencana tiba-tiba gagal begitu saja. inilah yang di namakan Senjata makan Tuannya.