My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 48



***


"Kau tau Ken. Fakta yang sebenarnya.  Faktanya Papah Reyza bukan ingin membunuh Kak Farhan, tapi Papah Reyza lah yang menyelamatkan Kak Farhan." ucap Aisyah, sukses menghentikan Langkah Ken yang ingin keluar dari pintu.


"Harap Nona Aisyah menjaga ucapan nya jika tidak ingin Tuan Muda Farhan marah. Jika anda punya bukti,  silahkan tunjukkan pada Tuan Muda Farhan. " peringat Ken halus,  melirik Aisyah dengan ekor matanya.


"Benar,  aku memang tidak punya bukti.  Sekarang.  Namun,  beberapa hari lagi aku pasti akan mendapatkan nya"


"Semoga Nona Aisyah berhasil" sahut Kei santai berjalan ke luar kamar Aisyah.


***


Beberapa hari terlalu,  dan itu berlalu begitu saja.  Tanpa ada perkembangan,  atau bahkan tanda - tanda Akan datang nya kebebasan bagi Sheryl yang tengah terkurung ini. Hari terus berlalu,  hingga tiba nya hari itu.  Hari dimana keputusan mutlak nya Farhan untuk menikahi Sheyrl.


"Nathan... " Lirih Gadis mungil itu,  yang tengah berdiri di jendela menatap indah nya langit biru di luar. Berkolaborasi dengan Awan putih yang menyenangkan Mata. Bahkan,  burung - burung juga berterbang Ria di tengah Terik nya Sang Matahari itu.


Cuaca di luar sana begitu terik dan hangat,  namun,  berbeda hal nya dengan Sheryl. Gadis mungil yang kini terkurung di Vila mewah,  sedang merutuki nasib nya. Pikiran nya selalu tertuju pada seseorang. Yah,  Nathan. Sang Cowok tengil nya.


Angin menerpa wajah manis Sheryl,  membuyarkan tatanan Rambut gadis itu yang memang sudah acak.


"Nathan... " Lirih Sheryl lagi,  merasa seakan - akan angin itu sedang membawakan pesan dari Nathan.  Tentu pesan cinta konyolnya.


Ya Allah,  Sheryl enggak minta banyak. Sheryl cuma minta Nathan selamat. Bisakah?


Batin gadis mungil itu.  Tatapan nya kosong hampa,  ia bagai kehilangan semangat nya. 


"Nona muda! Kami membawa gaun pernikahan untuk anda" Seru seseorang dari luar pintu.  Sheryl mulai terbiasa dengan suara itu.  Yah suara pelayan nya,  Syafa.


Sheryl diam,  yah kegiatan yang selalu dia lakukan selama ada di Vila ini.  Dia membungkam rapat mulutnya,  sama sekali tak ingin berbicara kepada siapapun kecuali Aisyah yang selalu membawakan nya makanan.


Syafa dari luar terus berseru,  Sheryl juga masih terus menganggap nya sebagai angin lalu. Benar - benar tak ada niat untuk menyahuti ucapan Syafa.


"Tuan Muda,  bagaimana ini.  Nanti malam adalah Waktu Pernikahan kalian,  dan Siang ini Nona tidak ingin bersiap" lapor Syafa pada Farhan,  yang sedari tadi memang ada di luar pintu bersama Ken dan pelayan lain nya.


Sebenci itu kamu ke saya?  Sheryl?


Batin Farhan,  masih setia dengan harapan agar terbuka nya pintu itu. Di dalam kamar,  Sheryl sendiri masih setia memikirkan Nathan.  Baginya,  saat ini Nathan lah yang terpenting.


Farhan menghela Napas berat,  ia menyerah untuk menunggu Sheryl membuka kan pintu nya. "Gunakan cara lama.. Pastikan Nona muda akan siap Nanti malam" titah Farhan pergi begitu saja,  di ikuti Ken sang asisten.


"Baik Tuan muda" sahut Syafa tertunduk hormat.


Shhhhhhhh


Woshhhhh


Apa ini? Kenapa pandangan Gue kabur?


Batin Gadis manis itu,  yang perlahan tubuh mungil nya jatuh ke Lantai.


***


Henmm


Sheryl membuka matanya perlahan,  masih kabur pandangan nya.  Membuatnya harus mengerjapkan matanya beberapa kali.


Entah lah,  ada yang aneh pada Sheryl, ia merasa tidak nyaman. Gadis mungil itu perlahan membuka matanya. 


Tampak bahwa dirinya sudah memakai Gaun pengantin Putih yang indag dan mewah.  Dirinya juga sudah lengkap dengan perhiasan Berlian yang mewah,  tanpa melepas kalung Biru milik Sheryl, yang memang tidak bisa di lepas.


Sheryl mengedarkan pandangan nya,  tampak ada pelayan yang sedang memakaikan nya sepatu,  itu juga kenapa Sheryl merasa aneh di kaki nya. Ada juga yang tengah memakaikan nya gelang.


Gadis mungil itu sudah tak memiliki nafsu untuk terkejut.  Ia sudah terbiasa dengan perilaku para pelayan gila ini. Cara yang sama.


"Haha.. Kalian ini benar - benar tidak memiliki hati.  Menggunakan cara yang lama menjijikan ini.  Benar - benar sampah!! " Sinis Sheryl menatap jijik pada pelayan di sekeliling nya termasuk Syafa.


"Jika Nona muda mengatakan kami sampah.  Maka kami memang lah sampah.  Perlu Anda ketahui,  setelah Anda menjadi Nyonya Rumah ini, apapun yang anda katakan itulah peraturan nya" sahut Syafa tenang.  Tak ada tanda - tanda emosi dari nya.


"Ingin mengatakan lagi pada ku bahwa itu terjadi karna Tuan Muda Farhan kalian begitu mencintai ku?!!"


"Itu memang  benar.  Bahkan Tuan Farhan sangat mencintai Anda, lebih dari yang anda Pikirkan. Saya akan memberi tahu Anda.  Anda adalah perempuan paling beruntung karna di cintai Tuan Farhan. "


"Itu kelihatan Bahagia, jika aku juga mencintai Farhan.  Tapi Faktanya Aku hanya mencintai Nathan"


"Mungkin Nona akan berpaling hati"


"Aku lebih baik mati di banding Berpaling hati. Heyy Nama mu Syafa kan? Kamu pernah enggak sih, mikirin gimana rasanya jadi aku? Yang di paksa menikah? "


Syafa terkesiap ia sangat terkejut. Entah lah sisi perempuan nya tiba - tiba bangkit.  Di tatap nya lekat Wajah Sheryl,  cantik tapi tak bersinar.  Tak ada cahaya nya,  bahkan saat Sheryl sendiri memakai Gaun mewah dan Perhiasan yang berkilau,  tapi Sheryl sendiri terlihat Suram.


"Kamu selalu bilang Aku beruntung karna di cintai Farhan. Jika memang begitu, aku rela melepaskan keberuntungan itu.  Dan Bahkan jika di cintai oleh Nathan adalah sebuah kesialan.  Maka aku juga Rela terjun bersama nya,  ke lubang yang di sebut kesialan itu. Kamu tau Apa itu cinta,  kan? " Pekik Halus Sheryl lagi,  matany benar - benar hampa tanpa Makna.


***


Huhhh


Up lagiii. Hehe