MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Segala Cara



 


Ssssrrrrrr


Air Jernih jatuh mengalir dari Shower. Kiara Membasahi tubuhnya yang terasa sedikit lengket.


Uwahhhhhhh segarnya. Mandi memang Sangat nyaman.


Krekkk


Pintu kamar mandi yang memang tidak di kunci itu terbuka.


Khenzo dengan santainya masuk ke dalam kamar mandi Orang tanpa aba-aba terlebih dahulu.


Kiara panik, Tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Kiara menjerit ketakutan melihat Khenzo tiba-tiba Datang ke kamar mandinya.


Dada Ranum yang terbuka lebar, Tidak memiliki sehelai benangpun di tubuhnya. Kiara melindungi Aset-aset berharga itu dengan kedua tangannya.


Tangan kiri menutupi Tubuh bagian atas dan satunya menutupi tubuh bagian Bawah. tapi tetap saja, tangan semungil itu tidak akan bisa melindungi yang ingin ia tutupi.


Menyeringai, Khenzo Melempar Jubah mandi yang baru ia lepas dari tubuhnya ke arah Kiara. karena merasa iba melihat wajah yang sudah merah delima itu.


Khenzo masuk kedalam Bathtub.


Sialan. Kenapa pria mesum ini tiba-tiba Ada di dalam kamar mandiku.


Ini lah yang di sebut Sudah kena Sial, dapat Rugi lagi.


“Apa yang kau lakukan, ngga sopan memasuki Kamar mandi Gadis tanpa seijinnya, apalagi yang punya sedang mandi.” Kiara kesal. Mata seindah senja itu mulai menganak air di ekor matanya.


“Tidak sopan bagaiman, Apa aku perlu ijin memasuki Kamar mandi istrku. lagi pula ini adalah rumahku. suka-suka ku mau mandi di mana saja!.”


Mendengar itu tentu saja membuat Kiara geram, Siapa yang tidak kesal Berada di posisi Kiara saat ini. Bak ternodai dipandang tajam seperti tatapan elang tuan muda itu tidak ingin berlalu.


Kiara memakai jubah mandi itu cepat. merem*s Ujung Jubah yang hangat.


Kurang ajar, Aku ingin sekali menjambak rambutnya. Aku sudah tidak tahan memperlakukannya sebaik mungkin aku ingin menentangnya sekali saja.


Tapi


Dia memang benar, seorang suami tidak perlu meminta ijin pada istrinya.


Sabar Kiara, Dia Rajanya, Bos, Yang mulai pemilik tahta yang agung. kau hanya rakyat biasa disini. prajurit-nya. dan pekerjaanmu hanya melakukan apa yang menjadi keinginanya.


Mengelus dada. mencoba sabar meski tak tahan.


Di dalam Bathtub mandi ber-aroma mint menjadi sangat kuat tercium.


“Kemari.!” perintah Khenzo.


“Tidak mau!.”


“Aku tidak ingin mendengar penolakan.” sorot mata tajam menghiasi ucapan Sang Tuan muda.


Kiara melangkah mendekat, meski betis tipis itu terasa berat, Dia harus memenuhi keinginan Khenzo tanpa perotes.


"Apa Maumu Sinting."


aku ingin sekali mengucapkan itu kepada tuan Khenzo. tapi kenapa bibir ku ini berkata dengan manis seperti ini;


“Ada apa suamiku, Apa kau membutuhkan sesuatu?.”


“Cuci rambutku!.” perintah Khenzo sambil menunjuk Botol sampo beraroma kasturi yang ada di samping Kiara.


Gadis itu melakukannya, membasahi rambut hitam kecoklatan itu dan melumurinya dengan shampo yang banyak. memijat dengan lembut kulit kepala Khenzo.


Nyaman


Kiara melakukannya dengan paksa, lama kelamaan gadis itu mulai ketagihan.


Tekstur lembut dari busa berkolaborasi dengan Halusnya Rambut Khenzo, membuat Sang empu betah berlama-lama menjambak, merem*s, dan mempermainkan kepala Khenzo.


hehe, Ini sangat keren. menyentuh kepalanya tidak sesulit yang ku bayangkan.


Batin Kiara Senang.


“Kau suka.” Suara Khenzo ringan.


hah'.


“Apanya Yang suka.” Ucap Kiara terkesan bingung.


“Kelihatannya kau sangat suka mempermainkan Rambutku.”


“Mana Ada! A-ku hanya.”..


“Lakukan itu setiap hari jika kau menyukainya.”


Tunggu dulu. kapan aku mengatakannya.


Atau jangan-jangan Kau yang suka rambut mu di permainkan seperti ini. tapi kau seolah memutar balikkan fakta dengan mengatakan aku yang suka.


Ho–Ho Kau sangat Pandai Tuan.


Batin Kiara kesal.


“Sudah cukup, Kau boleh membilasnya.”


“Baik.”


Setelah acara mandi selesai. Kiara hampir saja tidak bisa melangkahkan kakinya hanya untuk makan malam bersama Khenzo. Malu, Rasa yang selalu menghantuinya ketika melihat Khenzo selalu timbul bahkan Saat ia membayangkan tuan muda itu.


Sangat-sangat memalukan! Dia memandangi tubuh polosku dengan senyum iblisnya. aku aaaaaa Ini sangat memalukan sekali. Aku tidak usah makan malam sekalian jika harus bertemu dengannya.


Krukkkkkk kryukkkkk.


Suara perut keroncongan.


Frustasi, Tidak ada pilihan lain selain turun ke bawah menemui Khenzo.


Terasa sangat canggung, Kiara Tersenyum seperti biasanya, tapi kali ini terasa sangat berat, rasa malu yang akut masih menerpa Kulitnya sampai menyelimuti tulang-tulangnya.


“Maaf sudah membuat mu menunggu lama.”


Kiara mengambil piring di hadapan Khenzo mengisinya dengan nasi dan beberapa lauk enak.


“Silahkan makan.”


Pasangan Muda itu makan malam Bersama, Memecah kecanggungan dengan kunyahan yang nikmat.


“Apa itu.” Mata Khenzo melirik ke arah piring Kiara.


Lagi-lagi seperti ini. apa dia akan membuat masalah setelah ini.


“Ini Kaki sotong, Sangat kenyal dan nikmat, Rasanya bumbu pedas dan manis yang nikmat. Aku sangat menyukainya.”


“Oh ya, Kenapa aku tidak punya!.” Ujar Khenzo membelalakkan matanya.


Pak Min bilang Kau tidak suka makanan Seafood.


Makanya mereka tidak pernah memasaknya. tapi karena aku sangat cinta masakan seperti ini. aku meriquesnya pada Pak Min.


Kalau tuan mau! Riques saja sendiri.


Batin Kiara jutek.


“Bagi untukku!.” Khenzo menyodorkan piringnya.


Tidak! Aaaa apa dia akan melarang seafood juga sebagai menu Di rumah ini seperti melarang ku memakan salad seperti tadi.


Tidak!!!!


Bahkan Kesenangan ku termasuk makan. kenapa dia ingin merenggut salah satu kesenanganku ini.


“Kau tidak mau membaginya padaku, Kau sangat pelit Kiara!.”


Khenzo menarik kembali Piringnya.


Kiara.


Dia memanggil namaku. apa aku tidak salah dengar!.


“Bukan begitu.”


“Kalau bukan pelit apalagi namanya.” Khenzo memalingkan pandangannya, tidak suka.


“Baiklah Tuan aku memang pelit.


maaf sudah membuat anda kecewa. Ini untukmu saja.”


Kiara menyodorkan Sepiring makanan laut dengan sambal Asam manis itu ke hadapan Khenzo.


“Suapi Aku.” Khenzo melebarkan mulutnya.


Kiara menyuapi, seperti itulah sampai keduanya Selesai makan malam.


Di kamar Kiara. AC tiba-tiba Mati.


Gadis itu sangat kegerahan sampi harus menghubungi pak Min yang berada di lantai bawah itu berkali-kali.


“Pak, Sepertinya AC di kamar saya Mati. Tolong di perbaiki Ya.” Ujar Kiara di dalam sambungan telpon itu lalu memutuskan sambungan.


Yang di telpon tersenyum Kuda. Mana mungkin akan ia perbaiki, Mematikan AC kamar Kiara adalah dasar perintah dari sang tuan mudanya.


Beberapa saat lagi, Kiara menghubungi pak Min kembali.


Tetap saja. AC di kamarnya tidak mau nyala.


Pada akhirnya kiara Memutuskan keluar kamarnya, menuju kamar Si kecil.


Tapi di depan pintu kamar Bibi Mel mencegatnya. “Nona ingin kemana.”


“oh, ini Bibi. AC kamar ku mati, aku tidak bisa tidur di suhu ruangan yang terlalu hangat.”


“Aaa Nona, Bibi tau anda harus kemana.” Ujar Bibi Mel.


“Kemana Bi.”


Bibi Mel menunjuk kamar, membuat Kiara meneguk Saliva dan gemetar.


“Tidak tidak Bi!, lebih baik aku ke kamar Falerian.”


“Nona tidak bisa di sana, Tuan kecil akan mengganggu tidur Nona. Tuan Kecil seharian bersama Nona kan, biarkan pelayan lain yang mengurusnya di malam hari.”


Kiara berpikir keras.


“Sudahlah Nona, Di dalam ada dua ranjang.”


Bibi Mel membuka pintu kamar Khenzo.


Mata Kiara terbelalak.


Dari mana dia mendapat kunci itu.


“Selamat malam Nona.”


Bibi Mel mendorong tubuh Kiara masuk ke dalam kamar Khenzo.


Gadis itu merinding, bisa-bisanya Dia tidak bisa menolak. malah melompat masuk saat Bibi Mel mendorongnya masuk ke lubang Buaya.


Ha-ha-ha


Bersambung......