My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 32



***


***


"Gue balik yah Shy. Mah Nathan pulang" pamit Nathan setelah mengantarkan Sheryl pulang dengan aman dan selamat.


"Hati - hati yah nak" sahut Aryani lembut.


Nathan menyipitkan matanya,  tatkala melihat rombongan Geng motor menghampiri nya dari arah berlawanan.


Nathan mengedarkan pandangan nya,  yah ini adalah jalan yang sepi.  Yang selalu ia lewati setelah mengantarkan Sheryl pulang.  Seperti yang di lakukan nya hari ini.


Tidak seperti biasanya yang berjalan mulus,  kali ini Nathan di halangi oleh Geng motor. Nampak belasan motor berhenti di depan mobil Sporty milik Nathan. Dan tampak Beberapa ada di belakang nya.


"Rame... Mati gak yah gue hari ini? " celetuk Nathan,  memperkirakan jumlah orang - orang di sana.


Salah seorang disana membuka helm nya. Nathan berpikir itulah ketua nya,  karna dia berada di garis paling depan.


"Gilang?! " Desis Nathan saat ia mengenali orang yang sedang ada di hadapan nya itu.


"Turun ko pecundang! Lo takut sama kita?!" Teriak Gilang kasae memukul mobil bagian Depan milik Nathan.


"Pecundang?  Haha!  Lo udah ngaca belum?  Kalo belum,  ngaca dulu gih" Sinis Nathan membuka pintu mobil nya dengan Gaya.  Berdiri bersandar di Mobil mewah nya.


"Nyali lo besar juga.  Udah sendirian gini masih omong besar.  Emang yah,  Lambe sama Nyali lo itu beda banget. Haha!  Pecundang! " cibir Gilang menatap remeb Nathan.


"Pecundang?  Gini deh,  lo liat nih keliling.  Gue sendiri,  lo bawa pasukan.  Nah,  kelihatan kan yang pecundang itu siapa?! " Kata Nathan seraya menujuk keilingan orang - orang itu.


"Sorry,  Gue enggak sepecundang itu. Gue bawa mereka cuma buat nontonin kita aja.  Liat kita duel berdua.  Kita liat,  mana yang bakal masuk Rumah sakit! "


"Oh? Bagus juga sih lo kalo punya harga diri. Haha,  Duel yah?  Boleh " sahut Nathan santai,  membuka jaket nya.  Di ikuti dengan dasi nya.


Keduanya kini berdiri di tempat kosong yang luas. Hanya berjarak lima meter dadi Nathan ke tempat Gilang berdiri.


"Kalo muka lo benyok,  jangan salahin gue yah" Cibir Gilang tersenyum menyeringai.


"Tenang.  Muka gue babyface. Gimana pun benyok nya tetep ganteng.  Nah elo?  Hadehh modal kayak gagang peyot aja sok" sahut Nathan yang emang lambenya ini. Bikin orang naik darah.


"Banyak bacot loh nying!  Mati lo! " Teriak Gilang yang sudah mencoba menendang kaki Nathan. Sayang sekali Nathan berhasil menghindar.


Tak menyerah,  dengan sekuat tenaga Gilang memukul Nathan.  Lagi - lagi Nathan mengelak. Dan berhasil berada di belakang Gilang.


Bukhhhh!!


Tendangan Nathan yang sukses mengenai perut nya Gilang. Tak puas,  Nathan memukul habis Gilang hingga terjatuh.  Belum selesai.  Nathan kembali memijak telapak tangan Gilang yang sudah bersentuhan dengan Aspal.


Gilang terbungkuk mencoba bangkit berdiri.


Bukhhh


"Apa?  Cuma segini doang?  Buat pemanasan aja enggak cukup" Cibir Nathan menggoyang kaki Gilang yang sudah terbaring.


Tukhhhhh!!


Gilang dengan sekuat tenaga menendang kaki Nathan yang sedari tadi menggoyang kaki nya.  Mengakibat kan Nathan terjatuh. Tanpa Ba-Bi-Bu lagi.  Gilang langsung memukul habis wajah Nathan.


Hanya dua atau tiga kali pukulan yang Gilang layangkan untuk wajah Nathan.  Mengakibat kan wajah dengan kegantengan yang melegenda itu sedikit memunculkan lebam biru.


"Kampret!!  Mukak gue yang ganteng!  " pekik Nathan,  segera ia menggerakkan kaki nya untuk mengunci kepala Gilang.


"Duh Ganteng nya gue,  belum hilang lah yah kan? Paling bekurang? " celetuk Nathan menggerak kan wajah nya yang terasa kaku.  Dengan masih mengunci Gilang dengan kaki nya.


"Semuanya!  Serang!! " titah Dean yang tak tahan melihat sang Abang yang kesakitan karna kuncian Nathan.


Dean dengan segala emosi yang membara,  melayangkan satu pukulan keras ke wajah Nathan. Segera Nathan melepaskan kuncian nya.  Dan melangkah mundur.


Gilang perlahan berdiri.  Dengan leher yang rasanya pasti sakit itu.  Dengan Belasan orang di belakang nya.  Yanh siap membantai habis Nathan, yang berdiri di hadapan mereka,  seorang diri.


"Banci lo!  Berani nya main keroyokan!  Udah sana ganti kelamin aja lo pada! " cibir Nathan,  mengelap Darah yang keluar dari sudut bibir nya akibat pukulan Dean tadi.


"Bodoamat!  Gue gak peduli!  Dengan cara apapun!  Gue harus dapetin Sheryl.  Untuk itu,  gue harus lenyapin lo! Agar gue dan Sheryl bisa tenang! " Sahut Gilang tak kalah keras.


"Ngaca dong lo!  Sheryl enggak sudi sama lo!  Natap muka lo aja bikin dia jijik!! "


"Lama - kelamaan dia bakal suka sama gue,  dengan perjuangan gue.  Kunci nya hanya butuh lo pergi dari dunia ini!! Gue kasih lo tawaran.  Lo pergi dari Indonesia tinggalin Sheryl,  atau lo pergi dari Dunia ini! "


"Gue enggak mau pergi tuh. Dan gue gak bakal ninggalin Sheryl! Apapun taruhan nya!!?  Seru Nathan.


"Oke, kalo itu mau lo!  Semuanya serang dia!!! " titah Gilang menyerukan Perintah menghabisi Nathan.


"Gue kira lo manusia yang punya harga diri.  Ternyata lo gak lebih tinggi dari sampah!! " Cibir seseorang yang baru datang.


Nathan mengenali suara itu.  Suara yang selalu membangkitkan jiwa kesombongan nya.


"Rei?!  Calon kakak ipar Luknut?!! " Teriak Nathan,  mendapati Rei ada di sana.


***


Next?


Lanjut??


Ayoo like,  komen,  and vote yah hehe


yang kangen Rei mana nih? 😂