
***
Ia mengetes pistol nya, apakah berfungsi dengan baik. Nathan juga menyelipkan dua buah pisau di Jaket nya. Mungkin berguna. Kali ini Nathan benar - benar serius.
***
"Ehmmmm"
Sheryl perlahan membuka matanya, masih kabur pandamgan nya. Membuat gadis mungil yang terbaring lemah itu mengerjapkan matanya beberapa kali lagi. Untuk memperjelas pandangan nya.
"Dimana aku? " desisnya lagi, saat ia menyadari bahwa ini bukan kamar nya. Di edarkan nya pandangan nya ke kamar itu. Kamar mewah yang berkilau.
"Aku di culik?!!!" Gumam Sheryl lagi. Ia sudah mulai menyadari apa yang terjadi padanya. Kakinya ia langkah kan menuju Jendela. Tidak tampak jalan raya. Hanya taman yang di kelilingi Hutan.
"Nona muda. Anda sudah bangun. Ayo mandi, kami sudah memepersiapkan pakaian anda" kata seorang pelayan yang baru masuk.
Sheryl sendiri bingung, ia menaikkan sebelah alis nya. Mencoba mengingat, apakah Sheryl mengenal pelayan ini.
"Siapa kalian? Dimana aku? " tanya Sheryl bingung. Ia berharap mendapat jawaban yang memuaskan.
"Kami pelayan Villa ini. Kami di minta Tuan Muda Farhan untuk Menjaga Nona sepanjang waktu. Kita sekarang ada di Villa asera, Dekat Hutan. Milik Tuan Muda Rei. " Sahut Pelayan itu tertunduk sopan.
Farhan? Siapa dia? Gue enggak pernah denger soal dia tuh?
Batin Sheryl, ia mencoba mengingat apakah mengenal Farhan.
"Aku mau pulang. Dimana Jalan keluarnya? " tanya Sheryl santai. Seakan - akan enggak sadar diri bahwa dirinya kini tengah di culik.
"Nona muda mau pulang kemana? Ini Rumah Anda. Anda pemilik Rumah ini. "
"Bukan.. Ini enggak rumah aku kak.. Rumah aku itu Rumah Keluarga Wijaya. " Sangkal Sheryl masih dengan bahasa yang sopan. Menyadari orang yang berbicara dengan nya lebih tua dari nya.
"Nona muda, ini Rumah Anda sekarang. Karna sebentar lagi anda akan menikah dengan Tuan Muda Farhan. Maka Seluruh kuasa atas Villa ini, anda yang pegang. Untuk itu, ayo bersiap. Nanti malam adalah acara pertunangan anda. Nona muda tenang saja, kami pasti akan membuat Anda semakin cantik, Dan menambah kegilaan Tuan Muda Farhan pada Anda" ucap Pelayan itu Lembut namun tegas, sorot matanya memancarkan makna yang tidak Sheryl sukai.
"Enggak. Ini bukan rumah aku! Aku juga gak mau nikah sama dia. Siapa juga yang mau nikah sama orang yang gak di kenal" Bantah Sheryl lagi. Ia tentu menolak mentah - mentah permintaan pelayan itu.
"Tapi ini titah Tuan Farhan Nona. Mohon anda mematuhi nya, jika tidak ingin celaka" peringat Halus Pelayan itu, masih dengan ekspresi yang sama. Mengulun senyum semanis mungkin.
"Enggak! Aku enggak mau! Kalian Gila! Siapa yang sudi menikahi orang yang sama sekali tidak di kenal nya! " Pekik Sheryl kasar. Kesabaran nya sudah habis, dia bukan Aisyah yang memiliki stok kesabaran yang banyak.
"Kau Benar. Aku memang Gila. Dan itu semua karna mu. Karna aku terlalu mencintai mu!" Sambar seorang pria yang baru masuk.
Tuan Muda Farhan? Jadi dia orang gila yang mau menikahi orang yang enggak di kenal nya. Fix, Super duper Gila. Ganteng - ganteng kok Gila.
Batin Sheryl menyumpah. Tapi Fakta bahwa Pria bernama Farhan ini tampan juga tak dapat di pungkiri. Di tambah dengan wajah dan perawakan nya yang cool. Menambah kesan Badas pada dirinya. Lalu, Setelan Jas yang melambangkan kewibawaan nya.
"Kalian semua pergi. Ada beberapa hal yang harus aku diskusikan dengan calon istriku" Titah Farhan mengisyaratkan dengan tangan nya.
"Baik Tuan Muda." Sahut Mereka semua bersamaan. Berjalan tanpa suara.
"Siapa kamu?! Kenapa Culik Aku?! Apa sih Tujuan Kamu? Uang keluarga Wijaya?! " pekik Sheryl lagi tanpa ba-bi-bu. Ia sudah tersulut emosi.
"Manis sekali. Aku semakin menyukaimu" sahut Farhan santai mengulum senyum manis.
Dia senyum? Enggak salah kan? Gue pikir dia Robot tanpa senyum.
Batin Sheryl lagi. Gadis mungil Itu semakin lama semakin bingung atas sikap Pria di hadapan nya ini.
"kenapa Kamu Culik Aku?! Aku mau pulang! Izinin aku pulang! " bentak Sheryl kasar.
"Aku enggak culik kamu. Aku bawa kamu supaya kita segera menikah. Tenang, kamu juga akan pulang, saat kita telah menikah. Kita memang harus ke Rumah Orang Tua kamu, untuk meminta Restu" Sahut Farhan begitu santai.
"Aku enggak mau nikah sama kamu! Kamu Gila! Gak waras! Mana ada orang nikah dulu terus minta Restu!! "
"Ada kok. Kita nanti, pasangan yang Menikah lalu meminta Restu. "
"Aku gak mau nikah sama kamu! Aku mau pulang! Kamu lepasin aku! "
"Enggak akan. Dulu kamu pernah lepas. Sekarang enggak boleh lagi yaaa~. Sekarang kamu bersiap. Nanti malam kita Tunangan, Selanjut nya pernikahan " Ucap Farhan santai melenggang pergi begitu saja.
pernah Lepas? Apa dia orang yang dulu Pernah nyulik Gue?!!
Batin Sheryl tersadar akan kemungkinan itu.
"Tunggu! Apa kamu orang nya?! Orang yang pernah Nyulik aku waktu kecil?! " Pekik Sheryl menghentikan langkah orang itu.
***
Author, Kok Sheryl ngomong nya pake Aku Kamu. Kenapa Enggak Lo gue kayak biasa?
Iyah Lo Gue kan untuk orang yang seumuran. Nah kalo sama orang asing enggak sopan donh pake Lo Gue. Jadi Author Pake Aku Kamu. Maaf yah yang kurang Srek. Hehe