
***
Hari ini adalah hari pengumuman juara kelas, setelah bertarung dengan ujian Semester dua, yah ujian naik kelas lebih tepatnya. Kali ini, tak ada lagi yang berani mencaci maki kelas XI IPA 5 lagi.
Kelas XII sudah lulus satu bulan yang lalu. Saat ini, Kepsek sendiri lah yang akan membacakan juara umum sekolah.
"Juara umum untuk kelas XI jurusan IPA kalii ini jatuh kepada.... " ucapan Kepsek terhenti, biasa biar kesan nya greget. Padahal B aja.
"jatuh, emang dia ketiban?? " celoteh Regata yang di sambut timpukan oleh Klara, suer deh mulutnya Regata ini lemes bener.
"Di berikan atas nama... "
"woik.. Udah rapi belum? Bentar lagi gue maju nih, harus keliatan rapi kan?? " Ujar Nathan dengan pd nya memperbaiki dasi abu - abu yang menggantung di lehernya. "aih... Lupa gue.. Belum mikirin kata sambutan pula" tambah nya semakin pd.
"Nat, mimpi itu malem, siang bolong gini gak baik bagi kesehatan. Ntar lo stress lagi gara - gara gak dapet juara" celetuk Zizah menepuk pundak Nathan.
"bener yang di bilang cewek gue Nat. Elo, kalo kayak gini terus, takutnya lo gak lama.. " sambar Andri menepuk sebelah pundak Nathan.
"Nat, sadar diri itu penting. Gue saranin, terima kenyataan" kini giliran Agung yang angkat bicara.
Sheryl hanya tertawa geli melihat tingkah cowok nya ini. Yah.. Mereka kan udah resmi pacaran.
"Atas nama--Nathan Arkasa!! " teriak pak Kepsek.
Apa katanya?? Nathan?! Gak salah Kan?? Yah.. Kira - kira begitulah maksud dari ekspresi melotot di barengi bibir melongo mereka. Tak ada satu pun yang tak melongo, pasalnya cowok kayak Nathan dapet juara umum?!! Apa kata orang Medan?!! 😂
"Kan.. Elo pada sih degil kalo di kasih tau! Minggir, sang juara lewat" ujar Nathan menepis tangan Zizah dan Andri yang tadi berada di bahunya. mereka melongo terheran - heran.
"kok bisa Nat?? " tanya Sheryl.
"lo iri yah Ryl.. Gue mah sebenernya gak mau ngerebut gelar ini dari lo. Tapi, sebagai calon papanya anak - anak kita nanti, gue gak bisa dong berada di bawah lo. Kodratnya cowok jadi imam, makanya gue yang harus di atas lo, biar gue yang mimpin lo" jelas Nathan, melenggang jalan ke podium.
"Nathan.. Kita semua tau dan pasti heran kenapa yang dapet juara umum itu kamu? Kenapa gak kayak biasanya aja, si Sheryl?? " tanya pak Kepsek mewakili selurugu muridnya yang tampak kebingungan.
"jawaban nya sih simple pak. Logika aja deh, kita sebagai laki - laki kodratnya memimpin kan pak. Nah, saya juga gitu. Saya harus berada di atas Sheryl pak. Masa iyah, saya suaminya ada di bawah dia, kan gak keren. Apa kata anak - anak kita nanti?? Aduh.. Gak kebayang deh pak" jelas Nathan dengan pd nya, sembari beberapa kali menatap mesra Sheryl. yang jawaban nya ini gak logis.
Sheryl hanya bisa melongo, jawaban nya ini di luar dugaan mereka semua.
"Gue kira dia dapet juara karna dia penerus tunggal Arkasa grup, eh ternyata--" celetuk Zizah yang menatap datar Nathan.
***
"Gak nyangka yah.. Orang kayak lo Rei, bisa jatuh cinta juga. Gue kira lo gak bakal punya rasa kayak gitu" ucap Nathan membuka pembicaraan.
"Heh... Mungkin itu terjadi, kalau gak ada Aisyah di dunia ini" sahut Rei meminum minuman kaleng itu.
Mereka tengah duduk di ruang tunggu di bioskop. Yah weekend ini mereka sengaja jalan dengan kedua gadisnya. Menghabiskan waktu liburan bersama sebelum Rei dan Aisyah pergi ke luar negri. Tadi, Aisyah dan Sheryl sepakat mereka lah yang menentukan film nya. Alasan logisnya, karna mereka perempuan, jadi perempuan itu selalu benar. Logis bukan??
"perasaan lo ke Aisyah dalem banget yah?? "
"menurut lo?? "
Nathan hanya mengehela napas dan menatap Rei tersenyum. Saat ini dia yakin, Aisyah adalah salah satu wanita terberuntung di dunia ini.
"sebenernya sih gue gak terlalu minat sama gituan, tapi ini semua demi Sheryl. Yah simple nya biar dia bangga sih sama gue"
"Adek gue terlalu cerdas, pasti sulit buat berada di atas dia! Gak kayak Aisyah, cewek bodoh dan ceroboh, manja dan cengeng. Tapi, gue suka semuanya dari dia"
"kalo Aisyah pergi. Fix, lo jadi gila! "
"mungkin.. Hehe.. "
"senasib bro.. Haha"
"apasih kalian? Ngobrolin apa? Kok kayaknya seru amat, sampai ketawa ketiwi gitu?? " tanya Aisyah yang baru datang, di ikuti Sheryl di sampingnya.
"tau tuh, biasanya mah kalo ketemu udah kayak tom and jerry aja. Kalo gak berantem yah adu mulut" sahut Sheryl ikut menimpali.
"dih kepo... Ini rahasia nya para cowok~ " ujar Nathan memejamkan sebelah matanya menatap Sheryl.
"apa sih--"
"kalian udah beli tiketnya? Kita nonton apa?? !!" tanya Rei.
"kita nonton ini!! " ucap Sheryl dan Aisyah bersamaan menunjukkan empat buah tiket Vip. Dan yah yang di tonton adalah film 'pembunuh berantai' yang genrenya udah jelas horor, misteri, dan pembunuhan. Sangat jauh dari ekspetasi Nathan dan Rei, mereka sempat berpikir akan menonton film Dilan, Mariposa, LDR, atau film - film romantis lain nya.
"kita nonton film i-ni? " tanya Nathan dan Rei untuk meyakinkan diri mereka semdiri.
"ih kelamaan deh, ntar filmnya udah mulai. Gue gak mau ketinggalan" ucap Sheryl menarik tangan Nathan masuk. Di ikuti Rei dan Aisyah yang saling menggenggam satu sama lain, mata Rei masih lekat akurat menatap Aisyah. Merona pipinya Aisyah, bagaima tidak? Saat ini dia sedang di genggam oleh pria Incaran banyak sekali wanita.
****
Ayoo like, komen, and vote.
Kalian adalah pembaca yang cerdas. Tau lah yah kan apa yang paling di inginkan penulis. Hehe..
Tim Nathan X Sheryl (Naryl)
Tim Rei X Aisyah (Rais)
Tim Andri X Zizah (Azah)
Tim Regata X Klara (Regra)
Menurut kalian mana pasangan yang bikin kalian senyum mesem. Hehe...
Kalo author sih Rais yah (Rei X Aisyah)
Season 1 ini dalam penghujung selesai. Terus dukung yah.. Kalo komenan dan like kalian banyak.. Author bakal lanjutin Season 2 yah..
Eitsss masih ada 1 episode terakhir untuk season 1. Jadi terus dukung yah~
Salam manis Author Rini ir.