
***
"Kakak suruh mereka jatuhin senjata nya, atau Aisyah akan bunuh diri! Kakak tau, Aisyah selalu megang kata - kata Aisyah" ancam Aisyah, gadis manis itu telah siap dengan pisau yang sudah menempel di pergelangan tangan nya.
"Aisyah! Jaga omongan, Jangan ngomong gitu lagi!! " Bentak Rei kasar, ia sudah sangat kalut saat Aisyah sang istri tercinta mengatakan itu.
"Kakak Tau, kamu tipe orang yang memang megang kata - kata kamu. Tapi, kakak juga tipe orang yang suka main tawar - menawar. Aisyah pasti tau, apa yang kakak ingin kan. Sebagai Ganti menebus Nyawa pria songong ini" Sahut Farhan santai, menatap menang ke arah adik kecil nya ini.
"Aisyah jangan!! Dengerin gue. Gue nggak bisa hidup tanpa lo. Syah, Please jangan lakuin" Pinta Rei, ia menatap tajam Aisyah.
"Maafin aku Rei. Tapi, aku juga enggak bisa liat kamu mati. Aku terlalu sayang sama kamu. Maafin aku.. " Lirih Aisyah menatap nanar Rei yang terkepung dengan senjata itu.
"Bagus, kemari. Kakak akan lepasin Dua ******** kecil ini" Kata Farhan menyeringai puas.
Aisyah berjalan lambat ke arah kakak gila nya itu.
"Buang Pisau nya sayang" titah Farhan lagi. Aisyah mengikuti nya, gadis manis itu membuang jauh pisau nya.
"Bagus, kakak suka adik yang penurut. Kalian, buang dua orang ini ke jalanan. Beserta para kecoa yang ada di sini" titah Farhan lagi.
"Enggak!! Syah!! Aisyah! Enggak bisa!! " teriak Rei.
Bukhhhh
Sebuah balok kayu yang tebal, mengenai Punggung kekar Rei. sukses membuat Rei jatuh pingsan.
"Kakak!! Kelewatan!! " pekik Aisyah.
"Ken" seru Farhan singkat. Ken dengan cepat membuat Aisyah pingsan dengan Cairan yang sama.
"Buang mereka semua!! "
Dengan gerakan cepat, para pria bertopi hitam itu segera mengangkut tubuh Rei dan Nathan.
***
"Ken.. Apa kau ingin mendengar sesuatu hal yang penting " Kata Farhan, kali ini kedua orang ini berada di tengah ruangan dengan cahaya yang redup.
"apapun yang keluar dari mulut anda. Itu pasti Penting" sahut Ken tertunduk sopan.
"Kau tau Ken, Di Dunia ini aku hanya mencintai Sheryl dan Aisyah. Aisyah adik kecil ku, dia selalu bermain dengan ku. Aku sangat menyayangi nya, tapi bodoh nya gadis manis itu malah jatuh cinta pada Rei yang sampah. Sangat di sayangkan, tapi.. Kakak nya ada di sini, aku akan menuntun dia kembali ke jalan yang benar."
"Kau lihat ini? Ini Aisyah kecil dan aku. Sangat manis dan imut bukan? " tanya Farhan menujukkan Foto Aisyah dan dirinya yang berbingkai.
"Sangat imut Tuan, juga ceria dan baik. Senyuman nya bagaikan matahari yang memberikan kehangatan"
"Benar. Ken... Aku sudah tau sejak lama. Perasaan mu pada Aisyah"
"Tuan Muda Anda--"
"Urus Perceraian Aisyah, segera dan secepatnya. Aku akan menikah kan Aisyah dengan seseorang saat aku dan Sheryl sudah menikah"
"Seseorang? Siapa maksud anda Tuan Muda? " tanya Ken, ia terlihat gagu. Ada rasa tidak puas dan tidak tenang di hati nya.
"Kau. Setelah aku dan Sheryl menikah, maka aku juga akan menikah kan mu dengan Aisyah. Secepatnya "
"Terima kasih Tuan Muda. Saya pasti akan selalu menjaga Nona Aisyah. Apapun yang Aisyah ingin kan akan saya berikan. Bahkan dengan nyawa saya sendiri sebagai taruhan nya"
"Aku percaya pada mu Ken.. Untuk itulah aku menikahkan mu dengan Adik tercinta ku. Aku percaya, hanya kau yang bisa menjaga adik ku sebaik aku"
"Terima Kasih atas kepercayaan Tuan Muda"
" Ken, lihat lah. Sheryl kecil yang manis. Dulu, senyuman ku kembali karna gadis ini. Gadis yang membawa lentera kecil itu" Seru Farhan, ia berganti mengambil foto Sheryl kecil. Di tatapnya erat dan lekat wajah mungil gadis itu. Tersenyum ria, tidak ada sedikit beban pun padanya.
"Benar. Anda benar, Nona Muda Sheryl sangat cocok dengan Anda."
"Ken, apa menurut mu Sheryl akan jatuh cinta pada ku. Saat kebencian nya begitu besar pada ku?? "
"Kebencian dan Cinta itu hanya terpisahkan oleh benang yang tipis. Nona Muda Sheryl, pasti akan jatuh cinta pada anda"
"Haha, Mulut mu itu luar biasa. Sheryl Wijaya, Dia begitu membenci ku, karna kejadian Waktu itu. Tragedi yang menewaskan Ayah nya. Ken, tidak kah kau ingin tau, apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu? Tragedi yang menjadi Akar masalah hingga hari ini? "
"Jika Kejadian malam itu dapat membangkitkan memori buruk Tuan. Lebih baik saya tidak pernah mendengar nya"
"Tapi kau harus mendengar nya. Tragedi malam itu. Kisah tragis itu"
---
***
Vote nya '-'