My Special Class

My Special Class
Episode 13 ( Revisi )



...***...


Istirahat pertama telah berbunyi. Sejak di mobil sampai sekarang Sheryl terus saja melamun. Sudah beberapa kali Nathan mengganggunya namun tiada respon. Membuat mulut Nathan gatal untuk mengganggunya lagi.


"Sayang kenapa?? Dari tadi ngelamun. Galau?? Mikirin gue? Duh ngapain di pikirin, gue mah jelas ada buat lo." ujar Nathan duduk dihadapan Sheryl. Dikelas itu hanya tinggal mereka berdelapan.


"Tauk tuh, lo Shy, kenapa? muka kusut gitu, kaya sepatu engga dicuci 6 minggu." sambung Zizah.


"Gue fine kok, cuma lagi bad mood aja." jelas Sheryl tersenyum palsu. Dan sudah jelas mereka tahu senyuman itu fake.


"lo sebenernya anggap kita apa sih? Lo engga pernah cerita apapun masalah lo sama kita. Kita kan pengen ringanin beban lo!" teriak Klara yang mendapat banyak anggukan yang lainnya. Mendengar teriakan Klara, sheryl terkejut  haru. Matanya berbinar menatap serius sahabat - sahabat nya itu. Menarik nafas dalam mencoba menjelaskan yang sebenarnya.


"Jadi kemarin malam itu, gue---"


...***...


"Jadi Rei, lo mau ngasih pelajaran apa buat si Andy bego itu??" tanya January sahabat Rei.


"Bukan gue, tapi Nathan yang bakal ngasih." gumam Rei menyeringai membuat January dan Resan begidik ngeri.


...***...


"Jadi kakek lo jodohin lo sama si palsu Andy?" tanya Zizah mulai mengerti dan kaget " gila, engga boleh, gue harus bilang sama kakek nih."


"Iya sih..., Tapi kan udah gue tolak." jelas Sheryl.


"Awas aja kalo lo sampe pindah kelas karna dia, gue bakal kasih pelajaran dia!!" tegas Klara emosi, karna ada yang mencoba memisahkan mereka lagi.


"Pelajaran apa nih klar?? Fisika, kimia, mtk, biologi??! Hahah!!" Ledek agung yang mendapat lirikan dari mereka semua. Soalnya candaannya garing.


"Jadi tadi pagi, lo engga jadi di jodohin, tapi si Andy di izinin main ke rumah lo, dan dapet dukungan besar dari kakek lo??" ujar Andrian mulai mengambil kesimpulan "Owalah Bray!! Malang lo, si Andy punya Restu kakek nya loh, kepala keluarga nya lagi, lah lo?? Restu siapa?? Rei?!! Hahaha!!!" ledek Andrian menepuk pundak Nathan.


"Tapi... Kakek lo yang galak itu, mau batalin perjodohan nya karna lo yang nolak Sher??"


"Iya gitu deh, btw ralat Klar kakek gue orang nya baik kok, lembut dan pengertian, cuma karna udah tua jadi agak ketipu sama si muka palsu Andy." Jelas Sheryl


"Dih.. Kata bokap gue kakek lo nyeremin kok."


"Serah deh."


"Nathan kenapa no comment?? Takut yah??" ledek regata.


"Gue?? Takut?? Sama si cecunguk itu?? Mimpilah!" balas Nathan.


"Makasih ya, setelah cerita ke kalian rasanya beban gue agak berkurang nih, lebih ringan dan lega dari sebelum nya." ujar Sheryl lembut menatap serius pada teman - teman nya itu.


"Emang gitu shy, kalo di tanggung sendiri ke bebani sendiri. Mending lo cerita ke orang yang bisa di percaya." tegas agung menyahuti.


"Btw, Shy gimana nih, si Andy dapet dukungan kakek lo, gue takut ntar lo di paksa pacaran sama Andy deh, karna kakek lo itu." sambung Airin ikut menimpali.


"Kalo masalah itu sih gue engga takut, selagi Rei dan mama ga setuju, Andy ga punya kesempatan." desis Sheryl jijik saat mendengar nama Andy. "Lagian kak Rei jugak engga suka kok sama Andy." tambahnya


"Shy boleh ulurin tangan lo ga??" tanya Nathan yang sudah membungkuk di lantai menghadap Sheryl.


"Buat apa Nat??" tanya Sheryl bingung. Namun tetap mengulurkan tangan nya. Dengan lembut Nathan memegang tangan Sheryl, dan menggenggamnya, memejamkan mata beberapa saat.


"Karna udah gue genggam, ga bakal gue lepas, apapun itu. Dan lo Shy juga ga akan bisa ngelepasin genggaman ini, apa lagi cuma si Andy, tenang aja gue bakal dapet restu dari kakek lo. Gue yakin 8 milyar persen." ujar Nathan mencium punggung tangan Sheryl. Menatap matanya, sekilas tatapan itu bukan dari Nathan. Namun tatapan itu adalah tatapan keyakinan, dilanjutkan dengan ciuman lembut dan usapan di kening Sheryl.


Ketus Regata.


"Gue engga liat tuh." balas Nathan menoleh ke arah regata santai.


"Nathan lo--"


"Shut up. Gue belum selesai. Kemarin gue buat kalung cantik." ujar Nathan mengeluarkan kalung itu dari kotak nya, segera memakaikan nya pada Sheryl.


"Gue engga bakal bilang, kalung ini tanda cinta gue, soalnya cinta gue gavada tandanya, karna cinta gue jelas, engga pake tanda-tanda rambu." ucap Nathan ke pdan.


"Apa sih lo Nat," ujar Sheryl mulai salting.


"Oh yah, gue pikir kemarin kalungnya cantik, tapi nyatanya sekarang waktu lo pake, kelihatan sama aja sih, tetep warna biru, Bedanya lebih bersinar aja."


"Apa sih loh, receh tau gak sih."


"Receh gini tapi lo ketawa kan??" balas Nathan merangkul gadisnya itu. Menatap dengan penuh makna.


...***...


"Eh Sheryl, kenapa ga ke kantin?? Gue nungguin lo, yah udah nih udah gue beliin roti buat calon istri gue." ucap pria yang paling tidak ingin Sheryl dengar suaranya, ya dia Andy.


"Gue ga laper, mending lo pergi deh." ketus Sheryl kesal.


"Gue bakal pergi kalo lo udah abisin tuh rotinya." kekeuh Andy.


"Dia minta lo pergi sekarang!!" bentak Nathan dengan suara keras.


Namun andy malah menghampiri Sheryl ingin menggenggam tangan gadis itu. Tanpa Basa basi lagi Satu layangan pukulan sudah di berikan Nathan pada Andy. Membuat Andy jatuh tersungkur dan sulit bangun.


"Alex, cepet kirim video itu ke kakek Sheryl." teriak Andy senyum sumringah.


"Kita di jebak!!!" ujar Sheryl khawatir.


Saat pria itu ingin mengirimkan video rekayasa itu. Andrian segera memukul Alex, menginjak tangan dan Hp yang sudah berada di atas lantai. Menyiramkan hp itu dengan air panas milik Klara.


"Wah sayang sekali, bukti palsu kalian hilang. Terus gimana?? Gue sengaja loh lakuin nya??" ledek Andrian yang menekan pijakan nya pada hp itu. Hp vivo milik alex keluaran terbaru itu.


"Hah lo kira gu--" belum sempat Andy  menyelesaikannya, Nathan sudah menyambutnya dengan pukulan hebat.


"Tenang bokap gue masih kaya, kekayaan keluarga Arkasa masih cukup buat obatin lo atau buat ganti rugi kalo lo mati juga bisa."


"Awas lo Nat, tunggu aja..lo bakal mohon-mohon sama gue. Liat aja nanti!!" ancam Andy sangat marah.


"Gue tungguin dah, " jawab Nathan dengan santainya dan memberikan acungan jempol pada Andy.


...***...


Berapa hari telah berlalu, setiap Andy datang kerumah Sheryl. Sheryl selalu tidak ada di rumah.


Saat itu Nathan dipanggil pak Ghani ke ruangan nya. Namun saat melewati gudang kosong itu, dia terkejut. Dia di tarik dari belakang, memasuki ruangan gudang itu. Yang jelas tangan seorang pria lah yang menarik Nathan itu.


...***...