
***
Komenan nya lucu semua, buat Author semangat. Eheh
Jadi up satu chap lagi..
Akhhh, berharap makin banyak komenan yang lucu hehe
***
"Gitu atuh neng, semoga langgeng yah sampai pelaminan" ucap bapak yang tadi.
"Amiin, makasih yah pak Doa nya " sahut Gilang puas, sembari jalan terpincang.
Sheryl memutar bola matanya dengan jengah, namun masih setia menuntun Cowok yang tengah terluka itu menuju mobil nya.
"Pak Ke Rumah Sakit terdekat yah" pinta Sheryl, sesaat setelah duduk di mobil nya.
"Siap non.. Jadi sekolah nya non gimana? " tanya Pak Damar melajukan mobil nya.
"Izin kan aja pak. Bilang aja kita lagi ada urusan. Ntar pak Damar nelpon sekolah. Oh yh pak, Kotak P3K di mana? "
"Ini non" ucap Pak Damar memberikan Kotak P3K yang baru saja di ambil nya dari bawah.
"Tangan lo siniin. Itu yang lukak, duh kok banyak banget sih" Gerutu Sheryl melihat banyak sekali luka licet ringan di tangan dan Wajah Gilang.
Gilang mengulurkan Tangan nya, sembari tersenyum menang.
Kan.. Hari ini aja lo gak ke sekolah demi gue. Mungkin di hari - hari selanjut nya lo bakal korbanin diri lo buat gue. Haha! Rei rasain pembalasan gue!!
Batin Gilang, Kini dirinya menatap intens Sheryl yang serius mengobati luka di tangan nya.
Cantik banget
Tambah nya dalam hati, menatap lekat wajah manis Sheryl. Tampak, Wajah Gilang juga sedikit merona.
"Sakit gak? Kalau sakit ngomong. Enggak usah sok jago, ngga usah di tutupin" komen Sheryl, ia sendiri merasa aneh, padahal Sheryl sesekalu menekan bagian yang terluka. Guna menyaksikan wajah Gilang yang kesakitan.
"Enggak sakit kok. Kan ada Elo, yah lo sih ngobatin gue lembut banget. Jadinya gue keenakan deh " sahut Gilang mengangkat sebelah alis nya.
Bukhhh!!
Sheryl sudah tak peduli dengan luka di wajah Gilang. Dengan gusar gadis itu menimpuk cowok yang menurut nya gila itu.
"Duh, tangan elo wangi bener. Emang yah, sabun nya orang kaya mah gitu. Berapa tuh harga sabun? " tanggap Gilang, yang bukan nya marah malah menggenggam tangan Sheryl, dan mengendus nya.
"Apa sih lo? Gila! Sumpah! Emang kenapa sama harga sabun gue?!"
"Yah iyah lah gue mesti tau. Gue kan mesti siapin duit buat stok sabun begituan. Tanggung jawab suami memenuhi kebutuhan istri"
"Denger yah. Gue udah punya pacar. Dan ganteng nya pacar gue lebih dari elo, dan satu lagi. Dia itu orang baik, gak kayak lo jahat! "
"Marah cantik, senyum manis, ngambek gemesin. Duh, puas bener hari ini gue. Sering - sering deh gue kecelakaan gpp. Asal yang nolongin elo"
Pak Damar menatap Sinis Gilang dari pantulan kaca di mobil itu.
Muka nya Jelek! Sifat nya buruk! Jauh banget dari mas Nathan yang Ramah! Oh? Dia gak pake sabuk pengaman, untung Non Sheryl pake.
Batin Pak Damar, dia menganggukkan kepala nya, dengan senyuman miring nya.
Ingin sekali Gilang menyahuti namun, pak Damar yang mengerem secara mendadak sukses membuat Gilang yang tak memakai sabuk pengaman tersungkur ke depan.
"Aduhhhh!!" keluh Gilang, Luka di kening nya menatap kursi yang ada di depan nya.
"Ppffttty.. Haha. Azab tuh godain pacar orang. Haha! " sahut Sheryl. Bukan nya menolong Gilang, Sheryl malah tertawa menanggapi nya.
Rasain tuh! Enak aja mau pisahin Non Sheryl sama Mas Nathan. Kapal Mas Nathan dan Non Sheryl udah berlabu.
Batin pak Damar tersenyum miring, tentu dengan ekspresi yang puas di atas kesakitan Gilang.
"Enggak bisa nyupir lo yah?! Kalo mata lo rabun karna udah tua! Berhenti kerja dong! Daripada lo buat Sheryl celaka!! " bentak Gilang begitu Kasar.
Plakkkk!!
Apa lagi? Yah tentu Sheryl menampar Gilang. Iya lah di tampar, Pak Damar sudah bagaikan seoranh Ayah bagi Sheryl sendiri. Penghinaan untuk pak Damar adalah penghinaan untuk gadis itu.
"Diem lo! Lancang banget lo hina Pak Damar! Lo kira lo ini siapa?!" bentak Sheryl tak kalah kasar nya dengan Gilang.
"Apa sih Sher? Dia kan cuma Supir. Enggak perlu lah lo marah gitu ke gue"
"Supir Keluarga Wijaya menyandang harga diri keluarga Wijaya! Kalau ada yang hina pak Damar atau ART keluarga Wijaya! Maka itu termasuk penghinaan terhadap keluarga Wijaya! "
Pak Damar begitu tertegun dengan ucapan Nona muda nya ini. Diri nya tak menyangka, dia yang seorang Supir ternyata juga ikut terlibat dalam menjaga kehormatan Keluarga Besae Wijaya.
Gue kira dia gadis kaya yang manja dan songong. Terlalu meninggikan dirinya. Enggak nyangka dia ngebelain mati - matian, untuk hanya seorang supir. Hehe Sheryl Wijaya, lo ini semakin menarik aja...
Batin Gilang. Tak kalah dengan Pak Damar, Gilang juga begitu tercengang.
"Gue--"
"Ini udah sampai di depan Rumah Sakit. Lo turun sekarang! Sebelum gue tendang! " pekik Sheryl, mengacaukan lamunan indah nya Gilang. Lamunan di mana Sheryl akan bermanja - manja pada Gilang suatu hari nanti.
"Iyah iyah Gue turun"
Gilang memilih mengalah, ia keluar dari mobil itu. Menyadari bahwa suasana hati Sheryl sudah sangat buruk.
"makasih yah Sher--" ucapan Gilang terpotong, ia membalikkan badan nya, hanya berselang beberapa detik. Namun mobil mewah Sheryl sudah pergi begitu saja.
"Sheryl Wijaya, ahhh bagus juga kalau jadj Sheryl sang Nyonya Gilang Drapan" Gumam Gilang menyunggingkan sneyum miring nya.
***
Team Nathan x Sheryl, masih ada? apa kabar? 😂
Apa ada Team baru? 😂