My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 7



Ayooo tinggal kan jejak kalian yah


Silah like, komen, and Vote yah..


Kalau bisa Komen di setiap chap yah. Hehe


Semakin banyak komen, semakin Author semangat buat up. Bahkan, lebih dari 1 Episode per hari hehe..


***


"itu Toko buku nya, lo masuk aja dulu.  Gue masih ada urusan bentar,  ntar gue kesini kok" pamit Nathan. Cup. ia  mengecup pelan kening Sheryl dan berjalan pergi.


Sheryl hanya merona,  kemudian masuk ke Toko buku.  Ia tak begitu memikir kan mengapa Nathan pergi. Dan kemana pergi nya Nathan.


"Terus selidiki, orang yang bermain trik sama gue bakal selesai riwayat nya. Hehe" titah Nathan kepada seseorang serba hitam itu.


"Baik Tuan Nathan, segala perintah siap. Kami akan terus meningkatkan keamanan di sekitar Non Sheryl" sahut nya, dia menunduk hormat pergi melaju dengan motor nya.


***


"Nathan mana sih, katanya sebentar, nyatanya gak balik. Apa dia jumpa Jajur? Dasar cowok! Lagi jalan sama cewek malah ngilang! " gerutu Sheryl kesal. Padahal tadi Nathan lah yang mengajak nya, sekarang Nathan hilang entah kemana.


Dia masih setia menunggu Nathan di depan toko, memegang erat Novel yang baru di beli nya. Tentu itu Novel bergenre Fantasy Romance, yah genre kesukaan Sheryl.


Tidak jauh dari tempat Sheryl berdiri, di sebelah kanan ada Lisa yang juga berdiri di sana. Ia dengan berbagai macam belanjaan nya masih ingin menunggu Taksi online pesanan nya. Sayang nya, mereka tak menyadari kehadiran satu sama lain.


"Sayang!! " seru Nathan memanggil Sheryl.


Lisa tersenyum kegirangan, sudah mau meledak rasa hati nya, tatkala melihat tambatan hati nya itu ada di depan sana dan memanggil nya dengan kata Sayang. Satu kata itu menggetarkan hati Risa. Membuat hati nya hampir meledak kegirangan.


Nathan terus berjalan dengan dua buah es krim di tangan nya, satu nya sudah di makan dan satu nya masih terbalut manis dan rapi oleh kemasan nya, dan SHHH!! sayang sekali Nathan melewati Lisa begitu saja, seakan - akan tidak mengenal Lisa. Trkkk!! Retakan hati itu terdengar di telinga nya, ia menoleh dan mendapati Nathan menemui Sheryl, bahkan mengecup kening nya.


"Sayang~ Lama yah" tanya Nathan mencium lembut pipi kanan dan kiri Sheryl bergantian. Sheryl sendiri masih setia dengan ekspresi marah nya yang terlihat imut.


"iyah, oke. Aku salah. Meski sebenarnya nggak salah juga tetep harus ngaku salah. Yah inilah peran cowok yang sesungguh nya" tambah nya lagi memanggut kan kepala nya.


Sheryl menoleh, melotot tajam ke arah Nathan. Ingin Sheryl menimpuka nya, tapi itu tertahan oleh Ice Cream yang Nathan bawa di tangan nya. Saat itu Sheryl berpikir logis. Jika dia menimpuk Nathan, maka ice favorit nya itu akan jatuh terbuang.


"Kenapa gak jadi nimpuk? Ha? " tanya Nathan menaikkan sebelah alis nya. ia tentu tahu jelas apa alasan nya.


Nathan mengangguk pasti. Tangan kanan Sheryl sudah terulur untuk mengambil Ice yang masih terbalut rapi oleh kemasan nya, yang artinya masih baru di tangan kanan Nathan.


"Eitssss" Nathan mengangkat tinggi tangan nya, menghindari Sheryl yang ingin mengambil nya.


"Apaan sih, ice cream di beli gak di makan itu buat apa?!" pekik Sheryl.


"Nah ini nih lo, sebenernya Ice Cream itu di makan apa di minum? Yang jelas dong? "


Sheryl diam terpaku dengan pertanyaan Nathan kali ini. Untuk pertama kalinya logika nya tidak berjalan, Sheryl benar - benar bingung dengan jawaban nya. Nathan sendiri tertawa puas melihat ekspresi bingung pujaan hati nya.


"Akh bodoamat! Yang penting siniin ice cream nya" rengek Sheryl kembali mencoba merampas ice cream baru di tangan Nathan. Dengan sigap, Nathan berhasil menghindar.


Sheryl mendengus kasar, ia sudah marah dan duduk di bangku panjang putih di depan toko itu. Tak ingin menatap Ice cream nya lagi, apa lagi Nathan yang megang.


Nathan tertawa merasa semakin geli dengan tingkah kekasih nya yang tak lebih dari anak usia enam tahun.


"Mau ice cream nya? " tanya Nathan berdiri di hadapan Sheryl. Gadis mungil itu sama sekali tak menggubris nya. Tapi, Gadis itu juga sudah bersusah payah menahan nafsu nya dengan ice cream coklat kesukaan nya itu.


"Yakin gak mau? " tanya Nathan lagi, kali ini Sheryl melirik sedikit, ia menelan saliva nya susah.


"Iyah udah deh nih... Jangan ngambek lagi"


Sheryl tersenyum menang, ia merasa puas atas menyerah nya Nathan. Dia menoleh, ekspresi sumringah nya hilang tatkala ia melihat dua buah ice cream nya ini sudah terbuka dan di makan oleh Nathan. Yang artinya, kedua nya adalah sisa bekas Nathan.


"Mau nanya kenapa kok udah gue makan? Gini yah yank, makan bekas suami itu nanti. katanya, lo bakal nurut sama suami. Nah siapa suami nya?! Yah gue lah, Nathan Arkasa cowok paling ganteng yang sudah di akui Kesatuan Mars! " lagak Nathan dengan Pede nya.


Sheryl mendengus kasar, namun godaan ice cream itu terlalu besar. Bodoamat bekas Nathan, Sheryl mengambil salah satu nya dan memakan nya.


Dengan cepat berjalan pergi meninggalkan Nathan, Langkah Nathan yang lebar mampu menyusul Sheryl. Melihat ekspresi gadis nya yang masih marah, Nathan mendarat kan satu ciuman hangat di pipi nya, dan merangkul nya.


"Kak Nathan sama Kak Sheryl pacaran? " Gerutu Lisa yang sedari tadi memperhatikan kedua insan yang sedang bertengkar kecil itu.


***


Sebenarnya, Ice cream itu di makan atau di minum?