My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 45



***


Jika Kejadian malam itu dapat membangkitkan memori buruk Tuan.  Lebih baik saya tidak pernah mendengar nya"


"Tapi kau harus mendengar nya.  Tragedi malam itu.  Kisah tragis itu"


"Tuan--"


"Awal nya Keluarga ku begitu miskin,  yah itu waktu usiaku Empat tahun.  Aisyah masih berumur Dua bulan. Kemiskinan kami karna bangkrut nya perusahaan Ardinanta,  itu di sebabkan oleh konspirasi penipuan yang keji. Hingga suatu hari dia,  Reyza Wijaya datang kepada Ayah ku memberikan bantuan nya,  hingga perusahaan kami bisa bangkit kembali dalam waktu Dua tahun. Sejak saat itu Keluarga Ku dan Keluarga Wijaya sudah sangat akrab. Waktu itu usiaku Sepuluh tahun,  Entah lah aku mulai menyukai Sheryl yang berusia Lima Tahun. Selang beberapa tahun Semuanya berjalan damai,  hingga tiba saat Tragedi itu."  Farhan berhenti bercerita,  ia menarik napas nya panjang.


"Waktu itu aku melihat Sheryl dan Papah nya,  Reyza Wijaya.  Sedang mengunjungi suatu Panti Asuhan. Aku bergegas menghampiri mereka.  Namun,  Haha sebuah Tembakan Reyza tua utu berikan pada ku.  Syukurlah waktu itu meleset,  itu tak mengenai aku. Dan Fakta nya lagi,  Bukan aku yang membunuh Reyza,  ada orang lain yang membunuh nya dengan tembakan. Tapi... Saat itu hanya ada aku yang tersisa di sana.  Siapa lagi yang bisa mereka tuduh. Mereka semua menuduh ku,  termasuk Ayah ku,  ah tidak termasuk adik kecil ku,  itulah kenapa aku sangat menyayangi Aisyah. Tapi,  Aku senang setidak nya aku bisa dikenal sebagai Pembunuh Reyza. Seandainya Akulah yang membunuh Reyza,  pasti itu sangat menyenangkan" Tambah Farhan lagi,  masih setia memegang erat Bingkai Foto Sheryl yang tersenyum hangat.


"Jadi,  Tuan bukan pembunuh sebenarnya Tuan Wijaya? " tanya Ken terkejut.  Sangat terkejut mendengar Penuturan Tuan nya ini.


"Bukan. Kau tau kenapa aku begitu membenci Keluarga Wijaya?"


Ken menggeleng pelan.  " Tidak tuan" kata Ken.  Ia lebih baik irit kata,  di banding salah mengucapkan. Itu akan berakibat Fatal.


"Keluarga Wijaya yang menolong keluarga Ardinanta.  Tapi,  Keluarga Wijaya pula lah yang ingin membantai habis keluarga Ardinanta!  Reyza itu licik!! Di Bengis!  Keji! " makian itu terlontar begitu saja dari Mulut Farhan.  Saat ia mengingat bagaimana ada seseorang yang mengiriminya bukti,  bahwa Reyza Wijaya akan membantai habis keluarga Ardinanta. Emosi Farhan tersulut seketika. Ia bahkan hampir memecahkan Bingaki yang di pegang nya.


"Tuan Muda.  Harap anda tenang"


"Aku akan tenang,  jika Keluarga Wijaya sudah di bantai habis.  Dan Nama Sheryl berganti menjadi Nyonya Sheryl Ardinanta!!"


***


"Ehmmmm"


Sheryl mengerjapkan matanya beberapa kali.  Tak perlu waktu lama untuk nya ingat kejadian kemarin malam,  dimana ia melihat kekasih tercinta nya di bantai habis - habisan. Sheryl masih ingat dengan jelas,  bagaimana Nathan mengucurkan banyak darah dari Kepala nya.


"Nathannn!! "


Teriak gadis mungil itu,  ia terduduk menyender. Kakinya ia tekuk sehingga lututnya dapat di cium oleh mulut nya. Gadis mungil itu meringkuk,  ia menangis hebat. Hanya beberapa menit,  namun tangisan nya mampu membasahi wajah nya.


Rasanya ingatan Bagaimana Nathan di hajar terus terngiang di kepala nya.  Memupuk semakin banyak kebencian pada Farhan.


"Nathan??? ...hiks.. Lo gak papa kan? ..Lo masih hidup kan Nat?...hiks.. Nat lo harus hidup.  ...hehk... Kalo lo mati,  siapa manusia dengan kegantengan yang melegenda?  Hiksss....Nat.. Than.. Hiks.. " Desis Sheryl,  ia memegang Erat kalung biru pemberian Nathan. Wajah Nathan serasa terus membayangi Sheryl.


"Shyshy!! " Teriak seseorang yang masuk ke kamar baru Sheryl. Gadis mungil itu mengenali suara nya.


"kak.  Apa kak Rei di sini?  Nathan dimana kak? Kakak ke sini sama Kak Rei kan? " tanya Sheryl beruntun.  Ia tak kuasa lagi mengendalikan dirinya sendiri.


"maaf.. Maafin kakak Shy.. " lirih Aisyah tertunduk lemas.


"Apa maksud kakak? " tanya Sheryl,  ia mulai panik.  Melihat Ekspresi Aisyah yang lemas seperti itu.


"Kamu tau enggak nama lengkap kakak. Nama Kakak Aisyah Ardinanta.  Dan kamu tau enggak,  nama Pria gila yang nahan kamu? "


Sheryl menggelengkan pelan, meski Sheryl sering mendengar nama nya dari pelayan. Gadis mungil itu tak berminat mengingatnya. Baginya melupakan segala sesuatu tentang Farhan adalah kewajiban nya. ia bingung sekaligus panik.  Banyak rasa yang kini bercampur di hatinya.


"Namanya Farhan Ardinanta" Kata Aisyah.


"Ardinanta?!  Dia?  Dia Saudara Kakak?! " pekik Sheryl yang mudah sekali mengambil kesimpulan.


Asiyah mengangguk lesu. Tak kalah,  Sheryl juga merasa jauh lebih Lesu.  Ia terpukul.


"Kemarin malam Nathan dan Rei berencana nyelametin kamu. Jadi Kakak diam - diam,  ngikutin Rei kesini.  Dan akhirnya terjebak lagi di sini"


"Jadi?  Kak... Gimana Nathan!  Gimana nasib kak Rei?!  Apa mereka luka!! Apa mereka di bunuh?!! "


"Mereka Di lepaskan asal Kakak dan kamu tetap di sini. Kita berdua di sini.  Artinya Rei dan Nathan di lepaskan"


"Hanya di lepaskan?!  Kak!  Gimana keadaan Nathan!! " Frustasi Sheryl.  Ia menekan kepala nya kuat.  Rasa sakit menyerang kepalanya,  membuatnya merasakan nyut nyutan.


"Shyshy Tenang! Kakak yakin mereka akan baik - baik aja.  Kakak yakin itu,  Shyshy juga harus yakin!! "


"Gimana mau tenang?!  Saat Shyshy sendiri liat Nathan di siksa!!! " pekik Sheryl kasar. Aisyah terkesiap seketika. Entah lah,  kini Aisyah juga merasa bersalah atas penderitaan Sheryl.


***


Alur nya agak berbelok?


Menurut Author sih enggak.  Karna apa?


Ikuti aja kisah nya.  Hehe ^^