My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 1



***


Hai guys,  Special my class come back yah.


Pada Rindu gak? Hehe


Jadi gimana perjalanan Nathan dan Sheryl? ada gak sih yang ngerasain masa SMA kaya mereka?


okeh, saya sadar tuh Season pertama gak ada konflik yang greget.


kenapa? sengaja wkwk...


Okeh langsung go to Seasons 2 di sini mereka sudah resmi pacaran loh yah dan lihat bagaimana kisah mereka mempertahankan hubungan nya.


yuk chek it out Now. hehe


***


Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah,  hari dimana pertanda liburan berakhir.  Yah sad feel pasti untuk para murid yang hobi nya rebahan. Yah,  maklum saja komunitas Rebahan semakin menyebar luas. (author salah satunya) sedikit Soal Rebahan itu, yang di rangkum menjadi satu kaya yaitu menyenangkan .


"Sepi yah mah, kakak udah pergi" gerutu Sheryl yang baru selesai meneguk air putih yang tadi tinggal setengah.


"dulu aja sering berantem. Sekarang baru di rindukan" ledek kakek.


"Yah gimana lagi. Tapi kek,  kok kak Rei gak langsung nikahin kak Aisyah aja sih.  Kan mereka sekampus se-villa lagi? "


"emang udah nikah kok.  Tapi masih di atas kertas,  perayaan nya nanti waktu mereka udah lulus" sambar Aryani memghidangkan perkedel yang baru di buatnya.


uhukk! uhuk!! Shery terbatuk karna tersedak. awalnya ia hanya berniat bercanda tentang pernikahan, sungguh mengejutkan nya itu menjadi kenyataan.


"loh?  Udah nikah Tan?  Kapan?! Kok Nathan gak tahu? " sambung Nathan lagi yang baru masuk dari pintu utama. Langsung mengambil perkedel yang ada di nampan di tangan Aryani.


"Salam Dulu Nat.  Kamu ini,  jangan kayak berandal deh. Gimana pun juga kamu ini calon menantunya keluarga Wijaya" cibir kakek. Yah kakek ini semakin tua semakin hobi nyinyirin orang,  khsusnya Nathan yang di anggap akan mengambil cucu perempuan nya.


"Nathan udah ucapin salam kok,  tanya aja pak Muklas di depan"


"kakak nikah kok gak kasih tau Sheryl sih ma? "


"Nggak tau,  mama aja kaget waktu dia tunjukin buku nikah.  Yah terus Aisyah sih nangis minta maaf karna gak minta izin mama sama kakek"


"terus mamah marahin kak Aisyah? "


"yang salah tuh kakak kamu. Kakek malah sekarang merasa kasihan sama Aisyah. Gimana hidupnya sekarang sama si Rei yang hobi ngatur" sambar kakek. "Kakek sih lebih khawatirin kamu Ryl" tambah kakek yang masih belum puas nyinyirin Nathan.


"kakek tenang aja.  Sheryl sama saya,  dia terjamin aman,  dan bahagia.  Khususmya harta warisan,  masih cukup buat tujuh keturunan" timpal Nathan.


pantes pegawai Sekretaris kakek minta cepet - cepet kakek di gantiin, ternyata tingkat kenyinyiran nya ini pasti mereashkan pegawai Kantor.


batin Sheryl, dia mengernyit kan dahinya menatap kakek tunggal nya ini.


"udah..udah duduk sarapan " pinta Aryani.


Akhirnya mereka kembali melanjutkan sarapan pagi yang sempat tertunda.


***


Kenangan - kenangan selama di kelas XI IPA 5 mampir di kepala nya, sekedar untuk mengingat kan nya betapa bahagia nya ia.  Tak lupa,  ia juga mengingat kesan pertama nya saat masuk ke kelas Legenda itu. dia ingat dirinya yang dulu meronta karna di pindah kan, namun sekarang tak ingin berpisah dengan mereka.


Sesekali ia tertawa geli mengingat semua itu,  sambil mengedarkan pandangan di kelas baru nya. Ia yakin,  kali ini ia juga akan memiliki kenangan yang hangat dengan teman - teman nya.


Namun ada yang ganjal di sana.  Kenapa sepi?  Pembagian kelas sudah di umumkan dari website sekolah. Harusnya teman - teman yang lain juga sudah tahu kelas mereka di sini. lalu, dimana pergi nya para warga bar - bar itu? apa lagi Ambyar sampai gak ada kabar?


Sheryl menoleh ke arah Nathan,  belum sempat Shery ngomong udah di sambar lebih dulu sama Nathan.


"mau nanya kenapa sepi?  Maaf sayang,  gue kan baru sampe sama lo.  Jadi gak tahu apa - apa" celetuk Nathan yang super tahu banget. Kalau udah menyangkut tentang Sheryl.


Sheryl menghela napas kasar,  ia mencari di mana baik nya dia duduk. Takkk.  Ia meletakkan tas punggung hitam nya di bangku ke dua dari barisan kedua sudut sebelah kanan.


"kita duduk di sini? " tanya Nathan,  duduk di meja menghadap Sheryl yang duduk di kursi.


"gue sama Zizah" kilah nya santai. Sheryl yakin,  dia bakal sering naik tensi kalau semeja sama cowok tengil dan konyol di hadapan nya ini. belum lagi kehilangan konsentrasi belajar karna mendengar celotehan cowok tengil ini.


"okeh,  gue kantin bentar yah" sahut Nathan melempar tas nya ke meja di belakang Sheryl melenggang pergi dengan santai nya.  Sheryl hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkah laku cowok nya ini.


Hampir setengah jam Sheryl berkutat pada Hp nya menunggu Nathan yang belum kembali,  dan juga tak ada satu orang pun yang datang.


Brukk!!


Tiba - tiba sapu yang berada di sudut belakang dekat jendela itu terjatuh. Sheryl menoleh ke belakang. Tak ada siapapun. Ia menatap jendela,  tak ada angin.  Lalu?  Kenapa sapu yang tidak mungkin jatuh itu jatuh sendiri? Sheryl memegang leher jenjang nya. Ia ingat sekolah ini termasuk salah satu sekolah tua.


Bukan Sheryl namanya jika dia penakut. Ia memberanikan diri melihat apa yang membuat sapu nya jatuh. Belum sempat ia mengambil kesimpulan. Vas bunga yang terletak di tengah meja itu ikut jatuh.  Letak nya di tengah?  Lalu bagaimana jatuh?


Semakin lama Sheryl terlihat sedikit ketakutan, ia berjalan ke arah meja guru. Dan masih setengah perjalanan, Takkk. Terdengar suara kemoceng yang di gantung di dinding jatuh,  Sheryl menyipitkan matanya,  ia yakin tak ada siapapun ataupun angin yang berpotensi menjatuhkan barang itu.


Kembali ia menoleh ke depan, 


"WELCOME TO XII IPA LIMA" Teriak mereka semua. Yah mereka adalah Nathan cs dan yang lain nya.  Seluruh murid XII IPA Lima. Dengan Nathan membawa kue brownis di tangan nya.  Sebenarnya ini bukan ulang tahun.  Terus kue buat apa?


Sheryl diam,  ia tak tahu harus mengucapkan apa pada para sahabat nya ini. terlalu banyak kejutan yang mereka berikan.


Akhirnya mereka semua berpelukan,  melepas rindu akibat libur panjang yang melanda. Kue yang nggak tau motifnya apa di potong dan mereka memakan nya bersamaan.


Yah simple nya ini adalah cara mereka menyambut kelas baru ini.


"Hal terindah yang pernah terjadi pada gue adalah,  Masuk nya gue ke kelas legenda ini.  Kelas XI IPA LIMA kita akan mencatat sejarah di sekolah ini! " teriak Sheryl yang di sambung tawa bahagia teman - teman nya.


***


Untuk pembuka ini dulu lah yah kan.  Hehe..


Oke langsung masuk ke cerita yah di episode selanjutnya.  Anggap aja ini prolog season 2 hehe..


Masih kurang greget ? heeh iyah emang