
***
Pernah Lepas? Apa dia orang yang dulu Pernah nyulik Gue?!!
Batin Sheryl tersadar akan kemungkinan itu.
"Tunggu! Apa kamu orang nya?! Orang yang pernah Nyulik aku waktu kecil?! " Pekik Sheryl menghentikan langkah orang itu.
"Bukan Nyulik. Lebih tepat nya bawa kamu pulang" Sahut Farhan santai.
"Pembunuh!! Kamu pembunuh! Kamu yang udah membunuh papah aku!! Kamu pembunuh! Aku benci kamu!! " Bentak Sheryl kasar, secara spontan Air matanya mengalir begitu saja. Tanpa ada tanda - tanda.
"Bukan Aku yang membunuh papa kamu. Tapi Papah kamu lah yang berniat bunuh aku" Sahut Farhan lagi. Tapi, kali ini dengan Aura yang berat.
"Enggak! Kamu pembunuh! Aku benci kamu!! Benci!! Sangat Benci Kamu!! "
"Tidak masalah. Kamu benci Aku. Aku cinta Kamu. Apa bedanya? Benci dan Cinta itu beda Tipis. Kelak, Kebencian kamu yang besar akan berubah Menjadi Cinta yang besar. " Farhan menoleh, menyahuti ucapan Sheryl dengan begitu santai.
Farhan menghela napas Kasar. Saat Gadis yang ia cintai. Dan yang membuat nya Gila selama bertahun - tahun ini menangis.
"Jangan Menangis, itu membunuh ku" Lirih Farhan datang menghampiri Sheryl yang sudah banjir dengan Air mata.
"Bagus Kalau kamu mati Terbunuh!! Aku Benci Kamu, enggak akan menikah sama kamu! Lebih baik aku Mati, dari pada harus Menikah sama kamu!!! "
Plakkkk!!
Farhan menampar kasar Sheryl. Dari suara itu terdengar tamparan itu sangat kuat.
Sheryl tertunduk diam, Ia memegang pipi kanan nya yang terasa kaku akibat tamparan itu. Kedua mata indah nya pun tertutupi oleh Rambut nya yang sudah sangat Acak.
"Maaf... Aku enggak bermaksud begitu.. Kamu juga jangan berkata begitu " Lirih Farhan mendekati Sheryl, Sheryl mundur dengan badan nya yang bergetar. Menjauh dari Jangkauan Farhan yang menurut nya kasar.
"Jangan pernah menyebutkan Kematian mu lagi. Aku tak kan biarkan kau pergi dariku. Tak ada yang bisa memisahkan kita!! " Peringat Farhan tegas, ia membalikkan badan nya keluar dari kamar Sheryl.
"Obati Wajah Nona muda" titah Farhan kasar.
Mereka semua sudah jelas tau, pasti tamparan. Suara Tamparan yang begitu keras menggetarkan Tubuh Mereka.
"Papah... Nathan... Kak Rei... Dimana? Shyshy Kesepian.. Kakek... Mamah " Gumam Sheryl terduduk lemas, sembari mencium kedua lutut nya. Badan nya bergetar, ia merasa sangat ketakutan.
Trauma Bayangan Masa lalu nya kembali muncul di ingatan nya. Semua masalah yang datang bersamaan ini tak mampu di tahan oleh Jiwa Sheryl yang rapuh. Ia pingsan di tempat.
***
Bukhhhh!!
Farhan di tengah ruang gelap Itu, bermodal kan cahaya yang redup. Ia memukul Brutal dinding itu, mengakibatkan Tangan nya Berdarah.
Tak puas memukul dinding yang keras itu, ia mencambuk dirinya sendiri. Mengiris telapak tangan nya, yah tangan yang ia gunakan untuk menampar pipi mulus Sheryl.
"Tuan! Mohon jangan lakukan itu! Tuan Tubuh Anda sangat berharga! " Peringat Ken.. Ia segera membawa kotak P3K, menghampiri Tuan muda nya. Guna membersihkan luka itu.
"Diam! Tangan ini! Tangan sialan ini lah yang telah menampar wanita tercinta ku! Jika hari ini tangan ini tidak mengeluarkan darah yang cukup! Maka Sheryl tidak akan tenang!! " Maki Farhan menatap bengis tangan Kanan nya itu, yang sudah banyak sekali mengucur kan darah.
"Tuan, itu semua karna Tuan tidak suka Nona muda menyebutkan kematian. Tuan, Jangan terlalu keras pada anda. Ini bukan salah anda" lirih Ken. Ia masih keras untuk agar Farhan berhenti.
Settttt!!
Lagi. Farhan mengiris Jarinya lagi. Menyadari Luka sebelum nya tidak mengucurkan begitu banyak darah.
"Diam! Jangan pernah menghalangi Jalan ku!!" bentak kasar Farhan.
"Tuan Muda, maaf mengganggu anda. Nona muda Pingsan" lapor pelayan perempuan itu.
"Panggil Dokter pribadiku segera! " Titah Farhan, tanpa menunggu lagi langsung melesat ke kamar Sheryl.
***
"Apa semuanya sudah dalam posisi?! " Tanya Nathan, kini ia siap dengan banyak alat komunikasi di Leher, telinga, dan kepala nya.
"Semua siap dalam posisi Tuan muda. Tapi, Tuan Rei Wijaya masih belum datang? Haruskah kita menunda Rencana nya? " tanya Andrean yang sudah sama siap nya dengan Nathan.
"Tidak Perlu. Kita langsung masuk setelah mereka berganti posisi jaga. Semakin lama Shyshy di sana, maka dia semakin terluka" Titah Nathan lagi, ia menatap secarik kertas. Bukan itu adalah Foto, Foto nya dan Sheryl.
Tunggu Gue Shy.. Sebentar lagi. Lo bakal pergi dari penjara itu. Gue janji.. Ini Janji dari Calon Suami lo, yang ganteng.
Batin Nathan, menatap binar Foto itu. Ia segera memasukkan foto nya lagi di Baju nya.
Tuan Muda Nathan? Apa kali ini keadaan nya benar - benar Genting? Anda yang selalu terlihat santai dan main - main. Kini terlihat begitu serius. Semoga hari ini kita berhasil menyelamatkan Nona Sheryl.
Batin Andrean yang ikut merasa khawatir.
***
Ada yang Nungguin ini Novel? '-'