
***
"Pertandingan Persahabatan Antara Sekolah Harapan dan Sekolah Merah Putih, di adakan di sekolah Merah Putih. Resmi di mulai Hari ini!! " Himbauan Pak Kepala Sekolah Merah Putih, dengan di dampingi Kepsek dari Sekolah Harapan.
Semua murid bersorak semangat. Termasuk Muris SMA Harapan yang ikut baris di sana.
Yah Hari itu adalah hari di mulainya pertandingan Persahabatan Antara SMA merah Putih dan Harapan.
"Haha, siap - siap kalah yah. Kalah tuh butuh mental. Kuat mental yah, kasian RSJ kalau sampai harus rawat lo" peringat Nathan santai, saat barisan sudah di bubarkan dan rombongan yang di bawa oleh Gilang datang ke hadapan nya.
"Enggak salah tuh? Haha.. Lo. Ini penyakit pede nya udah parah banget. Periksa deh lo" Sinis Gilang yang tak ingin kalah.. Menatap tajam Nathan Cs yang ada di hadapan nya.
"Kenapa tuh mata? Sakit?! Minta gue colok! "
"Udah kaya gini, lo masih berani aja. Haha.. Patut di hargai. Hehe, kita liat aja siapa yang bakal menang! "
"enggak usah di liat. Udah jelas Tim gue yang menang. Lo silahkan siapin tisu banyak - banyak.. Kan malu kalo lo nangis sampai keluar ingus haha!! " Cibir Nathan. Soal cibir mencibir memang Nathan jago nya.
"Nyali lo bagus juga. Lo yakin banget bakal memang. Gimana kalau kita taruhan. Yang menang bakal Dapetin Sheryl, dan yang kalah harus ngerelaim Sheryl. Gimana?? " Tawar Gilang, dia memainkan trik nya berharap Nathan mengatakan iyah.Karna Sheryl sudah bergerak ke arah mereka.
"Taruhan cewek? Sorry, gue enggak serendah lo. perempuan ada bukan buat di jadiin Bahan Taruhan. Mereka ada untuk di sayang dan di perlakukan dengan kelembutan. Harga diri perempuan itu mahal, enggak bisa di pertaruhin dengan apapun! " Ketus Nathan, ia berbalik tak ingin menggubris ucapan Gilang. Bukan karna takut. Tapi karna Nathan tau, semahal apa harga wanita itu.
"Oh yah, Satu lagi. Lo apa enggak pernah mikir. Gimana perasaan nyokap lo waktu dengerin ucapan lo ini? Lo enggak pikirin gimana sisi perempuan nya dengerin ucapan anak nya ini. Heyy bro, kalo mau narik perhatian cewek enggak gitu caranya. Cara lo ini terlalu rendah! Oh yah, satu lagi. Perempuan itu tidak pernah ternilai harga nya!! Camkan itu! Dan lo enggak akan pernah bisa memiliki Sheryl! " peringat Natha, meninggalkam tatapan sinis nya untuk Gilang di sana.
"Nathan.. " lirih Sheryl menggenggam erat tangan Nathan. Yah, Sheryl tentu jelas mendengar pembicaraan mereka.
"Udah yuk.. Lo kan mesti bersiap ikut lomba Cerdas Cermat" ucap Nathan tersenyum lembut menarik tangan Sheryl.
Sheryl meninggalkan tatapan kecewa pada Gilang.
Sheryl.. Gue..
Batin Gilang, entah lah rasa hati nya sangat sakit. Sakit sekali saat ucapan Nathan terngiang di kepala nya. Saat itu pula ia merasa bahwa dia adalah manusia paling hina.
"Kok lo malah dukung mereka sih?! Bukan nya lo sukak sama kak Nathan! Harusnya lo ngajak kita kerja sama! Kakak Gue dapetin Kak Sheryl. Lo dapetin Nathan! " pekik Dean, mulai merasa Lisa enggak waras.
"Bantuin kalian? Sorry lagi nih, gue masih sayang nyawa! Kalo kalian enggak sayang nyawa. Lanjutin aja! " Sahut Lisa pergi meninggalkan mereka begitu saja. Kejadian waktu itu masih terngiang jelas di ingatan Lisa. Dimana Nathan sangat mengerikan menurutnya.
"Cewek Gila! Di baikin malah ngelunjak! " maki Dean sudah sangat kesal dengan sikap Arogan nya Lisa.
Jangan salahin gue, kalo kalian enggak selamat. Pokok nya udah gue ingetin.
Batin Lisa, ia melakukan itu mengingat dirinya nyang sudah berteman dengan Dean sejak SMP. meski di bumbui dengan pertengkaran.
***
"Peserta Cerdas Cermat dari SMA Merah Putih Segera masuk ke dalam ruangan nya. Peserta dari SMA harapan dan para juri sudah menunggu di sana" panggil salah seorang panitia pelaksana nya.
"Loh buk? Kok di ruangan sih? Kenapa enggak di aula terbuka??" tanya Zizah heran. Yah memang biasanya Lomba Cerdas Cermat diadakan di aula agar semua nya dapat melihat nya.
"oh itu, kami mengantisipasi agar kejadian tahun lalu enggak terjadi lagi" sahut Guru muda itu sebagai salah satu panitia.
"Kejadian tahun lalu? Kejadian apa? " tanya Klara penasaran. Yah tentu mereka tidak tau, karna tahun lalu pertandingan nya di adakan di SMA Harapan.
"Tahun lalu agak kacau, karna supporter nya saling hina" sahut Nathan. Buk Guru itu mengangguk pasti dengan jawaban Nathan.
"Yah udah Shy, Good luck yah. Semoga beruntung!" ucap Zizah, sambil mendadah kepada Sheryl yang berjalan menjauh.
***
Next?
Lanjut?