My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 53



***


"Aku sebenarnya adalah Adiken Maheswara. Putra tunggal keluarga Maheswara, yah keluarga Terhina tentu nya. Yah,  Ayah ku juga adalah dalang dari Bangkrut nya perusahaan TuaN Muda. Saat itu keluarga ku jatuh bangkrut dan itu di sebabkan oleh Keluarga Anda,  membuat Ayah ku tersulut emosi. Ia akhirnya mencari banyak kesempatan untuk membunuh Anda,  hingga akhirnya ada kesempatan. Yah,  Di sana di tempat Tragedi itu terjadi,  Ayah ku mencoba menembak Tuan muda" Cerita Ken terduduk lemas, pandangan nya Akurat menuju lantai,  ia tak memiliki keberanian untuk menatap Farhan yang kini tengah bingung.


" Saat itu,  Ayah ku mencoba menembak anda dari belakang ,  tapi sayang nya gagal.  Saat itu juga Tuan Wijaya menembak Ayah ku" tambah Ken lagi,  matanya masih lekat akurat menatap lantai.


"Tunggu!  Apa maksud mu?  Waktu itu Reyza Wijaya bukan ingin menembak ku,  malainkan menembak Ayah mu yang ingin membunuh ku?!!" pekik Farhan tersadar.


"benar, Aku bisa pastikan itu benar.  Karna aku juga ada di sana,  Saat itu Ayah ku yang hampir mati berhasil menembakan peluru terakhir nya,  dan yah demi melindungi Putri yang di bawa nya waktu itu.  Dia meninggal. Selang satu tahun dari kejadian itu,  Aku menjadi anak berandalan yang tidak memiliki Rumah apalagi sanak saudara.  Semuanya selalu menjauh dari ku.  Tapi Anda,  Anda datang dan mengulurkan tangan Anda,  di saat saya sendiri sudah kehilangan semangat hidup. Sejak saat itu saya bersumpah janji akan mengikuti anda apapun yang terjadi,  menjadi pedang sekaligus perisai anda." Cerita Ken,  kembali Ken mengingat masa kelam nya,  masa di mana ia menjadi anak berandalan. Dan dimana Untuk pertama kalinya ada yang menjabat tangan nya,  yah orang itu adalah Farhan.


Farhan terkesiap seketika,  matanya ia bulat kan tak percaya. Tak percaya dengan Fakta yang Ken katakan.  Faktanya adalah orang kepercayaan nya ternyata adalah musuh besar nya.


" maaf.. Maafkan saya baru menceritakan nya Tuan muda.  Saya selalu berpikir tak kan memceritakan kisah ini pada anda.  Karna saya takut,  jika kelak anda membenci saya.. Saya sangat merasa sakit,  jika anda membenci saya! Tapi sekarang,  Saya lebih merasa tersiksa dan sakit,  melihat anda membenci diri anda sendiri,  dan putus asa akan kehidupan anda sendiri.  Saya rasa,  Lebih baik anda menuangkan kebencian anda pada saya. Jangan benci diri anda!! Anda bisa membunuh saya!! " teriak Ken putus asa. Jiwanya lebih putus asa saat melihat Farhan ingin menghabisi dirinya sendiri.


"Arggggggghhhhhh!!! " Teriak Farhan keras. Entah apa tujuan teriakan itu,  entah untuk dirinya sendiri,  atau Ken yang selama ini berbohong padanya.


***


Beberapa hari telah berlalu,  keadaan Nathan tetap seperti itu.  Tanpa ada nya kenaikan dan penurunan. Banyak sudah Pendonor yang ada,  namun tak ada satu pun yang cocok dengan Ginjal Nathan.


Fakta ini membuat Sheryl dan yang lain nya semakin putus asa. Sheryl setiap malam selaly berdoa demi kesembuhan Nathan.  Tak lupa pula usaha yang Rei,  Kakek,  dan Herman lakukan untuk mendapatkan Pendonor yang cocok untuk Nathan.


Hari ini,  dimana mereka mendapatkan pendonor baru,  semuanya dengan Doa menunggu hasil tes nya,  sangat berharap bahwa Ginjal nya cocok untuk Nathan.


Krekkk


Dokter Fan keluar,  Dan yang paling membuat mereka kecewa adalah,  ekspresi sedih yang sama dari Dokter Fan.  Menjawab Tatapan penuh harap mereka dengan Gelengan kepala perlahan.  Yang tentu mereka semua tau artinya,  bahwa Pendonor itu tidak cocok pada Nathan.


"Dokter!  Dokter,  kita mendapat Pendonor Ginjal untuk Tuan Nathan.  Golongan darah mereka cocok.  Saya rasa ada kemungkinan Ginjal mereka cocok! " Teriak suster itu berlari sekencang mungkin.


"Baiklah,  ayo segera periksa,  semoga ini cocok.  Tuan Nathan harus mendapatkan Donor Ginjal yang cocok" Sahut Dokter itu.


"Siapa dia?!! Siapapun dia kami akan memberikan bayaran yang sangat besar!  Katakan padanya!! " sambar Rei serius.


Dokter dan Suster pun,  segera pergi ke ruangan Tes lagi.


Sudah hampir dua jam Rei dan yang lain nya menunggu,  berharap ada kabar bahagia.


"Selamat!  Selamat untuk kita semua!  Ginjal orang itu cocok untuk Tuan Muda Nathan" Ucap Dokter itu di tengah lamunan mereka semua


Mendengar itu,  mereka semua tersenyum puas,  mengucap kan terima kasih pada Tuhan,  yang maha memegang Nyawa umat nya. Sheryl menangis,  bukan karna sedih.  Tapi karna dia terlalu bahagia.


"Kami akan segera melalukan operasi nya.  Kami berharap kalian berdoa,  semoga operasi ini berjalan lancar " kata Dokter itu,  yang masih merasa senang karna melihat keluarga Pasien nya puas.  Yah seperti itulah Dokter.


"Tunggu dokter,  berapa banyak harta yang di inginkan pendonor, kami akan mempersiapkan jumlah nya, berapapun yang dia mau!! " ucap Rei,  ia tak lupa operasi ini terjadi karna adanya sang Pendonor itu.


"Dia ingin mengatakan nya saat operasi telah sukses.  Setelah itu,  dia akan mengatkan permintaan nya" sahut Dokter itu sesuai permintaan Sang Pendonor.


***


Next?


Lanjut?