
***
"Assalamualaikum " Seru Aisyah, Rei, dan Putri Sulung mereka, Raisa Ardinanta. yang berkunjung ke kediaman Arkasa, sekadar untuk makan malam biasa.
"Wa'alaikumussalam Om Rei, yang kalau datang selalu bawa martabak" Sahut Arfen, segera menghampiri keluarga kecil Wijaya itu.
Benar saja, tampak Aisyah sudah menenteng martabak rasa kacang, kesukaan Arfen.
"Untuk Arfen kan Tante? " tanya Bocah tengil ini dengan santai, tak lupa dengan polos nya.
"Enggak. Itu buat kita semua" sahut Raisa ketus.
"Tante Aisyah... Nih sih Ais kok hobi banget sih ngetusin orang. Ihh, dingin" Protes Arfen mengendikkan bahunya. Ais, yah itulah panggilan Raisa kecil yang dingin.
"Bukan dingin, namanya keren. om Rei yang ajarin" sahut Rei menundukkan, membisikkan nya pada kuping Arfen kecil yang polos.
"Udah yuk kak makan. Keburu dingin nih makanan nya" Ajak Sheryl.
Rei duduk di sebelah Nathan.
"Rei, kapan Ais punya adik? " tanya Nathan santai, berharap jika Rei dan Aisyah punya anak lagi. Ada kesempatan Nathan untuk memiliki anak lagi.
"Secepatnya. Kenapa? Sih Arfen pengen juga? " sahut Rei santai.
"Yah gitulah.. Kasihan kalo dia sendirian"
"Ekhmm ekhmmm.. Kita denger loh omongan kalian. Bisa diem gak, masih ada anak - anak loh " Protes Sheryl heran. Yah heran dengan isi otak suami dan kakak laki - lakinya ini. Apa yang sebenarnya ada di otak mereka.
"maaf yank.. Hilap" sahut Nathan memasang cengiran tak berdosa nya.
***
"Ais, kamu tau gak. Kenapa Langit kalau malam itu gelap? " tanya Arfen memulai pembicaraan, mengingat jika Arfen enggak ngomong duluan. Mungkin kedua bocah ini tak kan saling bicara. Mengharapkan Ais yang ngomong duluan? Ayolah.. Bumi masih berputar kan?
Arfen dan Ais berada di teras rumah hanya berdua, duduk di anak tanggan mini itu. Menatap indah nya langit yang penuh bintang.
"Karna enggak terang, makanya gelap" sahut Ais logis.
"Orang Pelosok pun tau Ai, kamu mah aneh"
"Terus, kamu tau enggak jawaban nya Fen? "
"Jawaban nya simpel Is, Kenapa langit nya gelap? Karna mereka minder sama kegantengan aku. Secara orang ganteng " sahut Arfen dengan pede nya.
Ais diam, ia beranjak dari tempat duduk nya, ingin kembali masuk ke dalam rumah.
"Ais mau kemana? " tanya Arfen menghentikan langkah Ais.
"Mau masuk, aku masih mau waras"
***
Hari ini adalah hari pertama Arfen masuk Sekolah. Yah sekolah yang sama dengan ketiga sahabat nya. Fandri, Riekai dan Hasan.
Nathan dan Sheryl ingin mengantar putra tunggal nya sekolah, namun itu di tolak mentah - mentah oleh Arfen. Dengan alasan, bocah itu ingin mandiri. Jarak sekolah yang tak jauh dari Rumah, memungkinkan Arfen menaiki sepeda nya.
Klekkk
Tampak Gadis mungil dengan sepeda perempuan berwarna Pink yang baru di parkirkan nya. Dengan gambar sakura di sana.
"Eitsss.. Woi, yang izinin kamu parkir di sini siapa? " pekik anak cowok itu, yah siapa lagi kalau bukan Arfen dan kawan - kawan.
"Enggak sih, cuma itu parkiran orang ganteng. Orang cantik parkir nya di sana tuh"
"Oh, tapi aku maunya di sini? Emang kenapa? Apa ada hukum yang melarang" sahut Gadis mungil itu, berjalan santai melewati Arfen dengan Gaya.
"Haha.. Menarik, Nama kamu siapa? " tanya Arfen penasaran.
"Lathiefa Kanneira" sahut Gadis mungil itu singkat, melanjut kan langkah nya.
***
Assalamualaikum
Hai hai, ini Author yang berbicara yah hehe.
Sebelum nya, Author pengen mengucap kan banyak - banyak - banyak - banyak terima kasih untuk para Readers Cerdas yang udah selalu dukung Author.
Khusus nya yang tinggalin jejak like, komen, Vote dan Rate yah. Pokok nya Author mengucapkan banyak - banyak terima kasih. Udah mau baca cerita ini dari awal sampai akhir.
Author juga mohon maaf, ini Novel pertama nya Author, Ai juga sadar kalau masih banyak kata yang kurang sreg. Peletakan titik dan koma yang salah. Typo bertebaran. Makasih yang udah mau maklumi. Hehe
Semoga di Novel selanjutnya Author bisa lebih baik yah. Mohon doa nya. Hehe..
Ada beberapa jenis pertanyaan dan protes dari Readers Cerdas Special my class. Misalnya:
Thor, kok Enggak di lanjutin aja masa Kuliah?
- jawaban seonggok Author
Nah jadi gini, Author mau lanjutin. tapi.. Author MASIH SMA, enggak tau sistem kerja Anak kuliahan. Dulu, udah coba cari sistem kuliahan itu gimana. Bedanya Dosen dan Rektor. Tapi tetep aja sulit Hehe.. Enggak paham, kalau enggak di jalanin langsung. Jadi yah sampai SMA aja.
-Jawaban Versi Nathan.
Yang ada makin banyak tuh Pebinor yang bakal ngambil binik gue. Gak ada, dah tamatin aja.
Apapun yang terjadi pokok nya terima kasih buat para Readers cerdas.
Ada gak sih yang penasaran gimana Author terinspirasi oleh sosok Rei? Abang yang cuma beda setahun?
~Tamat~
"Author.. Buatin kisah Arfen dong..kisah orang ganteng yang akan mengukir sejarah manusia tertampan" rengek Arfen manja, menarik - narik lengan baju Author.
"Enggak akh Fen, makasih. Kamu terlalu pede, kepedean kamu itu cukup untuk membuat para pembaca ku eneg. Yang ada mereka pada ilfiil sama kamu. " sanggah Author yang berpikiran cerdas dan maju ke depan.
"Aurthor.. Buatin.. Buatin.. Buatin.. Yah yah?.. Buatin" rengek Arfen manja, sembari mengelilingi Author.
"Enggak Fen, aku masih waras"
"Enggak mau tau! Pokok nyq Author harus buatin kisah Arfen! Dan pembaca yang baca kisah papah Nathan juga harus baca kisah Arfen!! Judul nya.. Ehmm.. Apa yah.. Ehmm.. Akh iyah judul nya "A SpeCial Person! " harus di baca pokok nya!!" ronta Arfen yang kelihatan imut.
"Ogah" sahut Author singkat.
"enggak Author buatin.. Aku kasih tau papah Nathan"
"Bodoamat"
***
~Sekian dan Terima Kasih~