
“Bodoh.”
Khenzo terdengar membentak.
merutuki beberapa manusia yang di cetus bodoh itu.
Disana ada Lily, Nan, petter, bahkan Jordan dan Istrinya.
“Khenzo. kau kenapa?” tanya Jordan keheranan, memang dia tidak pernah tahu apa yang membuat keponakannya itu kesal.
“Kau mau tahu? Tanya saja sama istrimu sana.” Ujar Khenzo galak.
sambil berlalu meninggalkan beberapa manusia itu di barengi senyum yang menyamar.
Disana Jordan terlihat kepo.
menanyai Istrinya prihal apa yang terjadi.
“Sayang, apa yang terjadi? kenapa Khenzo kesal begitu?”
“Emm, Mas jangan marah ya kalau aku ceritakan yang sebenarnya!”
“Baik, aku tidak akan marah sayang.” balas Jordan dengan senyuman, sambil mengusap kepala Nayra di depan orang-orang yang memperhatikan mereka.
“Katakan, apa yang terjadi.”
“Ah itu, tadi Aku dan Lily memberi Kiara obat perangsang.” Jawab Nayra dengan malu-malu.
“Astagfirulloh sayang.”
Jordan sedikit kaget. begitu juga Nan dan petter.
beberapa saat kemudian. ruangan itu di pecahi Suara ketawa yang terbahak-bahak.
Di sisi lain, Khenzo terlihat tergesa-gesa memasuki kamarnya dengan Kiara.
pria itu terlihat tidak sabar. terlihat dari raut wajahnya yang kesenangan.
Khenzo memasuki kamar dengan perasaan riang gembira, pasalnya sedari tadi dirinya begitu ingin bertemu kiara.
Menatap gadis itu di atas ranjang. Tubuh dan Pakainnya masih lembab karena Khenzo hanya mengeringkan tubuh Kiara sekaligus bajunya dengan hairdryer. karena pria itu tidak kuasa bila harus menelanjangi Istrinya sendiri.
sambil menyeringai Khenzo menghampiri tubuh kecil yang terlentang di atas ranjang.
“Sayang! Seperti itu kau memanggilku tadi.
Haha kenapa aku sangat ingin mendengarnya lagi.”
Khenzo menyentuh rahang Kiara sampai bibir itu menganga.
Khenzo terus menatapi wajah istrinya, tersadar akan sesuatu dirinya lalu bangkit menuju lemari yang tersedia di Sisi ruangan.
meraih handuk putih bersih dari dalamnya.
aroma cempaka tersebar di permukaan handuk milik hotel itu.
berdiri untuk waktu yang cukup lama, memandangi Kiara bahkan tangannya mulai bergetar.
Sekarang adalah hal terberat yang harus ia lakukan adalah. mengganti pakaian basah Istrinya.
Menutup matanya, Khenzo benar-benar tidak menggunakan seratusnya sebagai suami. padahal dia kan bisa bebas meandang dan menyentuh Istrinya. itu kan haknya.
tapi bagi Khenzo, menyentuh Kiara tanpa rasa suka diantara merak sama saja dengan pelecehan. pria itu lebih memilih puasa dari pada menggeledah Istrinya meski hati berteriak Ingin.
Dengan sigap, Khenzo menyelipkan Handuk kedalam baju Kiara.
masih dengan mata yang terpejam, Khenzo berhasil membuat baju Kiara bagian luar.
di barengi Suara-suara Saliva yang hilir mudik di tenggorokan. pria itu perlahan-lahan membuka dalaman istrinya sampai tuntas.
Apa ini yang di namakan dengan Bra'?
Khenzo menggantung penyanggah buah dada itu di tangannya merasa heran dengan bentukannya karena baru pertama kali ini dia memperhatikan benda yang awam untuknya.
Dan ini? kenapa bentuknya lucu sekali. ada gambar panda di depannya. imut.
Batin Khenzo, Sambil memperhatikan CD milik Kiara yang sengaja di pilihan bibi Mel atas dasar suruhan Khenzo. karena masa itu, Khenzo sangat mengagumi Panda, dan selalu mengait-ngaitkan panda kepada istrinya.
terbukti dari barang-barang Kiara yang banyak di belikan dengan bentuk panda.
khenzo melemparkan barang-barang yang belum pernah ia pegang sebelumnya itu, lalu menoleh ke arah kiara.
Zeng. Zeng.
gluk, gluk,
Beberapa kali menelan Saliva. pasalnya Tubuh Kiara belum sepenuhnya tertutupi oleh handuk itu. dengan cekatan Khenzo langsung membungkus tubuh Kiara dengan Selimut di ranjang.
Khenzo berjalan menuju kamar mandi. membasuh wajah merahnya dengan air jernih.
Rasanya sangat aneh.
lebih baik aku tinggal di kamar mandi dari pada berada dekat di sampingnya.
Gumamnya menyeleweh.