
Merinding, tubuh kurus itu bergidik ngeli saat Khenzo meletakkan tangannya di tengkuk Kiara.
Gadis itu menoleh ke belakang, masih memegang bingkai foto yang menarik perhatiannya tadi.
Kiara menatap gentar ke arah pria tinggi dan gagah itu.
“K-kau sudah pulang tuan!?.” kiara gugup.
Khenzo menatap.
tatapan tidak suka karena orang asing menggeledah barang-barangnya.
“Apa tuan sudah makan, Ayo ku temani makan.” Kiara meletakkan Foto itu ke tempat semula, lemari hias di kamar itu.
Dengan sangat gegabah, tidak berhati-hati terlebih dahulu. lantas saat siku Kiara menyenggol bingkai tadi suara barang jatuh ikut menyusul.
Brukkk
bingkai foto yang di lindungi itu terjatuh.
kaca berserakan dimana-mana.
Khenzo menatap ke dasar lantai. bagian putih di samping Iris hitam itu kian memerah.
marah, tatkala melihat Isi dari bingkai yang terjatuh itu.
“Kau.!” suara Khenzo tinggi dan bergema.
memberi sensasi rasa takut sampai ke tulang-tulang. merinding, Sekujur tubuh terasa lemas akan cengkraman tangan yang kuat itu.
Mati aku, aku riwayat ku akan habis. dia menyeramkan kalau sedang marah.
“Maafkan aku, jangan makan aku donk, kan ngga sengaja, maaf ya!” Ujar Kiara membela diri.
Khenzo melempar tubuh mungil itu ke arah ranjang.
tubuh Kiara terpingkal ia meringis kesakitan.
Khenzo berjongkok memungut lembaran foto itu. membersihkannya dari perca-perca kaca. memeluk foto Kiara di masa SMU itu.
Khenzo berjalan keluar kamar meninggalakan Kiara yang kebingungan.
Itu kan fotoku, dia lebih perhatian pada foto di banding orangnya.
Kiara berdiri di depan kaca besar di kamar Khenzo.
memandangi pantulan tubuh ramping itu. wajah yang mulus dan putih.
“Penampilanku sekarang dengan yang dulu jauh berbeda sih, tapi kenapa dia tidak mengenaliku ya.” ia bertanya-tanya masih menjadi misteri kenapa Khenzo tidak mengenalinya.
Kiara memegangi pinggangnya yang sedikit sakit, keluar dari kamar.
Eh byuseettt.
Ia terpingkal ketika melihat bibi Mel dan pak Min ada di depan kamar itu.
kalian sedang apa!”
“Hehe nona! anda tidak kenapa-napa kan?.” ujar bibi Mel. membuat iris kecoklatan milik Kiara terlihat menyipit.
“Apa yang kalian lakukan! kalian menguping ya.” Kiara berkacak pinggang menghadapai dia pasutri itu.
“Hehe nona muda.” pak Min menggaruk hidungnya yang tidak gatal itu.
“Maaf nona, pak min bilang anda sedang menyiapkan kejutan untuk tuan mida, tadi saya berpikir mungkin nona butuh bantuan makanya kami kemari.”
“Apa sesuatu terjadi pada nona! apa rencana kejutannya berhasil? nona baik-baik saja kan?.” pak Min terdengar Kawatir.
“Siapa yang memberi kejutan sih, aku tidak baik-baik saja! tuan kalian itu melemparku dengan sangat kasar?.” Kiara begitu kesal sehingga meninggalkan sepasang pelayan itu di sana.
Benar-benar mengecewakan. pak Min tidak kusangka berhianat padaku. padahal kan kami sudah sangat dekat.
Huhu.. aku ingin kabur saja. persetan dengan semua ini.
Pak Min dan bibi Mel saling berpandangan heran. tidak mengerti, apa yang terjadi barusan dengan pasangan muda itu.
“Apa tuan dan nona bertengkar?.”
“Entahlah.. sepertinya tuan sangat marah. dia langsung berjalan ke ruang kerja bersama sekertaris Nan.”
.
.
.
Di ruang kerja.
Khenzo tidak melakukan apa-apa kecuali memandangi foto itu. foto yang ia ambil diam-diam tanpa sepengetahuan gadis itu.
“Tuan!.” pria yang berdiri di samping Khenzo membuka suara.
“Diamlah. jangan mengacau lagi. kenapa kau tidak pernah bisa menggali informasi tentang gadis ini!.” menunjukkan foto.
“maaf tuan, saya sudah melakukan segala cara untuk melakukan informasi gadis itu, tapi sepertinya identitasnya di hapus oleh negara.”
“Kenapa bisa seperti itu, apa dia orang yang berpengaruh atau bagaimana.”
“Mungkin saja ada motif tersembunyi mengenai itu tuan, saya akan menggali informasi lebih akurat lagi.”
“Bekerjalah lebih keras lagi. aku ingin menemukannya secepat mungkin.!.”
“Baik tuan.”
“Temukan dia. atau akau akan menjomblo seumur hidupku!.” Ujar Khenzo memberi titah.
Maksud anda apa tuan! Menjomblo? anda kan sudah menikah. bagaimana bisa itu di sebut jomblo.
BERSAMBUNG......