MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
stress



 


Pulang menuju Rumah, Mobil mewah Sekertaris Nan membelah jalanan kota.


 pria yang Mahir dengan lima bahasa itu terus memandangi Tuan mudanya dari spion dengan mimik Wajah Heran.


Khenzo, Orang yang biasanya diam dan Terus menatap kedepan itu sekarang malah Cengengesan di bangku belakang mobil.


Memandangi layar gawai. Fose Lucu dari Kiara yang sempat ia abadikan tadi sore.


Tuan Anda tidak sakit kan! Apa yang membuat anda sebahagia itu.


Batin Sekertaris Nan ingin tahu.


Masih dengan Bibir yang merekah Lebar. Khenzo Lagi-lagi tergelak meratapi setiap sudut Layar gawai itu.


“Nan.” Panggilnya pelan.


“Coba lihat, Dia seperti Pinguin yang minta di cium saja. mulutnya monyong kedepan, Ha ha ha sangat menggelikan.” ujar Khenzo sambil tertawa puas.


Mana tuan! Aku juga penasaran ingin lihat.


Sekertaris Nan menoleh ke belakang.


“He, kau mau mati ya, Kalau sedang menyetir jangan lihat ke belakang.


Bagaimana kalau kita kecelakaan memangnya kamu punya asuransinya.” Ujar Khenzo dengan Galaknya, padahal dia sendiri yang menyuruh Sekertaris Nan untuk melihat.


“Tidak Tuan, maafkan saya.” Ujar Sekertaris Nan Sambil fokus menyetir.


“Emm.”


Bergerak dari duduknya, menempatkan layar Gawainya di hadapan wajah Sekertaris Nan.


“Lihat! Lucu kan!?.” ujar Khenzo setelah menunjukkan Layar Gawainya.


Sekertaris Nan menoleh ke layar gawai.


menatap Foto Nona mudanya yang memang sangat mengundang gelak tawa.


“Sudah, Jangan terlalu lama memandanginya. dia itu terlalu cantik, Nanti kamu malah naksir lagi.” ujar Khenzo membentak Sekertarisnya.


“He he, iya sih Tuan. melihat Nona Kiara yang begitu Perfect Siapa yang tidak jatuh hati. termasuk saya.”


Hemmmm


Wajah Khenzo berubah merah. kesal dengan sekertaris Tampan dan juga Ganjen itu.


“Berhenti.”


perintah Khenzo kepada Sekertarisnya.


Sontak, Sekertaris Nan langsung menghentikan mobilnya di bahu jalan.


“Turun kau Nan, Membuat suasana hati jadi kacau saja.” Ujar Khenzo kepada orang yang paling setia kepadanya itu.


“Tidak tuan, Saya tidak bisa meninggalkan tuan muda sendirian.” ujar Sekertaris Nan mengalah. Karna kalau dia turun masalahnya tidak akan sesimpel ini lagi.


“Lalu kenapa kau berani membuatku jadi tidak berselera di supiri olehmu lagi.”


“Maaf tuan saya salah.”


“Bagus kalau kau tahu salah. Jalan!.”


Sekertaris Nan mengangguk, Dia salah bercanda di waktu yang tidak tepat.


Membuat tuan mudanya itu menganggap serius perkataannya.


“Nan, Kiara itu istriku. Tidak boleh ada pria lain yang mengaguminya. Meskipun aku tidak mencintai Kiara Tapi Aku ini adalah suami sahnya. Kau mengerti maksudku kan.” Ujar Khenzo panjang lebar.


Iya Iya Tuan. saya sangat memgerti. tadi itu hanya bercanda saja.


“Baik Tuan saya sangat mengerti.”


“Emmm.”


Si Nan bodoh ini ingin berencana terpikat pada Kiara. Tidak bisa.


Aku pasti akan menjadikan Kiara jelek seketika.


“Aku percayakan semua padamu. Katakan pada Pak Min untuk selalu memperhatikan Makanan Kiara. pastikan gadis itu makan yang banyak! Jangan sampai dia kekurangan makanan.”


“Baik tuan.”


Sesampainya di Rumah. Hari sudah sangat larut malam.


Pak min menyambut kedatangan tuan mudanya di depan pintu.


“Dimana Dia!.” Tanya Khenzo kepada pak min yang menunduk hormat kepadanya.


“Nona sudah tidur Tuan.”


“Banyak Tuan. Nona Sangat suka makan, Apalagi setelah Tuan kecil tidak tinggal lagi di rumah ini. Aktifitas Nona hanya makan, Minum, Mengunyah. Dan beberapa aktigitas pribadi seperti mandi dan sebagainya.”


“Em.


Kau harus memastikan dia tidak kekurangan makanan pak Min!.” ujar Khenzo. sambil membuka pintu kamar Kiara.


memandangi wajah Cantik yang berbinar di bawah sinar lampu Tidur yang remang-remang.


Menutup lagi pintu itu setelah memastikan Istrinya yang tidak pernah di perhatikan itu sudah tidur pulas.


Pak min mengunci pintu Kiara lagi.


Setelah tuan mudanya puas memandangi dan memastikan keadaannya.


Berjalan menuju Ruang Kerja diikuti oleh Sekertaris Nan, Sedangkan Pak Min menunggu di luar ruangan.


Duduk di atas kursi putarnya. menoleh kearah Sekertaris Nan yang masih berdiri.


Mengisyaratkan agar Pria itu Duduk di kursi depannya.


“Jadi,, Kapan kita selesai. aku tidak sabar ingin liburan ke London.”


“Tuan. setelah Kita pulang dari Luar kota , baru bisa liburan Ke London. Tuan memiliki Jadwal yang padat Minggu ini.”


“Ya sudah. Kamu pergilah pulang dan istirahat. Jangan sampai telat besok.” Ujar Khenzo mengingatkan meski Sekertaris Nan tidak pernah terlambat satu detik saja.


.


.


.


Keesokan harinya.


Kiara Bangun dari tidur nyenyaknya.


gadis itu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan Tubuhnya.


mengganti baju dengan dress yang indah. berharap pria yang mulai ia naksiri itu sudi memandang dan memperhatikannya.


Menari-nari Di depan Cermin besar. Kiara sangat bahagia Apalagi setelah mengetahui Seratus Khenzo yang sebenarnya.


Haha Aku pasti sudah Sinting karena mengira Tuan Khenzo sudah pernah beristri sebelumnya. kenyataannya ha ha ha. Aku adalah istri pertamanya.


Tidak peduli dia akan membenciku setelah tahu aku adalah Kiara. gadis SMU yang di cari-cari untuk balas dendam. cepat atau lambat aku pasti akan jujur padanya.


Batin Kiara menerawang.


“Nona.. Saya datang membawa Sarapan untuk anda.” Ujar Bibi Mel datang sambil membawa nampan di tangannya.


“Eh Bibi Mel. silahkan Masuk.” Jawab Kiara.


Sang pelayan paruh baya itu masuk atas dasar perintah Kiara. meletakkan sarapan di atas meja. kiara duduk sambil menyesap susu hangat rasa Vanilla itu.


“Bibi. Bagaiman Rambutku bagus tidak!.” Ujar Kiara sambil menggulung rambut dengan jarinya. sangat terkesan centil.


Gadis itu Sempat-sempatnya Mengundang Para Tukang salon terbaik kota kemarin. demi memperoleh rambut bergelombang seperti yang ada di kepalanya sekarang.


Pasti Tuan Khenzo suka deh. he he he.


Batinnya senang.


“Uwahhhh Nona tambah cantik saja. Pasti Tuan akan melirik Anda sedikit Nona.” Decak kagum terlontar dari mulut Bibi Mel.


“Benarkah Bibi Mel. aaa kau sangat mendukung.” Jawab Kiara riang. Meski Hanya sedikit seperti yang di katakan bibi Mel, itu sudah lebih dari cukup untuk kiara.


“Ngomong-ngomong. Apa tuan Khenzo sudah Pulang Bi.” Tanya Kiara. karena sejak pulang dari Airport dia bum pernah melihat wajah rupawan suaminya.


“Sudah Nona.” jawab Bibi Mel.


Wajah secantik Paripurna itu tersipu malu. membayangkan dia akan sarapan lagi di bawah bersama tuan Khenzo.


“Tapi Tuan muda sudah pergi tadi pagi Nona.” Sambung Bibi Mel.


Kaget, Kiara menatap Sendu Pelayannya. seperti berkata;


Kemana? Kenapa aku tidak tahu pasti kau tidak mau memberitahuku ya.


Sorot mata menawan itu seprti meminta jawaban.


“Tuan pergi keluar kota bersama Sekertaris Nan untuk mengurus bisnis. Dan akan kembali beberapa Minggu kedepan Nona.” ujar Bibi Mel menjelaskan.


Happp


melahap Roti isi Itu kedalam mulutnya. setres ketika mendengar penjelasan Bibi Mel.


Bersambung....