My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 56



***


Hampir satu bulan telah berlalu sejak kepergian Farhan,  kondisi Nathan pun perlahan pulih.


"Luruskan itu barisan nya!  Jangan mencok lah! Udah besar kan!  Lurus,  Tangan nya lurus!  Lancang Depan!! " Ucap Andria membariskan para Murid SMA merah Putih itu.


"Eh,  Nat!  Lo hampir Dua bulan kemana aja?!  Ngilang tanpa jejak!" Gerutu Agung kesal. Mereka ngobrol santai di barisan,  saat Andrian tengah berteriak Ria di depan.


"Gue kan kecelakaan, kan elo udah tau,  udah jenguk gue.  Terus kenapa nanya? " sahut Nathan santai,  melipat tangan nya.


"Biar ada bahan pembicaraan aja,  gue mau buat di Andrian marah - marah di depan. Lumayan,  hiburan " Sahut Agung santai, menatap mengejek ke arah Andrian di depan. Saat Andrian juga melihat ke arah Agung.


"Kacau lo. Haha. Oh yah, soal Lomba Basket gimana? Siapa yang menang? " tanya Nathan santai,  merasa tak bersalah meninggalkan Team nya itu.


"Di tunda,  Karna pemain SMA Harapan rata - rata patah tangan dan kaki.  Mereka minta lomba Basket nya di tunda" sahut Agung.


"Untung aja di tunda Nat,  kalau enggak di Tunda Sekolah kita bakal Kalah telak deh. " sambar Regata. Kali ini mereka seperti rombongan yang tengah merumpi ria di tengah barisan.


"Terus lomba nya kapan? "


"Besok Nat,  besok lo siap - siap yah.  Besok kita lomba"


"oh yah Nat,  lo punya rencana kan? " tanya Agung memastikan.


"Kagak,  main aja bebas" sahut Nathan santai,  berjalan ke depan tepat berbaris di sebelah Gadis mungil itu. Meninggalkan Agung dan Regata yang asyik menggosip


"yank,  hari ini bolos yuk?  Sekali - kali lah,  Good Girl kayak lo jadi Bad Girl" celetuk Nathan santai,  menatap manis Gadis nya ini.


Sheryl diam,  ia melirik tajam Nathan, gadis mungil itu harus memiliki ekstra kesabaran menghadapi Nathan.  Resiko punya cowok lambe turah.


"Agung! Regata! Kalian berdua ke depan! Baris di depan! Hormat bendera!! " titah Pak Ghani menggunakan Mic di depan sana. Menyorot Agung dan Regata dari atas hingga bawah.


"Kok kita sih pak yang di marahin" Protes Agung dan Regata bersamaan,  berjalan santai keluar barisan,  untuk hormat bendera tentu nya.


"Yah karna enggak Nathan! " sahut Pak Ghani.


"Iyah dong pak.  Saya Ganteng,  Saya manis,  Saya kalem,  dan saya diam" sahut Nathan,  mendadak siap layak nya murid yang Disiplin. Pak Ghani hanya bisa geleng - geleng kepala melihat perilaku murid gendeng nya ini.


***


Hari ini adalah Hari pertandingan Basket antara SMA Merah Putih,  dan SMA Harapan bertanding.


"Lo tau kalah?  Nah lo akan ngalamin hal itu hari ini" Ancam Gilang saat Nathan dan Tim,  Dan Gilang dan Tim,  di bariskan berhadapan di tengah lapangan basket itu.


"Lo tau menang? Oke,  lo gak bakal pernah ngalamin menang lawan gue" sahut Nathan santai,  menaik turunkan alisnya.


Mereka semua segera memasang posisi,  dan


Prittttt!


Suara Peluit dari sang Wasit pertanda di mulai nya permainan itu.


Gilang membawa bola nya, dengan lincah melewati beberapa orang dan.  Hap.  Tak semudah itu,  ada Agung yang siap merebut bole nya,  dengan cekatan Agung mengambil nya dan mengoperkan nya pada Nathan.


Entah lah,  entah memang Sifat Nathan yang suka santai santai,  atau memang Dia yang terlalu lincah.  Anak - anak SMA Harapan tidak ada yang bisa menahan nya. Dengan mudah nya Nathan melemparkan bola itu ke jaring. Bola basket itu masuk dengan Tepat sasaran, membawakan poin untuk SMA merah Putih.


Permainan terus berlanjut begitu,  yah Dalam permainan Basket kali itu,  semua dapat melihat nya.  Melihat betapa santai nya Nathan Main. Bahkan Supporter SMA merah Putih sampai lelah berteriak heboh,  karna terlalu sering nya mendapat poin.


Nathan sekali lagi dengan gaya santai nya mencetak poin,  dia yang lompat tinggi dan bergantung di jaring lawan.  dengan wajah ganteng yang melegenda, rambut acak yang basah akibat keringat,  kaos lengan pendek yang memperlihat kan otot lengan nya yang kekar. Menatap genit Sheryl yang ada di salah satu bangku penonton sana.


"Shy,  dia liatin lo tuh" celetuk Klara menyenggol bahu Sheryl. Sheryl menggeleng,  namun itu tak dapat menutupi wajah Tersipu nya.


Woaahhhh


Akhhhhh


Kyaaaa,  so Badas!!!


Teriak perempuan Supporter dari SMA Harapan.  Mereka yang awalnya meneriaki Gilang,  kini berganti menjadi Nathan.


Prittttt


***


"Guys, gue beli minum bentar yah" pamit Sheryl,  di tengah Riuh ricuh pembicaraan Anak Kelas XII IPA LIMA itu. Semuanya mengangguk.  Zizah ingin menemani Sheryl,  namun Sheryl sendiri menolak.


---


"Makasih yah Buk" ucap Sheryl mengambil botol air mineral itu, dan berjalan kembali ke kelas nya.


"Tunggu!"  Seru seseorang dari belakang Sheryl,  membuat gadis mungil itu menghentikan Langkah nya dan menoleh ke belakang.


"Lo cewek yang deketin Gilang kan? " Pekik Cewek itu lagi,  melotot ke arah Sheryl. Sheryl mengenali gadis itu,  yah Mita.


"Bukan,  gue udah punya pacar" sahut Sheryl santai,  ia ingin kembali menghentikan langkah nya. Namun,


"Gue kasih tau lo yah,  Gue Ini putri dari salah satu Perusahaan Terkenal daerah sini. Kalo lo macam - macam sama gue,  gue enggak segan - segan nyakitin lo atau bahkan keluarga elo!! Oh yah,  cowok pemain Basket tadi,  yah Nathan Arkasa.  Gue juga mau lo bantuin gue deket sama dia" Ancam Mita memasang wajah semenakutkan mungkin.


"Oh?"


Mita yang tersulut emosi ingin  menampar pipi merah Sheryl,  dengan cepat Sheryl menahan nya.


Byurrrrr


Nathan tiba - tiba datang, menuangkan habis air mineral yang baru di beli nya tadi,  ke kepala Mita,  membuat gadis itu jadi basah.


"Kalo lo minta ganti rugi.  Gerbang keluarga Arkasa. terbuka lebar,  iyah Gerbang nya aja.  Soal nya kaki lo enggak layak masuk ke keluarga Arkasa. Berani Nyakitin calon mamah nya anak - anak gue? " Sinis Nathan Tajam,  menatap dengan aura membunuh ke arah Mita.


"Yuk Shy" Nathan menarik Sheryl pergi.


***


"Mau terharu?  Bilang makasih lagi? " tanya Nathan menatap nanar gadis yang duduk di hadapan nya ini.


Woshhhh


Angin menerpa wajah kedua nya,  sangat sejuk tentunya.  Berada di bawah pohon beringin yang besar,  dengan Angin yang sepoi - sepoi. Seketika Sheryl salting.  Entah apa yanh gadis mungil itu maksud.


"Nat--"  Baru saja Sheryl ingin mengucapkan Sesuatu,  udah di potong oleh Nathan.


"I Love You Too.  Iyah Gue tau kok lo mau bilang I love you kan" Kata Nathan santai..


Wajah Sheryl merona seketika,  dengan cepat ia menyembunyikan wajah nya dengan berbalik badan.  Jantung nya berdegub begitu kencang.


"Udah, Dada gue masih lebar,  nyembunyiin nya di sini aja" kata Nathan menarik Sheryl,  agar menenggelamkan wajah nya dalam dekapan Nathan.


"Sheryl Wijaya,  lo anugrah terindah dalam hidup gue" Lirih Nathan memeluk tubuh mungil Sheryl.


"Bukan nya Anugrah terindah nya itu,  mukak lo yang ganteng nya melegenda itu" ledek Sheryl masih dalam dekapan Nathan.


"Lah nih muka kan buat bekal anak kita nanti"


"Nathan!!"


"Haha,  Will you merry me? " Ucap Nathan melepas pelukan nya,  memegang erat pipi kanan dan kiri Sheryl. Menatap lekat mata indah gadis mungil itu. Jantung Sheryl sudah sering kali di buat berdegub begitu kencang,  namun ada berbeda dengan hari ini.  Hari dimana Nathan melamarnya.


"Yes,  i will. Tapi,  entar nunggu gue umur 22 tahun " sahut Gadis mungil itu.  Cup.  Ia meninggalkan sebuah kecupan di pipi kanan Nathan,  sebelum gadis mungil itu berlari pergi.


"Lo sangat berharga Shy.  Ingat  itu.  Oh yah,  Thanks to XI IPA 5. Karna kelas itu,  gue ketemu lagi sama si cewek ini, cewek Bodoh kesayangan gue. " Gumam Nathan menatap Punggung mungil Sheryl,  yang gadis itu kadang berbalik untuk menebar senyuman nya,  atau bahkan megejek Nathan dengan menjulurkan lidah nya.


***


~Selesai ~


Author bakal ngasih ucapan Terima kasih di Ekstra Part yah. 


Ngomong - ngomong,  kalo Nathan sama Sheryl punya anak. Anak nya gimana yah? Penasaran?  Auhtor akan buat Di Ekstra Part yah  (Cuma sedikit, tapi.  Maaf yah. Hehe) .  Hehe.. Di tunggu


~Dadah~