My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 46



***


Beberapa hari sudah berlalu sejak kejadian itu.  Kejadian dimana siksaan untuk Nathan,  yang menggetarkan seluruh tubuh Sheryl. Bahkan masih sangat jelas bagi Sheryl mengingat nya.


Badan mungil Sheryl semakin kurus,  wajah nya semakin pucat.  Bagaimana tidak,  gadis mungil ini jarang sekali makan. Ia lebih suka berdiam diri di kamar nya.


Bahkan penampilan Sheryl sudah sangat jauh berbeda.  Rambut nya selalu acak,  matanya Hitam sembab.  Ia tak kuasa untuk menutup matanya.  Saat ia menutup, kenangan akan Nathan kembali muncul.  Dan itu juga kembali menyayat hati kecil Sheryl.


***


"Kakak tau,  dari kemarin Sheryl belum makan. Kak,  kenapa sih enggak lepasin dia aja?  Dia enggak cinta sama kakak.  Dia cuma Sayang sama Nathan.. Kalo kakak cinta,  lepasin dia kak.  Biarin dia bahagia sama Nathan"  Lirih Sheryl masih setia menatap nanar kakak nya yang tengah duduk santai,  membaca arsip dokumen.


"Itu tugas kamu paksa dia makan. Dan bukan maksa kakak buat lepasin kalian.  Kakak udah muak dengar celotehan kamu" sahut Farhan santai,  tanpa menatap adik nya ini.


"Tapi kak,  Sheryl enggak akan pernah bahagia sama kakak. Cinta enggak bisa di paksain!! "


"Cukup!!  Aisyah,  kamu sekarang tanda tangani Surat perceraian ini" titah Farhan memberikan dokumen itu pada Aisyah. Dokumen yang baru di baca nya.


"Cerai?  Haha.  Aku menikah,  dan itu hanya sekali.  Itu pun dengan Rei,  enggak ada yang lain!!"


"Sukak enggak sukak.  Mau tidak mau! Setelah pernikahan Kakak dengan Sheryl.  Kamu akan kakak nikah kan dengan Ken.  Tidak boleh membantah apalagi menolak!! "


"Enggak Aisyah enggak mau.  Ken!  Kamu harus Nolak.  Aku enggak cinta sama kamu.. Kamu jangan hancurin kehidupan kamu karna aku. Aku selalu anggap kamu temen,  Ken kamu harus nolak.  Aku enggak cinta sama kamu!!! " Protes Aisyah berteriak sekuat tenaga.


"Tapi aku cinta sama kamu Syah. Dulu,  Hari ini,  esok,  dan selamanya " sahut Ken,  menatap nanar Aisyah.


Aisyah sendiri terkesiap seketika.. Ia sangat tidak menyangka bahwa Ken yang di anggap nya teman,  berpikiran seperti itu.


"Enggak!!  Aisyah enggak mau!  Aisyah nolak!!  Kakak enggak boleh gitu!! "


"Kalian semua,  bawa Nona Aisyah dan kurung dia di ruang khusus.  Pastikan di ruangan itu tidak ada benda tajam.  Dan segera laksanakan persiapan pernikahan" titah Farhan melenggang begitu saja,  meninggalkan Aisyah yang masih setia berteriak meronta.


***


"Cemen kamu Nathan. Masa ngelawan Delapan orang aja babak belur nya parah gini" celetuk Seseorang,  menatap remeh Nathan yang sedang berjalan - jalan di Halaman Vila khsus nya. Tentu nya dengan kaki agak terlincang. Dan jari tangan yang terbalut Perban. Dengan Andrew yang menemani nya.


Nathan berbalik,  ia mengenali suara itu.  Yah suara Presdir Tua yang mengusul kan ide gila itu.


"Jangan salahin kakek.. Lo nya aja yang lemah,  nahan mereka aja enggak mampu.  Di suruh ngulur waktu lebih lama aja enggak bisa.  Kacau lo!! " Sambar Seseorang datang dari pintu,  yah kali inu Nathan juga mengenali suara itu,  di tambah Nathan juga sedang emosi dengan orang ini.


"Bukan Gue yang ngulur waktu nya lama.. Lo aja gerak nya lambat" sahut Nathan tak kalah sinis.


"Haha.. Okeh okeh,  gue minta maaf.  Gue salah,  datang nya lama. Kan yang penting elo enggak mati.  Santai aja dong" ngeles Rei duduk santai di bangku putih panjang itu,  menatap puas ke arah Nathan.


"Tunggu.  Tuan muda Nathan,  apa maksud nya ini? Apa artinya misi kita tidak gagal?! " tanya Andrean yang kelihatan bingung.


"tidak gagal.  Bahkan misi kalian sukses besar.  Kita mendapatkan apa yang kita butuhkan" sahut Kakek Wijaya puas akan kinerja Nathan dan Rei.


"Apa maksud nya ini Tuan muda?? Apa sebenarnya misi kita?  Bukan kah misi kita menyelamatkan Nona muda Sheryl? " tanya Andrean bingung.


"Misi kita memang menyelamatkan Shyshy.  Sekaligus membantai habis Cecunguk itu.  Jika dia tidak di bantai habis,  maka kehidupan Sheryl tidak akan pernah tenang selamanya"


"Tunggu, pantas saja aku bingung. itu juga yang aku heran kan.  Mengapa Tuan Muda tidak membawa Nona Sheryl kembali.  Malah menghabiskan waktu di sana. Itu hanya Lantai dua,  jika Tuan Muda berniat,  anda bisa saja membawa Nona Sheryl turun"


"Benar sekali.  Itulah tugas Nathan,  menjadi umpan dan mengulur waktu selama mungkin." sambar Rei memakan Apel merah itu. Tentu nya dengan santai.  Rei tidak terluka separah Nathan.


"Lalu Tugas Tuan Muda Rei apa? "


"Tugas gue u adalah mencari dan mengamati seluruh sudut Villa itu. Di sana ada banyak senjata dan Tembak yang tak terduga letak nya.  Jika kita tidak melalukan ini. Fix,  kita akan mati dengan rencana penyerangan doang" Sahut Rei.


"Jadi maksud Tuan Rei.  penyerangan kita, hanyalah bagian dari rencana selanjut nya." Ujar Andrean,  masih setengah bingung.


"Udah lah,  Yang jelas di sini tugas gue lah yang paling sulit.  Untung muka gue ganteng nya asli.  Kalo KW,  uweew udah hancur " sahut Nathan ikut duduk di sebelah Rei.


***


Next?


Lanjutt?


Ada yang ketebak enggak alurnya?  ^^