My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 14



Yooo tinggal kan jejak yah Para Readers cerdas ku. Hehe


Silah like, dan komen di setiap Chap yah. Biar author makin semangat. Hehe


Vote juga dong, biar strong.


***


Entah apa yang ada dalam pikiran Sheryl.  Tatapan nya itu serasa menusuk. Lisa tersenyum puas atas ekspresi Sheryl. Lisa ingat saat dia menghubungi Nathan, dia juga menghubungi Sheryl.


Lempar satu batu, Dua burung kena sekaligus. Haha, jangan harap mau melawan Lisa Vinanta!


Batin Lisa, senyuman miring masih setia terukir di wajah nya.


"Shy,  sumpah demi kegantengan gue yang melegenda.  Gue gak ngapa - ngapain sama tuh cewek.  Kalo gue bohong gue jelek,  lo tau kan Shy gua sayang banget sama kegantengan gue ini.  Jadi gue gak mungkin lah bohong" Celoteh Nathan yang sudah berdiri di hadapan Sheryl.


Sheryl menatap penuh selidik Nathan, juga dengan tatapan kecawaan. Tatapan itu serasa menusuk hati Nathan sendiri.


"Okeh, okeh, Gue gak akan bercanda lagi. Gue berani sumpah, gue nggak ngapa - ngapain sama dia. Shy gue cuma paling sayang sama lo. Sekarang, besok, dan selamanya " Ucap Nathan, ia langsung memeluk tubuh Sheryl, mendekap tubuh mungil itu di dalam dekapan nya.


Sheryl hanya diam. Ia tak tau harus melakukan apapun. Di sudut lain, Lisa merasa geram. Dia mengepalkan tangan nya kuat - kuat. Berharap suatu saat nanti tangan nya bisa Melayang untuk menampar Sheryl.


Sheryl mendorong Tubuh kekar Nathan. Gadis mungil itu kini melangkah menghampiri di titik di mana Lisa berdiri.


PLAKKK!!


tentu tamparan pedas itu dari Sheryl, di hadiah kan khusus untuk Lisa.


"Apa maksu--" Ronta Lisa.


PLAKK!!


Belum selesai Lisa meronta, Sheryl kembali melayangkan satu tamparan keras di pipi yang sama. Meninggalkan lebam biru di sana.


"Gue kasih tau ke elo. Nathan ini cowok gue, yang udah jadi milik gue. Gak bakal bisa jadi milik orang lain. Sekeras apa pun usaha lo buat dapetin Nathan, itu semua bakal sia - sia. Gue saranin lo lupain Nathan, sebelum seluruh harga diri lo ilang. Heii,, adik kelas yanh bodoh. Jangan merendahkan diri lagi, karna pada dasarnya martabat seorang perempuan itu mahal harga nya" pekik halus Sheryil , ia memutar badan nya, melangkah menuju Nathan.


"Oh yah, biaya Rumah Sakit. Biar gue yang nanggung. Keluarga Wijaya masih kaya!" tambah gadis mungil itu menarik lengan kekar cowok nya, untuk segera pergi.


"Oh yah satu lagi, Hargai dirimu maka orang lain akan menghargai mu. Dengar, sekeras apapun lo mau rebut Nathan. Itu gak akan pernah bisa terjadi" ucap Sheryl sebelum melangkah kan kaki dari pintu kelas itu.


Nathan merasa puas, dia merasa Nge fly dengan kata - kata gadis nya ini. Mereka meninggalkan Lisa yang terduduk lemas di kelas nya.


Gak berhasil?! Kak Sheryl masih percaya sama Kak Nathan?! Apa kah hubungan mereka emang gak bisa di hancurin?! Apa cinta kak Sheryl, lebih besar dari cinta aku?!


Batin Lisa, kini ia sendiri bingung entah apa yang harus di lakukan nya. Di tambah, dengan perilaku nya ini mencoreng harga diri nya sebagai perempuan baik - baik. Tak terbendung, Tetes air mata nya jatuh.


Tapi, Kak Nathan adalah cowok pertama yang aku sukai. Apa yang salah?!


Kembali deras nya air mata itu membasahi wajah sendu Lisa.


***


Bukan menjawab, Nathan malah mengulum senyuman puas.


"Lo sedeng yah?! Gue nanya nih!" pekik Sheryl lagi, merasa diri nya tak di perdulikan Nathan.


"Lo cemburu yah?!?" sahut Nathan puas.


"Kalo misal nya gue yang ada di posisi lo, lo di posisi gue. Lo cembudu gak?!?"


"Kalo misal nya tadi gue yang ada di posisi lo. Gue bakal kirim si Lisa ke rumah sakit, minimal Rumah sakit. Maksimal kuburan! Mereka yang deketin lo harus mundur teratur, sadar diri jangan ngelindur!"


Sheryl sedikit tertegun, wajah nya tersentak halus. Senyuman tipis terlihat di wajah nya.


"Jadi kalian ngomongin apa tadi? "


"Tadi? Tadi itu dia nyatakan perasaan nya. Dia mau gue ngizinin dia bersaing sama lo"


"terus lo jawab?! "


"Yah gue nolak lah! "


"Kenapa?! "


"Hadehhh... Jawaban nya simpel Shy.. Karna dia jelek, lo cantik, dia gak layak di sandingkam sama lo" sahut Nathan mendaratkan sebuah kecupan hangat di pucuk kepala Sheryl. Membuat kedua pipi gadis mungil itu merona seketika.


"Terus kalo ada cewek yang lebih cantik dari gue??" tanya Sheryl, menyadari alasan nya itu karna cantik.


"Emang ada cewek yang lebih cantik dari lo?! Di mata gue lo yang paling cantik"


Sheryl memutar bola matanya dengan jengah. Namun, hatinya bersorak ria di dalam.


"kan di mata elo, gak di mata orang lain"


"Kalo ada yang bilang lo jelek. Gue bakal bawa dia ke rumah sakit buat periksa mata. Sampai dia bilang lo cewek paling cantik! "


Sheryl tertawa geli sendiri, mendengar celotehan cowok ngawur di sebelah nya.


"Please Shy, senyum nya nanti aja. Gue gak fokus, sumpah"


***


Gimana?


Ada gak sih yang ngalamin masa SMA kayak mereka?!