
Masih di ruang Gym, Dokter petter Di awasi oleh Khenzo sedang menuntun Kiara untuk berolah raga dengan menggunakan Treadmill.
“Bagus Nona, Saya akan menaikkan sedikit Kecepatannya.” ujar dokter petter, yang ahli di bidang kesehatan apapun itu.
“Baik Dokter.” ujar Kiara, masih dengan wajah ceria dan nafas teratur.
Dokter petter menaikkan Kecepatan rendah kekecepatan Sedang.
Kiara masih semangat. tangannya ikut menari-nari di Udara.
Sambil berseru. “Semangat!, semangat demi kurus!”
membuat Khenzo tergelak ke arah lain.
Setelah beberapa menit.
Hoshh–hosh hosh.
Kiara mulai kewalahan, nafasnya mulai tersegal, Karna tubuh pam-pam nya kiara menjadi cepat sekali Lelah.
“He!”
bentak Khenzo.
“Kau mau membuatnya mati kehabisan nafas gara-gara kelahan, Hah!” ujar Khenzo dengan suara tinggi, mematikan Treadmill dengan cepat sambil menuntun Kiara Beranjak dari treadmill.
“Tuan, Nona masih harus....
“Tutup mulutmu dokter gadungan! istriku hampir kehilangan semua nafasnya.” bentak Khenzo yang langsung membungkam mulut dokter petter.
Tuan, Apa yang anda lakukan, Nona kiara mana bisa kurus kalau terus saja seperti ini.
Batin Dokter petter.
Menuntun Kiara duduk di lantai. khenzo tampak sangat perhatian kepada istri hasil perjodohan ini.
“Minumlah, jangan terlalu di paksakan.” Khenzo membuka tutup segel air mineral, memberikannya pada Kiara.
“Terimakasih Tuan.” ujar Kiara dengan senyum yang teramat manis.
Khenzo hanya diam, tidak membalas Ucapan terimakasih itu, tapi matanya sibuk memperhatilan Kiara meneguk Air mineral.
Glegg glegg
Suara Kiara minum,
Huahhhhhh segara.
gadis itu menutup Botol mineral yang isinya tidak lebih separohnya lagi. meletakkannya di samping Khenzo.
“Ayo semangat lagi Tuan.” ujar Kiara semangatnya kembali membuat Khenzo tersenyum samar
Kiara memghampiri dokter petter, orang yang menjadi penuntun olah raga ini.
Dari Arah dekat, Khenzo masih memperhatikan, memantau Dokter petter, khawatir Dokter itu membuat step olah raga yang melelahkan lagi seperti tadi.
Sambil minum Air mineral bekas Kiara, Khenzo belum sadar apa yang ia lakukan.
Bhyuzzss.
menyemburkan air yang ada di mulutnya.
matanya melotot ingin luar saat melihat kelakuan jahanam dokter petter yang memperlakukan istrinya kurang Sopan.
“He! He Kau, Dokter petter, Apa yang kau lakukan mau mati ya.” bentak Khenzo kepada sahabatnya itu.
“Tuan.” ujar Kiara heran.
“Lepaskan ini.!” Khenzo mengambil alih Dumbell kecil di tangan kiara. melemparkannya ke sembarang arah.
retak!.
“kenapa kau mau saja di susahkan sama pria aneh ini.” Bicara pada Kiara sambil menunjuk wajah dokter petter.
“Eh Tuan, dengarkan saya Dulu.” ujar dokter petter ingin membela diri.
“Tutup mulutmu yang banyak omong itu! aku tidak mauau mendengar penjelasanmu.” melotot ke arah Dokter petter.
“Ayo kita pergi.” menarik tangan Istrinya menjauh dari dokter petter.
Aishh sudah ku duga akan seperti ini. Kalau aku bisa memutar waktu sedikit saja. aku pasti tidak akan membiarkan Nona Kiara menyentuh benda itu.
Itu sungguh-sungguh permintaan nona Kiara. aku sama sekali tidak pernah menawarkan Nona untuk bermain Dumbell.
Batin Dokter petter lelah.
Waktu olah raga telah usai.
Khenzo, Kiara, Sekertaris Nan dan dokter Petter Duduk di taman belakang, bercengkrama Ria sambil menunggu pak Min dan Istrinya menyiapkan makan siang.
Setelah menunggu beberapa saat, Waktu makan siang pun di mulai.
di atas meja terhidang berbagai varian makanan yang begitu lezat.
Semua oramg mengisi Piringnya dengan nasi dan lauk Pauk.
“Terakasih Kiara!” ujar Khenzo. lalu menyentuh mulutnya dengan Garfu.
Untuk apa berterima kasih bukankah ini kewajibannya.
“Sama-sama Tuan.” Aneh! kenapa tuan Khenzo berterimakasih sih. aku jadi tidak bisa mengontrol Emosi bahagia ini, hehe.
Batin Kiara senang.
Semua orang sudah menyantap makanan yang tersedia, Kiara masih belum makan apa-apa, gadis itu tampak menunggu piring yang seharusnya tersedia di depannya.
"Bibi Mel mana sih, kenapa mengambil piring saja lama sekali. aku jadi ngiler melihat tuan Khenzo makan, Itu pasti sangat enak!” Gumam Kiara pelan membuat Khenzo terbatuk.
Uhuk.
Khenzo mengusap mulutnya dengan tisu, bibir merah jambu itu tersenyum samar. Pria itu tergelak mendengar Hasrat makan istrinya yang mulai menggebu.
“Tuan, Anda tidak kenapa-napa kan, Ayo minum dulu.” Kiara panik melihat sang suami yang tersedak. gadis itu menyodorkan gelas yang berisi air putih.
Bukan hanya Kiara, Sekertaris Nan dan juga dokter petter ikut Kawatir.
“Aku baik-baik saja!” ujar Khenzo.
“Cepat antar makanan Nona muda kalian, menyiapkan makanan diet kok bisa selama itu.” ujar Khenzo protes, tidak ingin Istrinya kelaparan karena menunggu lama.
“Baik Tuan.” ujar pak Min, pria itu berjalan ke dapur menemui Istrinya yang sedang menyiapkan makanan untuk Kiara.
Tidak lama setelahnya, Bibi Mel datang dengan nampan besar yang tertutup dengan penutup hidangan yang terbuat dari Stainless
meletakkan secara hati-hati di hadapan Kiara.
Woah,,, Makanannya pasti banyak dan lezat, di lihat dari tempatnya Ekspektasi semua orang pasti sama sepertiku kan. kiara menpuk-nepuk Kedua telapak tangannya, rasanya tidak sabar ingin melahap semua makanan yang tertutup hidangan saji itu.
mengingat dari tadi Kiara hanya makan roti tawar dengan segelas susu saja pasti Gadis itu sudah sangat kelaparan sekarang.
“Silahkan Nona.” ujar Bibi Mel sambil membuka tutup hidangan itu.
Woahhh....Ngiler
What!!!!
“Apa ini Bi!” ujar Kiara sambil membelalakkan matanya tidak percaya, isi dari piring besar itu adalah Sebuah apel yang sudah di bersihkan dan di potong-potong, Di sebelahnya ada roti tawar tanpa selai seperti tadi pagi.
mata yang sepersekian detik lalu masih berbinar itu kini mulai memerah dan membendung air mata sedih dengan kenyataan pahit yang menimpa.
“Nona, Ini adalah menu makan siang anda Karena nona sedang menjalani Diet.” Ujar dokter petter menjelaskan.
Kiara menoleh dokter petter dengan Nada pilu.
“Hanya ini. Mana mungkin bisa kenyang. biasanya aku Makan sepuluh lipat dari ini. Itupun semuanya lezat, Ini hanyalah cemilan untukku.” ham Kiara lirih.
Khenzo menatap Istrinya, Ibah kah Khenzo? Mungkin saja, pria itu sekarang sudah menggantikan piringnya dengan piring sang istri.
Eh.
“Tuan,” Kiara menatap dengan mata yang berkaca-kaca.
“Makanlah, Habiskan ya.” ujar Khenzo seperti perhatian.
”Terimakasih tuan,” ujar Kiara senang.
“Petter! Aku ingin bicara padamu.” ujar Khenzo.
pria itu bangkit dari duduknya, Sekertaris Nan dan dokter petter ikut berdiri.
“Baik tuan.” mengikuti langkah cepat Khenzo menuju ruang kerja.
Sedangkan di ruang makan. setelah ketiga pria itu berlalu. pak Min dan Bibi Mel menghampiri Kiara.
“Nona apa anda kelaparan.” Sapa Pak Min Kawatir.
”Nona, makanlah yang banyak, maafkan kami tidak bisa memberi makan kepada Nona karena pengawasan dokter petter.” tambah Bibi Mel terlihat menyesal.
“tidak Apa-apa Pak, Bi! Dokter petter tidak salah, aku yang salah tidak bisa mengontrol makan ku sendiri. terimakasih sudah mengawatirkan ku.” balas Kiara dengan wajah manisnya.
“Nona, Anda pasti akan kembali kurus dan cantik, Semangat!” ujar pak Min menyemangati.
“Semangat Nona.” tambah Bibi Mel.
“Semangat!” ujar kiara.
“Cahyo...” kata author.
___________
HAI READERS TERlMAKASIH SUDAH MENDUKUNG AUTHOR SELAMa INI YA.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DI BAWAH YA.
biar Apa?
Biar Author makin semangat Nulisnya.
Lop 😍 Readers 💕💕