My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 30



***


Pertanyaan - pertanyaan selanjutnya terus di bacakan. Bunyi bel yang bersahut sahutan terus terdengar. Tampak Dua siswi itu terus berusaha.


Siapa kah pemenang nya?


"Baiklah, poin dan hasil penilaian juri sudah di tangan saya. Saya akan bacakan pemenang nya" kata kakak MC itu, biasa tentu dengan nada yanh terlihat menegangkan.


"Pemenang nya adalah, dari... SMA Merah Putih dengan poin sebanyak 270. Dan SMA Harapan dengan poin 265. Hanya berbeda tipis. Selamat untuk Kalian berdua. Kalian sangat berbakat" Kata MC itu memberi selamat pada Sheryl.


Begitu juga para juri yang memberikan mendali dan hadiah nya tentu nya. Mereka selalu berkata bahwa Sheryl dan siswk itu sama - sama berbakat.


Wajah senyum sumringah terukir jelas di wajah manis Sheryl. Dia merasa amat bangga pada dirinya.


***


"Selamat yah, lo luar biasa. Beneran pinter " kata siswi itu, mengulurkan tangan nya guna menjabat tangan Sheryl. Saat mereka telah keluar dari pintu ruangan itu.


"eh yah, makasih yah.. Btw, nama Lo siapa? " tanya Sheryl menyambut uluran tangan gadis itu.


"Gue Vira, Lo Sheryl kan? Gue kira cuma rumor. Eh ternyata lo beneran pintar" sahut Gadis itu. Yah Vira namanya.


"Gue ngerasa lo juga pintar deh. Poin kita cuma beda lima" bela Sheryl, yang gagu. Ia tak terlalu terbiasa di puji begitu tinggi.


"Yah udah, gue balik dulu yah ke rombongan kelas gue. Mau memamerkan Kemenangan gue ini"


"Me-nang? " tanya Sheryl heran, bukan kah yang menang adalah Sheryl?


"Iyah Menang. Menanggung malu akibat kekalahan. Wkwk, dah gue cabut yah" sahut Vira melenggang meninggalkan Sheryl, sembari mengangkat tangan sebagai tanda perpisahan.


"Cewek ini... Beneran deh.. Ke ingat.. Nathan" gumam Gadis mungil itu menatap punggung Vira yang perlahan menghilang. Pipinya merona saat mendengar nama Nathan menggema di telinga nya.


"Nathan? Nathan Arkasa maksud lo? Gue dong " sambar seseorang pria. Sheryl mengenali suara manusia Gendeng ini. Ia menoleh dan. Hap. Nathan memeluk Sheryl erat.


"Udah gue duga. Cewek gue emang The best. Udah cantik, pintar, dan..emm.. " celetuk Nathan menatap Sheryl dari atas ke bawah.


"Dan apa Nat? " tanya Sheryl ikut memandangi dirinya sendiri. Bingung akan tingkah cowok nya.


"Dan yang paling penting itu lo cewek gue, calon binik nya gue. Serasi deh kita ini, buat akun yutub bareng yok. Yakin gue, kita ngupil aja banyak views nya! " celetuk Nathan, menunjukkan gigi putih nya yang berbaris rapi itu.


"Ada dong, kalo yang ngupil gue. Manusia terganteng di di dunia ini, siapa yang mau nolak gue? "


"Nat, temen nyokap gue ada psikiater. Lo beneran periksa deh. Penyakit pede lo itu, makin lama makin parah. Seriusan! "


"Ini namanya bukan pede yank.. Ini namanya Fakta. Lo harus nya bangga deh punya cowok yang ganteng nya melegenda kayak gue. "


"Bangga nya dimana? Emang kegantengan lo itu bisa beli makanan? " Pekik Sheryl, ia merasa kesal bersamaan dengan geli menghadapi cowok yang menurut nya setengah waras ini.


"Bangga nya itu, waktu kita ngapel di pinggir jalan. Nah, tuh cewek jomblo yang lewat - lewat pasti iri sama lo. Kenapa? Yah karna cowok lo gue lah. Nathan Arkasa dong ~" sahut Nathan memperbaiki dasi nya santai.


Sheryl memutar bola matanya jengah. Di ikuti memutar kaki nya guna berbalik meninggalkan cowok nya yang makin halu.


***


"Guys.. Lomba basket ternyata besok. Hari ini Lomba Futsal" kata Agung yang baru masuk ke kelas mereka, membuyarkan gosipan Klara dan Regata yang berpadu luar biasa.


"Mau liat? " tanya Andrian menatap satu persatu teman - teman nya itu.


"Boleh deh, yuk. Kapan lagi mereka main di liat orang ganteng kayak gue" celetuk Nathan menarik tangan Sheryl.


"Bener tuh Nat. Yah kali kali kan orang imut kayak gue mau liat adik kelas itu main" sambar Regata yang pede nya ini sebelas duabelas sama Nathan.


***


"Cek... " Desis Agung menatap beberapa orang di hadapan nya. Yah, rombongan Gilang, Menyadari bahwa mereka akan berpapasan.


"Ha.. Lo lagi? Mending cari tong sampah atau kantong plastik deh, sembunyiin tuh muka kekalahan" seru Gilang tepat berhadapan dengan Nathan yang di dampingi Sheryl di sebelah nya. "Dua hari. Gue pastiin Dua hari lagi Sheryl bakal jadi milik gue. Dan enggak akan ada yang bisa halangin hubungan gue sama Sheryl! " ancam Gilang serius menatap intens Nathan.


"Eh guys.. Makin lama sekolah kita ini makin angker yah.. Huh gue denger ada yang ngomong loh. Tapi gak ada orang nya tuh" Sahut Nathan. Ia celingukan kanan kiri, seolah mencari sesuatu.


"Huh.. Naik nih bulu kuduk gue. Merinding. Pergi yuk guys!! " Sinis Nathan menatap remeh Gilang dengan ekor matanya. Segera Nathan berjalan pergi.


"Tunggu!! " kata Gilang menahan tangan Nathan.


***