MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Mungkinkah cinta (part 2)



 


Memasuki kamar Kiara yang sekarang juga adalah kamarnya.


Memandang Sosok bulat dengan Kulit putih bening kencang itu.


Mendekat dengan perlahan.


_____


“Malam ini begitu indah, sejak kapan di Indonesia ada Aurora.”


Gumam Kiara yang sedang duduk Di bawah langit hitam yang diselimuti malam Berbintang.


“Sangat indah.”


Happp.


Sebuah tangan menggenggam erat tangannya. Membelai mesra pipinya.


Dia adalah Khenzo, pria yang baru-baru ini menjadi hayalan semata bagi gadis manis bernama Kiara itu.


“Tuan khenzo.” ujarnya tidak percaya.


“Hust.” Khenzo Menyentuh bibir Kiara dengan jemarinya, mengusap permukaan bibir mungil dan sedikit berisi itu dengan jempolnya.


“Kenapa? Anda berlaku lembut sekali, apa ini Hanyalah mimpi?”


Happ.


menangkap pipi kiara, Khenzo mencubit pipi Istrinya.


“Sakit kan. ini bukanlah mimpi.” ujar Khenzo. lalu menyentuh dagu manis itu dengan Jemarinya.


Mmmuuuaaahh


Mencium bibir Kiara dengan mesra.


melekat beberapa saat.


keduanya menikmati ******an Ringan Yang di ciptakan Perasaan.


Oh Tuhan, apa ini sungguhan. aku tidak bermimpi kan.


Jantungku berdetak Tak karuan.


Menguncupkan bibirnya sePerti seoramg yang ingin menciaum.


Sampai tangan seorang Wanita paruh Bayah menggoncang tubuhnya.


“Nona Bangunlah, kalau tidak Tuan muda akan berangkat dan anda tidak bisa melihatnya untuk beberapa Minggu kedepan.” ujar Bibi Mel, sambil mencoba membangunkan tidur siang Kiara yang awet sampai sore itu.


“Hah.


Apa.


Ternyata Cuma mimpi!.”


lesu, bangun tidur yang tidak ia harapkan.


“Bibi, kenapa membangunkan saya!”


Kiara berseru sedih, Seharusnya Bibi Mel tidak usah membangunkannya. mungkin dirinya akan bisa berciuman lebih lama lagi dengan suaminya meski itu di alam mimpi.


“ Cepatlah Nona, Tuan muda akan berangkat ke bandara sekarang.”


“Baik Bi.” turun dari ranjangnya dengan susah payah.


Kiara berjalan terhuyung-huyung membawa berat badannya menemui suaminya.


Tunggu, Kalau cuma mimpi kenapa Rasanya sangat nyata, Cubitan itu, dan Ciumannya sangat-sangat nyata.


pikirannya menerawang jauh.


“Nona, lihat! Tuan Muda akan berlalu.” ucap bibi Mel menyesak Nona mudanya.


Khenzo berpamitan dengan mertuanya yang baru datang beberapa menit lalu.


Pria itu berjalan keluar teras–hendak


memasuki mobil yang akan membawanya ke bandara.


“Tunggu.”


Khenzo membalik arah, “sudah bangun ya. aku pergi dulu.” ujarnya dengan suara yang lembut.


“Kapan pulang.” ujar Kiara dengan suara lirihnya.


“Hanya beberapa Minggu saja.” mengusap rambut bergelombang itu lalu masuk kedalam Mobil.


Tuan.


Cepatlah kembali.


Mmmuuuaaahh.


batin Kiara.


Tangannya menggerakkan Kissbye yang mengundang gelak tawa semua orang yang melihatnya.


Khenzo berdehem pelan, memalingkan pandangan dari Istrinya, tertawa geli di dalam hatinya.


“Jalan Nan.” ujar Khenzo.


Sekertaris itu melajukan mobil.


meninggalkan beberapa orang yang mengiringi kepergian tuan muda itu.


Sendu, menatap bayang-bayang mobil yang sudah terlampau jauh, hilang di pandang mata.


“Kiara.” Ririn memeluk putri kesayangannya.


mengiring gadis itu masuk ke rumah dan berjalan ke kamarnya.


Sejak tadi, Ririn sudah memperhatikan gadis gemuk itu, dia saja hampir tidak mengenali putrinya sendiri.


“Tuan Khenzo pergi Bu. dia meninggalkanku bu.” Aduh Kiara kepada ibunya.


“Suami mu hanya sebentar, Dia bekerja.


ngomong-ngomong Kiara, apa yang terjadi denganmu, kau ini seorang istri konglomerat sayang, Kenapa bisa berubah sejelek ini sih, apa kamu tidak merawat dirimu. kau ini. benar-benar membuatku malu saja.”


memperhatikan putrinya dengan seksama.


Besok, Dokter Petter memiliki jadwal yang padat untukmu, dan Ibu juga harus mengontrol dirimu, Secepatnya kau harus kembali seperti semula. Apa kau tidak sadar, Mungkin saja Suami mu ke luar negri untuk menemui kekasihnya.


kamu sih tidak pandai merawat diri.” Ceramah Ririn memenuhi kamar Kiara.


.


.


.


Di Dalam jet pribadinya yang sudah meluncur melalui Airport Terkemuka di Kota ini.


Khenzo duduk sambil Menyanggah dagunya.


Apa dia sedih,


Apa dia tidak real di tinggal.


Aishh seandainya dia ikut juga.


__________


Hai Readers 💕


****Selamat malam.


malam ini Author up dua chapter loh,


dan rencananya mau Crazy up besok.


tapi,,, tergantung Dukungan kian ya.


kalau suasana hati othor Senang pasti mau crazy up kok.


insya Allah.


Okeh, segitu aja kata-kata other pada malam hari ini.


terimakasih sudah membaca dan like juga coment nya.


Love❤️❤️❤️❤️❤️ sejagat buat para Readers 💕**