MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
tidak menyangka



Mobil melaju dengan beringas-nya. seakan maut sudah menunggunya di tempat terakhir itu.


memandang pohon-pohon rindang di batas jalan.


Mengukir duka, sekilas Kenangan-kenangan indah itu berkelindan mesra di dalam ingatannya.


Apa benar aku akan Di bunuh? Apa mungkin aku akan menemui ayah dan ibu Setelah ini.


Tuhan, Aku belum siap. aku bukan perempuan Yang taat beribadah. Apakah aku akan kau masukkan ke dalam neraka mu.


Batinnya meronta-ronta.


jika tadi ia hanya biasa-biasa saja. tapi semakin dekat hatinya mulai resah.


Beberapa menit kemudian.


mobil berhenti di pusat kota, sebuah hotel terkemuka.


memasuki kamar-kamar hotel. Lily di hadapkan kepada seorang gadis yang dia tahu itu siapa?


“Kamu?!” ujarnya kaget tak percaya, pasalnya itu adalah Kiara, teman SMU nya dulu.


“Ketua geng.”


“Hah.” Kiara tidak kalah kaget, Dia sudah lama ingin bertemu Sahabatnya itu, Dan sekarang ketika dia berada di London dia tidak kepikiran akan bertemu dengan Lily.


“Lily? kau kah itu?”


Lily mengangguk, gadis itu langsung memeluk Kiara yang juga membalas pelukannya.


******


Dua jam berlalu, Lily menagis tak karuan, Sampai-sampai Hidungnya mempet.


Gadis itu Cemas bercampur kaget.


pasalnya hukuman mati yang di katakan Jordan bukanlah serius.


pria-pria itu hanya mengerjainya.


hampir saja Ia putus asa.


“Sudah-sudah. jangan menangis. semua sudah jelas bukan. kau hanya di jahili oleh mereka.” kiara menenangkan Lily yang meluahkan perasaannya dengan menangis selama dua jam itu.


“Kiara, aku tidak menyangka akan seperti ini. tadinya aku sudah Kawatir sekali. aku merasa tidak memiliki semangat saat tuan Jordan bicara ingin meng- eksekusi diriku.”


“Tidak, untuk apa mereka berbuat itu padamu. Rahel tidak mati.


kau tidak bersalah Lily. Rahel memang seperti itu. dia adalah Pemeran antagonis Wanita.” ujar Kiara sambil mengelus-elus bahu Lily.


“kamu benar, Dia sangat jahat. aku hampir kehilangan Brian dan anaknya.


Aku merasa sedih.”


Kiara memeluk Lily, membiarkan Gadis itu tenang di dekapannya.


“Terimakasih sudah perhatikan Brian dan anaknya. terimakasih sudah merawat Falerian dengan baik.”


“Sama-sama.”


Awalnya biasa-biasa saja. dan pada akhirnya Lily menyadari sesuatu.


“Tunggu! Apa hubunganmu dengan Brian. kenapa kau juga sangat perhatian kepada bayinya.” tanya Lily begitu ingin tahu.


“aku dan Brian, Kami bersahabat. dia adalah sahabat suamiku.”


“Benarkah, Kenapa aku tidak melihat suamimu disini?”


Baiklah aku akan memperkenalkannya padamu.” Meraih Gawainya.


“Ini, Tuan muda ini adalah suamiku.” menunjukkan Foto Khenzo kepada Lily.


“Apa?” Jangan bilang kamu adalah Istri paman Khenzo!” ujar Lily, tidak menyangka.


“Memamg, Dia suamiku. Orang yang pernah kita temu waktu SMU Dulu, dia adalah suamiku.” ujar Kiara girang.


Jadi? Kedatangan Paman Khenzo yang beberapa waktu tu untuk mengetahui dimana keberadaan Gadis SMU nya kan, gadis SMU itu adalah Kiara, dan SuAmi Kiara adalah paman Khenzo. merka bagaimana sih. sungguh membingungkan. apa mereka sudah saling mengetahui? semuanya.


“Kiara? Apa kau masih membenci suamimu!”


Dia sangat mencintaimu loh.


“Tidak, Aku sudah mencintainya sangat-sangat mencintainya.”


******


Rumah Kediaman Jordan terlihat sepi. Pria itu memasuki Rumah tanpa disambut Istrinya. Jordan hanya menemui Pelayan di lantai bawah yang sibuk menyiapkan Makan malam.


“Dimana Nyonya?”


“Nyonya sedang tidur Tuan.”


Tidur?


Jordan memutuskan menemui istrinya yang sedang tidur itu.


memasuki kamar dengan girangnya.


“Sayang.” bisiknya pelan.


Jordan begitu kebingungan, dimana yang katanya sedang tidur, Jordan malah tidak menemukan siapa-siapa.


“Sayang kau Diaman?”


Prokk prokkk


suara sesuatu berasal dari lemari baju.


Jordan menghampiri lemari dan membukanya.


Gubrak.


Nayra jatuh beserta Baju-baju Minim yang hendak ia coba kenakan.


“Sayang? Apa yang kau lakukan di sana?”


ujar Jordan. cepat-cepat membantu Istrinya berdiri.


“Aku ingin memberimu kejutan dengan berdandan sangat cantik.” jawab Kiara dengan nada Tinggi tapi menggemaskan.


“tapi kamu malah datang sangat cepat. aku belum selesai apa-apa.” Nyata cemberut. karena misinya memberi Suprise akhirnya gagal.


“Sayang, Tidak perlu memberi Suprise seperti itu. Dimata ku kau adalah wanita yang paling cantik sedunia.” Jordan membelai pipi Nayra dengan lembut.


“Tapi aku ingin meminta maaf atas semua perlakuanku pada kamu.”


“Tidak perlu meminta maaf, aku yang seharusnya meminta maaf sudah membuatmu sesengsara ini.”


“Tidak, aku yang seharusnya minta maaf.”


“Baiklah, Kau harus menebusnya malam ini ya.” menggendong Nayra ke atas ranjang. agar wanitanya menebus kesalahannya itu dengan cara yang Jordan inginkan.