
***
Farhan yang jatuh tersungkur, perlahan bangkit berdiri, menatap Nathan dengan sorot mata membunuh.
"Apa lo liat - liat? Iri? Pengen juga? Gue saranin lo cari binik baru deh. Enggak usah tanyak kenapa? Jawaban nya simpel, gue sama Sheryl emang di takdirin bersama. Kalo lo gak percaya tanya aja sana sama malaikat maut. Okeh gue bantu kirim lo ke sana deh" celetuk Nathan santai, bagai tak ada beban. Masih dengan mendekap erat gadis manis nya.
"lo?! Elo belum mati?!! " pekik kasar Farhan.
"Gue mati? Entar yang jadi legenda nya orang ganteng siapa? Elo? Yah kaliii elo, muka pas pasan gitu. Ngaca dulu deh sana" sahut Nathan santai, menaik turunkan alisnya, menatap remeh Farhan dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Kalian semua! Habsisi mereka, Gunakan senjata rahasia kita!! " titah Farhan keras, tampak ada tembak - tembak yang keluar dari balik Lukisan dan Dinding. Banyak sekali, hingga mengelilingi Nathan dari segala arah.
"Haha, gimana? Udah tau rasanya Takut? " Sinis Farhan senyum menyeringai, ia sudah merasa di ambang kemenangan.
"Tembak mereka! " titah Farhan lagi.
Dorrrr!!
Salah satu dari tembakan itu melesatkan peluru nya.
"Kakak!!! " Teriak Aisyah panik.
"Apa kau Gila?! Kenapa menembak ke arah Tuan Farhan!!? " Teriak Ken, saat peluru itu malah melesat ke arah Farhan, mengenai Perut nya. Farhan selalu memakai pelindung anti peluru di badan nya, sehingga tidak ada darah yang keluar dari sana.
Pria yang baru menembak nya itu, membuka topi dan masker hitam nya.
"Reihan!!! " Pekik Ken lagi saat mendapati siapa orang yang telah menembak Farhan.
"Iyah Gue. Kenapa? Kaget? " Sinis Rei berjalan mendekati Aisyah. Aisyah sendiri juga diam saat Rei mendekap nya. Ia tak kuasa untuk memihak yang mana.
"Kakak..." Lirih Shyshy menatap nanar kakak laki - laki nya itu.
"Shyshy jangan Khawatir, Kakak di sini" Sahut Rei menatap senyum ke arah Sheryl.
"Nyerah aja, ngelawan pun enggak ada gunannya. Rumah ini udah di kepung sama bawahan gue" Kata Nathan santai, menatap biasa ke arah Farhan.
"Jadi gitu... Jadi Waktu itu kalian datang ke rumah ini bukan buat nyelametin Sheryl, Tapi buat nyusun rencana baru.. Karna udah tau formasi Rumah ku" Sahut Farhan bangkit berdiri dengan di bantu oleh Ken, ia mengambil kesimpulan yang menurut nya masuk Akal.
"Enggak terlalu bodoh, masih logis. Gimana? Enggak nyangka? " sahut Nathan lagi menaik turunkan Alisnya.
"Udah lah Tuan Farhan, kita damai aja. kita bakal lepasin lo, asal lo enggak ganggu kehidupan kita lagi. Gimana? " Tawar Nathan, kali ini ada pandangan yang berbeda dari mata Nathan. Bukan pandangan mengancam melaikan pandangan prihatin. Yah Nathan merasa iba dengan Pria di hadapan nya ini. Tampak Jelas bahwa Farhan sangat mencintai Sheryl, tapi Cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan. Karna Sheryl sendiri sudah memiliki Nathan.
"Gila lo Nat! Enggak ada di lepasin! Dia harus di penjara seumur hidup. Lo gak mau hidup bahagia Sama Sheryl?! " Pekik Rei kasar, yang tentu kahwatir akan nasib adik tunggal nya di masa depan.
"Kau merasa Prihatin ke Aku?! Haha!!" sahut Farhan masih menerka, apakah itu memang pandangan Prihatin yang membuat nya sedikit tertegun .
"Iyah, Gue kasihan liat lo. Rasanya pasti enggak enak enggak bisa bersama orang yang di cintai. So, Gue saranin lo pergi jauh - jauh, jalanin kehidupan baru lo dan coba cintain cewek lain"
Nathan... Orang ini? Sebenarnya tipe seperti apa dia?
Batin Farhan, ia mulai merasa di ambang kebingungan. Tak kalah dengan Farhan, Rei juga merasa bingung dengan sikap Nathan. Apa yang ada di dalam otak Nathan saat dia ingin membebaskan Farhan, yang menjadi ancaman utama hubungan nya dan Sheryl, Pikir Rei.
"Nathan... " Lirih Sheryl. Rasanya semua orang bingung dengan sikap Nathan ini.
"Gak papa Shy. Semuanya punya kesempatan untuk berubah" sahut Nathan mendekap tubuh Sheryl lebih erat.
"Kurang ajar! Berani nya kau Nathan! Jika Tuan ku tidak busa memiliki Sheryl. Jangan harap ada siapapun yang bisa memiliki nya!!! " Teriak Ken, Ken mengambil Pistol dari Jas nya. Ia tembakan begitu saja ke arah Sheryl. Dengan Cepat Nathan mendorong Sheryl, dan menggantikan posisi Gadis mungil itu tertembak.
Dorrrr
Dorrr
Dorrr
"Ken, hentikan!!!! " Teriak Farhan panik.
Jika hanya Dua peluru di tembakan, maka Pelindung anti peluru itu masih bisa menahan nya . Namun, apa yang terjadi jika tiga peluru itu Di tembakan secara berturut - turut dan di tempat yang sama pula?
Yah, Peluru itu berhasil menembus pelindung Nathan. Peluru itu mengenai kulit perut nya, sehingga Cowok tengil itu jatuh dan mengeluarkan banyak darah.
"Nathannnn!!!! " Teriak Sheryl, berlari ke arah Nathan. tanpa memperdulikan lagi keselamatan nya.
***
Pagi - pagi udah up. ^^