MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Gagal Liburan



 


Bersusah Payah, Namun berhasil juga. pendaratan yang sempurna di atas ranjang Big Size milik Kiara.


Huh


Huh–Huh


huh.


Kedua pria tampan itu terengah-engah.


Brakkkkkk


Khenzo jatuh di Ranjang Kiara. mengatur nafasnya perlahan.


Sedangkan Sekertaris Nan, duduk di kursi depan kaca, Sama Seperti Tuannya. Mengatur nafas perlahan.


“Ternyata menjadi Bulat itu tidak se seru yang ku bayangkan.” Gumam Khenzo pelan.


“Nan.” Pria itu memanggil Sekertarisnya.


“iya Tuan.”


“Panggil dokter Petter, Aku tidak kuat melihat Kiara seperti Kebo.” ujar Khenzo sambil mengangkat tubuhnya dari ranjang.


“Baik tuan.”


Khenzo Berdiri Di hadapan Kiara, Sekertaris Nan ikut berdiri juga.


Khenzo menyelimuti istri besarnya sampai dada.


Kasian! Dia seperti Sapi yang ke kenyangan. Gendut, Bulat! pasti dia Sangat tersiksa.


Aku salah menginginkan ini.


Batin Khenzo menyesal.


“Nan, Ayo kita bicara.” Ujar Khenzo.


Pria itu berjalan dengan kaki panjangnya.


“Baik tuan.”


Sekertaris Nan Mengikuti Tuannya dari belakang.


Di ruang Baca.


Kedua pria Ganteng itu saling berhadapan,


bertatapan, Tanpa Beradu Argumen.


Khenzo menatap Sekertaris Nan mengintimidasi. lalu mulai bersuara.


“Kenapa Kiara bisa sampai sebulat itu.” Ujar Khenzo sangar,


Menyalahkan orang lain atas ke salahnya sendiri.


“Mana Ku Tahu.” Ingin sekali Sekertaris Nan berucap demikian.


Tapi yang keluar dari mulut manisnya malah kalimat patuh seperti ini;


“Maaf Tuan, Saya kurang mendisiplinkan para pelayan.


mereka jadi tidak berhati-hati sehingga nona muda menjadi Gendut.”


“Emmm, Kau benar. Besok disiplinkan mereka! Jangan sampai terulang kedua kali seperti ini.” ujar Khenzo.


“Baik Tuan.”


Beberapa menit berlalu.


Dokter Petter Sudah memeriksa keadaan Kiara.


Dan sekarang, Ketiga pria tampan itu sudah berada di ruang kerja Khenzo.


Menatap Dokter petter Tajam, Setelah pernyataan sang dokter Mengenai Keadaan Kiara ya g tidak begitu baik.


“Apa maksud mu. Bukankah orang gemuk juga sehat!” ujar Khenzo ngegas.


Pria Beriris Kebiruan itu tersenyum hambar.


Keras kepala, Dan tidak mau kalah.


sebelum nya Khenzo tidak begitu.


tapi beberapa tantangan kerasnya hidup membuat Tuan muda itu sangat dingin dan tidak mau tahu.


“Kau bilang Kiara kami tidak sehat! Dia cuma gemuk saja! Kau tahu dia makan teratur.


Dan apa tadi yang kau katakan.


Menunda liburan!” ujar Khenzo geram. padahal liburan itu sudah sangat ia idamkan.


“Aku tidak bicara seperti itu Tuan.


Aku hanya menyarankan Nona Kiara untuk menjaga pola makan sehat, Dan diet teratur agar mengembalikan Postur tubuh idealnya. Atau kalau tidak, Nona Kiara Akan menjadi Gadis malang yang menyandang Penyakit OBESITAS.” Ujar Dokter petter menjelaskan.


“Lalu kenapa harus menunda liburan.” ujar Khenzo tidak terima.


“Karena Nona Kiara harus Diet Tuan.”


“Ya sudah! Dia diet saja selama Dua hari. Setelah itu kami berangkat liburan.” ujar Khenzo seenaknya.


Dengkulmu Dua hari! Kau pikir mengembalikan Postur Tubuh ideal Semudah menjadi gendut. Makanya jangan seenaknya menginginkan Istri mu Berisi.


bukannya berisi malah obesitas.


Batin Dokter petter lelah menjelaskan.


“Tuan! Dua bulan Tuan! Bukan Dua hari.” Terang dokter petter.


“Dua Bulan! Kenapa bisa selama itu! Sedangkan menjadikan Kiara gendut hanya butuh beberapa Minggu saja.” ujar Khenzo kaget.


Itulah kau tuan. Semenjak kau putus dari cinta pertamamu kau terlihat aneh dan sedikit Gila tuan. Kalau boleh jujur Aku ingin meneriakimu dengan kata BOD*H.


Batin dokter petter kesal.


“Memang begitu Tuan. Dua bulan Adalah waktu paling singkat. bahkan bisa memakan waktu lebih lama lagi.”


“jadi maksudmu kami akan menunda liburan selama itu, bahkan lebih.


Aihhh aku bisa mati kalau tidak menemukan gadis SMU ku.”


“Ya sudah pergi saja Sana liburan sendirian, kenapa Nona kiara harus ikut!” Kata-kata yang ingin terucap dari Bibir Dokter petter.


tapi Berhenti di tenggorokan dan menguap kembali ke dalam.


“Tuan, Bersabarlah. Anda yang menginginkannya bukan. Jadi siaplah Menerima resiko.” Dokter petter menyentuh bahu Khenzo.


Beraninya kau Menceramahiku.


Melirik tangan pria bule yang mendarat di bahunya.


“singkirkan tanganmu yang berat itu.


Kau seorang dokter! pasti kau tahu kan Bagaimana cara menurunkan berat badan.”


aku dokter Tuan bukan pesulap.


“Tuan, hanya itu yang bisa saya lakukan.”


Jika Tuan bisa melakukannya selama 2 hari Kenapa tidak Tuan aja yang menguruskan tubuh Nona Kiara.


“Sungguh tidak berguna.” berdiri dari duduknya meninggalkan Dokter petter dan Sekertaris Nan di ruang kerja.


Sekertaris Nan Memandangi Dokter pribadi Tuan muda nya ibah.


“Kasian kamu Dokter.” sorot mata Nan mengatakan.


Dokter Petter tersenyum hambar. Membalas tatapan ibah itu dengan penuh tatapan ibah kembali.


“Kau juga Nan. Kau lebih kasian menghadapi Manusia batu itu setiap hari.”


“Nan!” seru Khenzo terdengar bergema.


memudarkan tatapan kedua Orang terdekat Khenzo itu.


BERSAMBUNG...!!