MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Tragedi Kimono (part 1)



Basecamp di dalam rumah, tempat yang biasa Khenzo gunakan untuk kumpul bersama teman atau keluarga yang bertandang kerumahnya.


Tempat itu begitu tegang sekarang, apalagi tingkah pria itu membuat Sekertaris Nan sakit perut mendengar semua pertanyaan di otak tuan mudanya.


Sambil bersender di bantalan Sova, Khenzo memikirkan sesuatu.


sayangnya pikiran itu selalu lolos dari mulutnya karena sangat Kesenangan.


Nanti kalau bertemu Kiara aku harus bagaimana? pokoknya kalau sudah bertemu nanti aku akan memeluk istriku erat.


tidak peduli dengan orang banyak, yang penting harus melepaskan rindu dulu.


Kesempatan emas ini tidak datang dua kali kan.


ngomong-ngomong kenapa para orang tua biadab itu menyetujui aku menemui Kiara.


Apa jangan-jangan mereka mau menasihatiku.


Ah biarlah, kalau mereka memang mau menasihatiku, aku juga akan menasihati mereka.


bagaimana bisa mereka setega itu memisahkan orang yang saling mencintai.


Nan yang duduk menemani tuan mudanya itu menungging senyum mendengar pikiran yang terucapkan itu.


“Nan,” Sapa Khenzo.


“Iya tuan, ada apa.”


“Jam berapa.”


“Sekarang jam 10:45 Tuan.”


“Gila, kenapa waktu lamban sekali.”


Bukan waktu yang lambat tuan, anda yang tidak sabaran.


Seharusnya sekarang kita masih di perusahaan.


Tapi anda malah pulang.


Batin Sekertaris Nan.


Khenzo mengangkat bokongnya dari Sova, Mungkin ia merasa panas.


Pria itu berjalan kesana kemari, mondar mandir tidak jelas. Sesekali menanyakan Nan sesuatu.


“Jam berapa Nan.”


Pertanyaan itu membuat Sekertaris Nan merah telinga, bagaimana tidak kesal, Tuan mudanya hampir bertanya seperti itu disetiap pergantian menit.


kalian bisa membayangkan betapa sedihnya kehidupan Sekertaris Nan di sisi tuan mudanya.


Tuan, Tolong anda duduk Saja.


Kepala saya sakit, betis saya capek melihat anda mondar mandir, anda yang begitu saya yang kesakitan.


“Tuan, Apa kita perlu jalan-jalan sebentar?” ujar Nan memberi saran.


“Kemana?”


“Ke suatu tempat, Apa anda tidak ingin membelikan sesuatu kepada Nona?” saran Nan lagi.


“Sesuatu?”


“Iya Tuan, Seperti Hadiah.”


Hadiah? Aku belum pernah memberikan hadiah kepada Kiara.


“Ngomong-ngomong Kapan Kiara ulang tahun.” Khenzo mulai kepo.


Nan tampak memperhatikan Klender ponselnya, Di sana Tertera dengan jelas. Tanggal Dua puluh sembilan. Sekertaris itu sudah menandainya sejak Kiara menjadi istri Khenzo sebelas bulan yang lalu.


“Tanggal dua puluh sembilan Tuan, tepatnya di bulan ini, nona akan merayakan ulang tahun pertama setelah menikah.”


“Benarkah, bukankah itu sudah tidak lama lagi!”


“Kalau begitu Siapkan pesta besar Untuknya.”


“Baik tuan.”


Khenzo lalu keluar dari ruangan indah itu, dan sekertaris Nan mengikur di belakang.


Mereka memasuki mobil, nan memulai perjalanan dengan ucapan Basmalah seperti Biasanya.


“Tuan, Kita mau kemana?”


Bammm.


Khenzo menendang kursi di hadapannya. membuat Sekertaris Nan sedikit terpingkal.


“Bukankah kau yang mengajakku pergi, bawa aku kemana saja, yang yang penting Malam cepat tiba.”


“Baik Tuan.”


Nan melaju kencang kendaraannya menuju sebuah toko yang berlogo R.N di depannya. toko berlian terkenal milik Khenzo.


“Kenapa kita kemari.”


“Tuan akan memilih perhiasan untuk Nona, agar beliau senang saat anda bertemu dengannya nanti.”


Khenzo hanya diam, ia menurut, kedua pria itu keluar mobil dan memasuki toko.


*******


Di kediaman keluarga Aditya.


Semua orang tampak sibuk mempersiapkan makan malam yang memang di sengaja ini.


Zahrana, Ririn dan juga Kiara berkumpul di sebuah ruangan keluarga.


sedangkan Aditya dan Roby sudah pergi ke perusahaan milik Roby.


Kiara lagi-lagi harus menahan rasa malu, Karena saat ini, Dia di suguhkan dengan kimono terbuka dengan beberapa jenis rupa dan motif yang berbeda.


“Kiara Sayang, Pilih yang mana saja yang menurutmu Indah.” Ujar Zahrana menunjuk beberapa kepada Kiara.


“A-ku tidak tahu Mih, Rasanya aku tidak ingin memakainya.”


“Sayang, kamu harus pakai ini nanti malam ya. biar mami yang memilihkannya.”


Zahrana memilih Kimono ikat dengan bentuk yang Begitu Terbuka. membuat Kiara menelan Ludah.


Ia bisa membayangkan seperti apa jadinya jika dia memakai itu nanti malam di kamarnya bersama Khenzo.


Hayalan kiara.


Lampu kamar di matikan, Hanya ada cahaya remang-remang dari Lampu tidur di nakas.


beberapa lilin menari-nari dengan indah, berjejer membentuk Sebuah love di lantai. bunga mawar bertebaran di ranjang dan memenuhi seluruh lantai.


“Sayang, Kemari dan sentuh aku.” ujar seorang gadis yang sedang tebar pesona di atas ranjang.


memperlihatkan paha mulusnya, Perut dan dada atas di sengaja terbuka, Memberi kesan seksi yang menggoda suaminya.


“Dear, Kau sedang apa?” ujar Khenzo yang datang dari ambang pintu.


“Ini baju apa? jelek sekali. mataku sakit melihatnya cepat lepaskan.”


“Tidakkkkkkk!” teriak Kiara sambil mengahiri pikiran +18 nya.


Gadis itu berlari menuju kamar sambil berteriak.


Aku tidak mau melakukannya, Mami dan Ibu saja yang memakainya.”


Ririn dan Zahrana saling berpandangan. menatap Sesuatu yang ada di tangan mereka masing-masing.


kedua wanita itu tersipu malu.


Di usia yang sudah tidak muda itu mereka masih suka berpakaian minim di depan laki mereka.