
***
"Itu kan tas Nya Shery? Ketinggalan yah? " Guman Gilang dari Balkon rumah nya, ia menyipitkan matanya guna memperjelas bahwa tas yang ada di kursi Teras itu adalah milik Sheryl.
"Eh iyah deh kayak nya. Tuh tas milik Sheryl " Gumam Gilang lagi setelah yakin bahwa tas itu adalah milik Sheryl.
"Sheryl!! Ryl!! Sher!! " teriak Gilang mencoba memanggil Sheryl, namun karna riuh ricuh nya jalan raya. Sheryl tak mendengar apapun.
Gilang berdecak kesal. Ia lalu turun dari tangga, dengan terburu - buru, meski kaki nya sendiri masih sylit di gerakkan.
"Tas ini? Balikin sekarang aja? Apa besok yah? " Gumam Gilang, ia telah memegang tas mungil abu - abu milik Sheryl itu. Cukup lama Gilang berpikir, namun ia masih ragu untuk bertemu Sheryl.
Tring!! Tring!!
Suara Handphone dari tas Itu. Gilang melihat nya. Panggilam dari Nathan, membuat Gilang ingin sekali melemparkan Ponsel itu ke kolam ikan tak jauh dari sana.
Di urungkan nya lagi niat nya. Mengingat wajah Sheryl.
"Bodohh!! " Desis Gilang.
"Pak Amir. Anterin saya yuk. Saya mau ngembalikan Tas temen saya yang tadi" pinta Gilang pada supir Ayah nya. Gilang tidak di perobolehkan menaiki kendaraan sendiri saat dirinya tengah terluka.
"Siap mas, Ngejer mbak yang tadi kan? "
Gilang mengangguk pasti, ia segera masuk ke dalam mobil.
Tring! Tring!
Dering ponsel Sheryl terus saja berbunyi. Dan itu semua dari Nathan, yang enggak ada lelah nya nelponin Sheryl.
"Enggak orang nya, enggak telpon nya. Beneran berisik!!" maki Gilang menggenggam erat ponsel itu.
"Mas, itu kayak nya temen nya mas deh" ucap Pak Amir. Menunjuk Seorang Gadis mungil yang tengah berjalan di Trotoar Jalan yang sepi.
Gilang ikut menyipitkan matanya, melihat Gadis yang di tunjuk oleh pak Amir.
"Iyah pak. Ayo kesana" titah Gilang saat dia yakin bahwa itu Sheryl.
"Apa Gilang gak papa yah? Apa gue sekejam itu? " Gerutu Sheryl berjalan di Trotoar jalan yanh sepi itu.
"Ehmmmm!! Ahnmmmm!! " Ronta Sheryl, saat ada yang menutup mulut nya dengan Kain dari belakang.
"Mas, mbak itu di culik" seru Pak Amir melihat kejadian itu.
"Sheryl!! Woi jangan bawa dia!! Sheryl!!! " Teriak Gilang keluar dari mobil. Memaksa kan diri untuk berlari.
Bukhhhh!!
Gilang sendiri terluka. Ia memaksa berlari mengakibat kan dirinya jatuh.
"Mas? Gak papa mas? Apa kita perlu ke Rumah sakit? " tanya Pak Amir khawatir, melihat Tuan muda nya terbaring jatuh.
"Enggak usah kerumah Sakit. Bapak Sekarang bawa saya ke mobil. Kita ikutin mobil yang culik Sheryl" titah Gilang, dengan sekuat tenaga bangkit berdiri.
"iyah mas,, iyah!"
---
"Bawa dia ke Villa. Tapi ingat, dia jangan sampai terluka. Atau kalian akan celaka" Sahut orang di ujung telepon. Suara seorang pria dengan nada berat nya. Terdengar sangat mengerikan.
"Baik Tuan muda"
---
"Pak, cepetan ikutin mobil itu" Seru Gilang panik.
"Iyah mas, bapak Usahain mas" sahut Pak Amir. Ia sudah dengan erat mencengkam Stir mobil itu.
Tring! Tring!
Lagi. Panggilan dari Nathan lagi.
"Woik Nat, lo cepetan ke Lajan Mutean. Sheryl di culik!! " Teriak Gilang, dengan cepat tanpa basa basi.
"Lo Dimana? Telpon nya Shyshy kok ada di elo?!!"
"Cerita nya panjang Nat. Lo mending ke sini. Gue bakal kasih Gps mobil gue. Gue sama supir gue lagi ngejar mobil pencuri nya!! "
"Lo kejar Terus, jangan sampai kehilangan jejak. Gue Kesana!! " Teriak Nathan yang sudah kalut dalam emosi nya.
---
"Tatan! Lo liat mobil di belakang itu. Kayak nya mereka ngikutin kita deh" seru salah seorang penjahat itu.
Supir itu, yang di panggil Tatan. Melirik ka arah kaca pantulan di atas nya. Yah memang tampak Mobil Gilang memgikuti nya.
"Oh? Mau main - main sama Tatan! Kalian kira kalian mampu!! Cih!! " lagak Supir itu. Ia langsung menginjak gas nya, melaju dengan cepat.
Mobil pencuri itu melaju dengan sangat cepat, membuat mobil Gilang tertinggal.
"Haha!! Mantap lo Tan. Noh mereka kehilangan Jejak!! " Sahut pria di sebelah nya.
"Pak, Cepetan lagi pak!! Kita udah hampir kehilangan jejak nya!! " seru Gilang yang sudah kalut akan rasa Khawatir nya.
"Iyah mas iyah. Ini bapak udah secepat mungkin"
***
"Andrean!! Panggil semua pasukan pelindung Pribadi ku. Ak Hitam. Minta mereka bersiap!! " titah Nathan pada orang serba hitam di sebelah nya.
"Maaf Tuan Muda. Anda dua hari yang lalu baru memerintahkan Pasukan Ak Hitam untuk Mengurus hal itu " sahut Andrean.
"Tch!! Sial!! Baiklah, siapkan Pasukan yang ada!! Lawan kita bukan sembarang orang!! " titah Nathan, yang langsung di angguki oleh Andran.
***
Next?
Lanjut?
Kurang Greget? '-'