
“Ayo pulang.” Ujar Khenzo merangkul Kiara yang masih setia menatap kepergian Falerian dari tempat persinggahannya.
Tertunduk, Gadis cantik itu ingin sekali memeluk Falerian untuk beberapa menit lagi karena Merasa tidak akan pernah bertemu bayi itu untuk waktu yang cukup lama.
pergi ke London, itu adalah tempat yang tidak boleh ia kunjungi lagi.
Menyeret langkah perlahan, meski betisnya terasa Berat.
Kiara mengedip-ngedipkan mata Indahnya agar Setetes Bening itu tidak jadi menganak di sana.
Memasuki mobil, Kiara masih menatap kedalam Airport. masih sangat tidak mudah melepaskan kepergian Falerian.
“Nona Masuklah. Tuan Sudah di dalam Mobil.” Ujar Sekertaris Nan sambil membukakan Pintu mobil.
“Ah Terimakasih Sekertaris Nan.” Ucap Kiara kemudian memasuki mobil.
Duduk di samping Khenzo, Gadis itu mulai berdebar. saat menatap wajah tampan milik suaminya. meski terlihat cuek, Tapi Benar-benar sangat mempesona.
Apa lagi saat ia tahu semuanya. Siapa Sita dan Falerian.
menyeret bokong menjauhi Khenzo, Tempat duduk yang luas itu terasa renggang. Tersisa tempat duduk orang jumbo di sela-sela mereka.
Melihat hal itu, Khenzo menyeret Duduknya. ingin memjahili istri mungilnya. menghimpit Kiara sampai kepala gadis itu membentur jendela mobil.
Degg
sebongkah merah di dalam dada mulai bertingkah.
ingin keluar rasanya. Kiara Meletakkan tangannya di dada agar tidak bersentuhan dengan Khenzo. karena jarak di antara keduanya sudah sangat dekat.
Astaga, Apa yang ingin dia lakukan. Disini masih ada Sekertaris Nan.
batin kiara.
Sekertaris Nan tampak biasa saja.
Tidak mungkin Dia tidak memperhatikan itu kan, Tapi Pria itu hanya diam seolah tidak tahu apa-apa.
Semakin dekat, wajah Khenzo semakin di depan mata Kiara membuat gadis itu cepat-cepat menutup matanya.
Dag Dig Dug serr, perasaan gadis itu sangat menggebu malu, Campur aduk bahkan seperti ada yang mengglitik di dalam hatinya.
Masih menutup netranya. Dalam mata terpejam Kiara menerawang bahwa suaminya akan menciumnya kali ini.
Tanpa sadar bibir selembut plam itu mulai memonyong seketika.
“Nan.. Jalankan Mobil!.” perintah Khenzo.
membuat Kiara berdebar kaget.
“Baik tuan.”
Mobil pun berjalan.
Membuka Netra seindah senja itu perlahan, dengan penuh kehati-hatian.
Kiara menatap Khenzo yang duduk tenang di sampingnya.
Astaga Kiara! Malu-maluin banget sih kamu! Ku pikir dia akan menciumki, Aaaa dia pasti sedang memperhatikan tingkahku tadi. malunya sampai ke ubun-ubun.
Batin kiara Sangat malu.
Gadis itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangan mungilnya.
Khenzo tergelak, Dia sempat mengabadikan moment itu tadi, Dimana posisi Kiara yang siap untuk di cium. itu sangat mengundang gelak tawa.
Sampai-sampai Khenzo hampir tidak bisa menyembunyikan kelucuan yang ia rasakan.
Kiara hanya diam. Wajahnya merah padam karena malu.
Baru saja ia terpesona oleh Khenzo, tapi Khenzo mempermainkannya membuat Kiara merasa geram.
Sialan kamu tuan Khenzo.
Kamu sengaja ingin menciumku tadi kan, tapi kamu membatalkannya agar aku menahan malu pada Sekertaris mu itu. lihat wajahnya sekarang. Apakalian merasa terhibur hah.
batin kiara sesal. mungkin Gadis itu geram karena dia tidak jadi di cium Khenzo. padahal dia sudah sangat mengidam-idamkannya.
Sesampainya di rumah. Sekertaris Nan membuka pintu mobil untuk Kiara sedangkan Khenzo masih berada di dalam mobil tidak ikut keluar.
“He.” ujar Khenzo yang bermaksud memanggil kiara.
“Apa.” Ujarnya.
“Masuk kedalam rumah, jangan kabur meski Falerian sudah tidak ada di rumah ini. aku tidak ingin di susahkan Oleh kelakuan kekanakan mu itu. Aku akan menemui Ayah Aditya dan ibu Ririn.” Ujar Khenzo memberitahu istrinya.
Kiara mengangguk.
dia keluar dari mobil.
Sekertaris Nan menunduk hormat pada Kiara sebelum memasuki mobil seraya berkata;
“Permisi Nona.”
Kiara mengangguk, Matanya menoleh ke arah Pria yang duduk di dalam mobil sambil menatap lurus ke depan.
Aku tidak akan pergi Kok' Emangnya aku Mau kabur kemana. Tetap saja kamu dan Sekertaris Nan-mu itu bisa menemukanku kan.
__________
Di rumah kediaman Aditya. Para pelayan sibuk mempersiapkan Makanan, Cemilan dan beberapa macam minuman ringan.
Rahel menghampiri Aditya dan Ririn yang sudah duduk di Ruang Keluarga siap menyambut kedatangan menantu mereka.
“Papa harus melindungi ku dari kak Khenzo, Dia Datang untuk mengirimkan ku ke pelosok agar aku beternak Ayam dan bebek kan?. Aku tidak mau Papa!.” Adu Rahel dengan suara manjanya yang selalu bisa menaklukkan Hati Aditya.
“Em Putri Papa, emangnya Kamu punya salah apa sih sampai kakakmu akan mengirim mu ke pelosok untuk beternak ayam dan bebek. Dia pasti hanya bercanda.” Membelai rambut lurus Rahel “Khenzo datang kemari bukan untuk menghukummu, Ada sesuatu yang ingin Kami bicarakan.”
“Jadi kakak kemari bukan ingin menghukumku ya, Wahh papa aku sangat takut tadi.” ujar Rahel.
“Siapa bilang! Aku tetap akan menghukummu kalau kau masih berani menampakkan wajah jelekmu di hadapanku.” Ujar Khenzo yang baru saja Datang bersama Sekertaris Nan.
Aditya dan Ririn berdiri, menyambut kedatangan Menantu mereka untuk pertama kalinya.
Khenzo datang, Lebih baik aku kabur.
Rahel mengambil tasnya, berlari keluar rumah dengan terbirit-birit.
Aditya dan Ririn mempersilahkan tamu mereka untuk duduk.
“Silahkan Duduk Khenzo.” Ujar Aditya.
“Baik, terimakasih” Khenzo dan Nan duduk.
“Khenzo, Apa Kiara baik-baik Saja?.” ujar Ririn merasa cemas dengan keadaan putrinya. setelah Kiara menikah, Anak gadisnya itu belum pernah bertemu dengannya.
“Dia baik-baik Saja Bu..” Tutur Khenzo santun.
“Syukurlah, kenapa tidak mengajaknya kemari?.” Balas Ririn.
“Kelak ada saatnya Kiara datang kemari.
Ujar Khenzo.
“Ayah, Bu. Aku dan Kiara sudah menikah selama Tiga bulan.
Untuk itu, Aku datang kemari ingin mengambil semua berkas data pribadi istriku. Dalam waktu dekat kami akan melakukan Sebuah liburan.” Ujar Khenzo menjelaskan.
“Wah Apa kah kalian akan berbulan madu.” Ujar Aditya netra hitamnya berbinar.
“Sayang, kita akan segera memiliki Cucu.” Memandang Ririn yang juga ikut Berbinar.
Bulan madu apanya! Enak saja, Aku ke London ada misi tersembunyi. Dan Kiara juga ada kepentingan di sana. Lagi pula kami tidak saling mencintai. pernikahan ini Atas dasar paksaan kalian juga kan. jadi dalam pernikahan ini tidak ada yang namanya bulan madu.
Batin Khenzo.
“Oh ya, menantuku.. Kemana kalian akan pergi.” tanya Aditya penasaran.
“London.” jawab Khenzo.
“Apa? London!?.” Ririn kaget.
“Ya, Kenapa Ibu sangat Syok!”
"Bisakah kalian memilih tempat liburan yang lain, misalnya ke Paris Atau ke Scotlandia. kenapa harus London!?."
ingin sekali Ririn mengatakan itu kepada Khenzo menantunya. tapi ia urungkan.
Sudahlah, London bukanlah Kota yang kecil. Mana mungkin kiara bertemu dengan ayahnya. lagi pula aku sudah merubah sebagian besar penampilannya agar tidak mudah di kenali.
Mereka tidak akan semudah itu bertemu kan.
ujar Ririn di dalam hatinya.
BERSAMBUNG....!