My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 40



***


"Bagaimana Keadaan nya Dokter? " tanya Farhan menatap intens  Dokter perempuan yang tengah duduk di sebelah Sheryl yang terbaring. Tampak sorot mata yang tajam,  membuat siapapun yang bertatapan dengan Farhan begidik ngeri.


"Nona Muda Baik - baik saja. Dia hanya terguncang akibat Stress" sahut Dokter itu sedikit takut.


"Apa dia butuh infus? " tanya Farhan lagi,  ia sangat tak tega tatkala melihat wajah pucat nya Sheryl.


"Tidak perlu Tuan Muda.  Saya akan memberikan Beberapa jenis Vitamin.  Mungkin ini akan membantu keadaan Nona muda "


"Baiklah,  Letakkan Vitamin itu di Nakas. Syafa, buatkan bubur hangat yang hambar untuk Nona. Kalian semua tinggalkan kami berdua,  di sini. " Titah Farhan.


Tanpa menunggu lagi,  mereka semua beranjak pergi.  Meninggalkan Farhan dengan Tangan yang terbalut luka, Menatap nanar Sheryl yang pucat.


"Sayang.. Kamu Gak papa? " lirih Farhan,  ia dengan lembut duduk menggantikan posisi Dokter tadi.


Sheryl diam,  ia membuang muka nya saat Farhan menatap nya.


Farhan menghela napas berat.   Ia sedang beradu dengan diri nya,  ingin sekali Farhan menarik wajah Sheryl untuk bertatap muka dengan nya.  Namun,  itu semua ia urungkan. Sheryl terlalu lemah,  untuk menerima perlakuan Kasar Farhan.


"Tuan Muda, bubur nya" Kata pelayan itu pelan.  Satu gerakan tangan dari Farhan,  sebuah intruksi agar pelayan itu masuk. Dengan langkah tanpa suara,  Syafa, si pelayan masuk membawa Nampan berisikan Bubur hangat dan Jus, juga air mineral.


"Saya pamit Tuan" izin Syafa tertunduk,  meninggalkan kedua orang ini lagi.


"Sheryl..  Ayo makan,  Setelah itu minum Vitamin dan Kau bisa tidur. Ingat,  Nanti malam kita masih ada acara Tunangan" Kata Farhan,  mencoba mengucapkan setiap Kata dengan kelembutan.


Sheryl diam,  Gadis mungil itu menutup rapat akurat mulut nya,  di ikuti matanya yang terpejam.  Bagi Sheryl, melihat Farhan adalah satu kesialan.


Farhan menghela napas kasar lagi,  masih berusaha untuk tenang. Ini lebih baik daripada  banding ia akan memarahi Sheryl lagi.


"Sayang.. Ayo makan" lirih Farhan lagi,  ia sudah menyuapkan Sesendok bubur, yang sudah ada di depan  mulut Sheryl. Tapi mulut itu masih mengatup Akurat.


"Sheryl makan,  jika tidak--" Ancam Farhan.  Ia sudah tak kuasa tetap lembut.


"Jika Tidak kau akan membunuh ku?! " pekik Sheryl,  menatap tajam ke arah Farhan.


"Sshhttt.. Aku tidak akan mungkin membunuh mu. Tapi,  kau mungkin saja membunuh ku" kata Farhan.


"Benar.  Jika ada kesempatan Aku bakal bunuh kamu.  Kematian kamu,  kebahagiaan untuk aku!!! "


***


Satu Setengah Jam telah berlalu,  sejak pergi nya sosok kasar Farhan itu.


"Nona muda,  Ini Gaun putih yang sangat indah. Akan sangat cantik berpadu dengan Kalung berlian ini."  Ucap Syafa yang sedang merias Sheryl,  layak nya perempuan yang akan menikah.  Padahal ini hanya pertunangan kan?


"Nona muda.  Silahkan anda melepas kalung biru itu" Kata Syafa lagi,  ia ingin memakaikan kalung berlian yang mewah itu.  Namun terhalangi oleh Kalung dari Nathan yang menggantung indah di leher jenjang nya Sheryl.


"Aku enggak bakal ngelepas kalung ini.  Apapun yang terjadi!! " Pekik kasar Sheryl. Emosi nya tersulut begitu saja,  mendengar hal itu.


"Nona,  Kalung berlian ini lebih cantik. Sangat serasi dengan Gaun mewah anda.  Ini semua sudah di pilihkan oleh Tuan Muda Farhan.  Sangat cocok untuk anda. Seperti nya Tuan Muda Farhan benar - benar tau tentang Anda. " Rayu Syafa lagi.  Berharap Sheryl membuka kalung biru itu.


"Diam!!  Kau pikir aku mau memakai ini semua?!  Gaun ini,  bukan kah kalian dengan licik nya memakaikan nya padaku!! " Pekik kasar Sheryl,  ia ingat ketika ia terbangun.  Gadis mungil itu sudah memakai Gaun Putih mewah yang berkilau itu. Para pelayan itu memakaikan Gaun nya saat Sheryl pingsan.


"Nona muda,  kami hanya mempersingkat waktu.  Anda mohon jangan mempersulit kami.. Kami hanya mengikuti titah Tuan Muda Farhan. Lagi pula Nona.  Kenapa anda sangat membenci Tuan Muda Farhan, beliau sangat mencintai Anda. Anda adalah orang yang sangat beruntung,  karna mendapat cinta Tuan Muda Farhan yang besar.  Tida--"


"Cukup!!  Kalian semua keluar dari Kamar ini! Aku tidak ingin melihat kalian!! " Pekik kasar Sheryl,  telinga nya sudah sangat panas.  Ia sangat muak mendengarkan Pujian terhadap Farhan. 


"Tidak Bisa Nona. Ka--"


Prangkkkk!!


Sheryl melemparkan Berlian itu ke kaca di hadapan nya. Mengakibat kan kaca itu hancur berkeping.


"Kalian pergi!! Pergi yang Jauh!!  Atau aku akan melukai diri ku sendiri!! " Ancam Sheryl.  Gadis mungil itu telah siap dengan Kaca yang akan melukai tangan mulus nya.


Tanpa Ba-Bi-Bu lagi.  Para pelayan itu segera pergi meninggalkan Sheryl yang frustasi.  Tak tau apa yang akan terjadi pada mereka,  jika Farhan tau Sheryl terluka.  Apalagi sampai mengucurkan darah. Tapi Yang Jelas, Mereka tak kan Mati dengan mudah.  Siksaan yang keji lah yang akan mereka terima.


"Apanya yang Farhan begitu mencintai Sheryl!!  Pria itu Gila!!  Gue lebih baik mati di banding harus menikah sama dia.  Gue Sheryl Wijaya!  Hanya mencintai Nathan Seumur Hidup Gue!! Teriak Sheryl sekuat tenaga.  Berharap semua pelayan itu mendengar nya. Tapi para pelayan itu sudah menjauh,  patuh akan titah Sheryl yang meminta mereka pergi Jauh.


"Gue Nathan Arkasa. Juga cuma cinta sama Sheryl Wijaya" Ucap seseorang,  Sheryl menoleh ke asal sumber suara.  Yah Balkon dari jendela.  Tampak sosok bayangan hitam ada di sana.


***


Next??


Vote nya dong Readers baik.  Biar Author makin semangat.  Hehe