MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Diet (Part 1) Olah raga



 


Membanting Tubuhnya di atas Ranjang. mengunci Pintu itu dengan remote control yang tersedia di nakas.


Menutup kedua telinga dengan bantal.


Larut dalam keheningan malam. istirahat di sela Pikiran yang menerawang, memcoba menutup Bola mata yang tidak ingin terpejam.


Tidak Bisa!


pria itu bangkit kembali dari Baringannya


membuka pintu Kamar yang terkunci.


Dua Pria Sudah berada di depan kamarnya.


yang satu berselonjor kaki, yang satunya Jongkok menunggu Tuan mudanya.


“Astaga Apa yang kalian lakukan.” Ujar Khenzo kaget.


“Tuan Muda, Saya hanya ingin memastikan Tuan Sudah tidur atau Tidak.” ujar Sekertaris Nan.


“Aku tidak bisa Tidur Nan.” menatap pria bule yang berprofesi sebagai dokter itu. “Dan kau! Kenapa kau ada disini. Pulang sana!”.


“A-aku juga Ingin memastika apa tuan sudah Tidur! Begadang terus tidak baik untuk ke sehatan Tubuhmu Tuan.” ujar Dokter petter memberi alasan.


“Kesehatan! Huh, Tahu apa kamu tentang kesehatanku.” ketus Khenzo, lalu berjalan dengan cepat.


Te tu saja aku tahu. Aku kan seorang dokter tuan.


Batin dokter petter.


Sekertaris Nan mengikuti tuan mudanya dengan cepat


di susul dengan Dokter petter yang ketinggalan jauh di belakang.


Ketiga orang itu berjalan menuju kamar Kiara, Dimana pak Min sudah berdiri Di depan pintu kamar.


“Silahkan Tuan.” Ujar Pak Min.


Khenzo memasuki kamar Kiara.


Setelah dirasa sudah cukup aman,


Dua pria muda dan satu pria paruh baya itu undur diri dari depan kamar.


Sekertaris Nan berjalan menuju Kamar tamu


sedangkan Dokter petter keluar rumah bersama kepala pelayan Min yang mengiringi kepulangan dokter petter ke kediaman nya.


Di dalam kamar Kiara, kamar yang dulunya adalah kamar Khenzo.


Pria itu megganti Pakainnya dengan piyama Hitam Polos dengan bis warna krim.


pria bersurai hitam kecoklatan itu merebahkan Tubuhnya di samping Kiara.


membelakangi Gadis gendut dan bulat itu.


“Aku tidak bisa tidur!” Gumamnya pelan.


Memutar Arahnya, menghadap istri yang di juluki Panda dewasa itu.


memandang lekat, mengulurkan tangan, Ingin menyentuh wajah yang bulat itu.


Si bulatku. Pipinya terlihat empuk dan menggemaskan. Aku ingin sekali mencubitnya.


Menarik kembali tangannya, Khenzo menggeleng-geleng perlahan.


“Tidak Boleh!”


Tapi hasrat ingin mencubit semakin tidak terpendam.


Mengulurkan tangan, menarik Lagi.


“Aku takut dia akan terbangun.” Gumamnya pelan.


Memandangin dengan netra yang berbinar, senyum Di bibir Tipis Merah jambu itu mulai terkembang.


Tangannya sudah asik mentoel-toel pipi Kiara gemas. mencubit pipi Gemuk dan empuk itu


Sampai Khenzo Tertidur pulas.


“Pipiku panas sekali. kenapa bisa seperti ini.” gumam Kiara heran.


Ceklek.


pintu kamar terbuka, Seorang pria dengan baju Fitness ketat serba Hitam memamerkan semua lekuk tubuh idealnya, sixpack.


Kiara Menatap tanpa kedip. Air liurnya mulai meleleh.


“Woah Pangeran Nge-gym.” Ujar Kiara sambil melotot memandangi sang suami yang sedang tebar pesona.


“Sudah Cukup mempelototi ku seperti itu.” Ujar Khenzo kepada istrinya.


“Bibi Mel, Cepat bantu Dia mengganti pakaiannya.” perintah Khenzo.


“Baik Tuan.”


Muncullah seorang wanita paruh baya dengan Pakaian olah raga yang tidak terlalu ketat. tidak lupa membawa nampan berisi Susu Rasa Vanilla dengan Roti tawar satu lapis sebagai sarapan Kiara.


“Bibi Mel, Apa kau Akan berolah raga.” Tanya Kiara.


“Benar Nona. Saya Juga akan menemani Anda Olah raga.


Mari saya bantu Nona mempersiapkan diri.” Ujar Bibi Mel.


Kiara hanya Diam, Bingung. Apa yang sedang terjadi sekarang dia sungguh Tidak paham. diam dengan Ambigu.


Khenzo duduk di Sova sambil memainkan gawainya mesra.


menunggu istri bulatnya berubah bentuk menjadi gadis yang siap berolah raga.


Beberapa menit kemudian.


Kiara selesai, dengan di bantu bibi Mel Gadis Gendut itu sudah memakai Baju Fitness yang sangat ketat, membungkus Semua lemak di dalam kulitnya.


Jepret.


Diam-diam Khenzo mengambil Foto Kiara. bibir tipis merah jambu itu menyeringai seram.


kemudiam tergak beberapa kali menyaksikan hasil fose yang di peroleh dari Istrinya.


“Tuan kenapa Andan tertawa! Apa Aku terlihat aneh?” ujar Kiara semakin tidak percaya diri.


“Sangat aneh.” Balas Khenzo, sambil tersenyum setan.


Gadis itu Terdiam pilu. Pria pujaannya terang-terangan mengatainya Aneh.


Khenzo berjalan ke arah Kiara.


Merangkul, Lalu berjalan bersama keluar kamar.


Menuju Ruangan Di samping ruang baca. Ruangan yang tidak pernah di perhatikan oleh Kiara.


memasuki Area ruangan yang luasnya 5x4 meter yang menjadi Ruang Gym pribadi Khenzo.


“Ya Ampun. Bagaimana bisa!” gumam Kiara syok melihat Ruang Gym yang lengkap dengan berbagai peralatan olahraga.


“Selamat pagi Nona Kiara.” ujar beberapa orang yang Munjul dari gorden besar yang dijadikan sebagai tempat persembunyian.


Untuk memberi Suprise Ceritanya.


“woah Ada apa ini. kenapa banyak sekali orang yang ingin olah raga.” Kiara terbelalak.


melihat beberapa orang di hadapannya.


ternyata bukan hanya Suaminya dan Bibi Mel saja. bahkan lebih dari itu.


Ternyata.


Sekertaris Nan, Dokter petter, Pak Min juga ikut bergabung dan menyemangati Kiara.


Gadis manis itu tersenyum Ria. memandang suaminya yang tampak dingin dan sangar itu, ternyata Khenzo sangat baik hati dan perhatian.


Uwuh Makin cinta deh sama Babang Khenzo.


Batin kiara menggebu.


Bersambung.....