
***
"satu minggu lagi adalah hari di mana kita akan melakukan lomba dengan Sekolah Harapan di tahun ini. Sama dengan tahun - tahun sebelum nya. Pada Bidang Olahraga, khusus nya Basket, Futsal, dan Volly. Untuk bidang Pembelajaran, ada lomba Cerdas Cermat. Saya harap semua nya telah siap " Ucap Pak Kepsek dari atas podium itu. Menatap intens para murid nya.
"Siapp pak!! " sahut mereka semua serentak bersamaan.
***
"Persiapan nya gimana Shy? Untuk ikut Cerdas Cermat? " tanya Nathan yang sekarang ada di hadapan nya, ahhh lebih tepat nya duduk di meja nya.
"yah gitu sih. Elo sendiri? Gimana? Main basker nya lancar? " tanya Balik Sheryl tanpa menatap Nathan, tatapan nya lurus akurat menuju Pelajaran PPKN yang terpampang jelas di sana.
"Aman, Gue kan belajar dari kakak ipar. Oh yah, Gimana kabar Kak Aisyah? Ah.. Enggak usah di tanyak. Pasti ngeriii" Nathan menggedikkan bahu nya. Sheryl sendiri geli dengan ucapan Nathan.
"Bedanya elo sama Kak Rei apa? Yang sama - sama Over protektif"
"Oh? Itu boleh juga. Eh iyah Shy. Si Gilang masih gangguin elo gak? "
"enggak sih sekarang. Tau akh, jangan omongin dia. Males"
"iyah deh iyah. Udah belajar sana yang rajin. Gue temenin elo kok" ucap Nathan seraya mengacak lembut rambut Sheryl yang rapi. Membuat gadis mungil itu sedikit menggerutu dan memanyunkan mulutnya.
"Coba aja ini enggak sekolah. Dah gue sosor tuh mulut. Maju amat soal nya, bikin gemes"
Bukhhh
Sheryl sontak menimpuk Nathan dengan benda terdekat nya saat ini. Yah Buku. Ucapan Nathan ini terlalu Frontal membuat pipi gadis mungil itu memerah seketika. Membuat nya meningat kejadian itu. Saat dia yang menciun Nathan lebih dulu.
Nathan hanya bisa mencoba menahan tawanya, melihat tingkah manis Gadis nya ini.
***
Ganteng banget.. Oke, Emang ganteng nya Nathan itu melegenda. Meski udah berkali - kali di lihat, masih aja enggak bosen. Dan masih deg degan. Padahal Gue sendiri ini pacar nya. Kalo Gue aja sedeg deg an ini liat Nathan. Gimana cewek - cewek lain yah?? Uhh.. Pasti bayangin yang enggak - enggak. Duh kok mikirin ini sih. Buat mood buruk aja.
Batin nya menggelengkan kepala nya. Guna mengusir pikiran Possesif nya. Menatap Nanar pria yang sedang latihan basket seorang diri ini.
"Kenapa? Kepala nya sakit? " tanya Nathan yang baru memasukkan satu bola nya. Datang menghampiri Sheryl, dengan wajah dan Tubuh yang basah karna keringat. Ada keringat yang menyangkut di bulu matanya. Membuat penampilan nya ssmakin Badas.
"Gak papa kok. Udah selesai latihan? " tanya Sheryl menyodorkan Botol Minuman itu pada Nathan.. Menyadari bahwa cowok tengil nya ini sedang haus.
"Belum.. Istirahat bentar deh. Gue gak fokus karna liat elo" sahut Nathan.
"Kok karna Gue? "
"Yah karna kalo liat lo tuh, bawaan nya pengen ke KUA aja" sahut Nathan santai meminum air nya.
Posisi seperti ini, di tengah keringat seorang pria badas sedang meminum air.
Ah, bayangkan jika di slow motion.
Batin Sheryl, menelan saliva nya payah.
Jangan di bayangkan, Dosa
Entah suara dari mana itu. Ah mungkin peri yang ada di sisi kanan nya.
Sheryl menggeleng kan kepala nya pelan, menyadari dirinya yang semakin aneh.
"Lo kenapa sih Shy? Sakit? Gue anter balik nih" tanya Nathan merasa sedikit aneh dengan gelagat gadis nya hari ini.
"nih lapangan Basket. Buat latihan Basket, bukan untuk memadu kasih pasangan yang lagi menggebu" Celetuk Regata yang di sambung gelak tawa yang lain nya. Yah Regata dan Tim Basket nya tentu nya.
"Nat, Sadar Tempat. Ingat Baru kena SP. Mau kena lagi? " Sambar Andrian.
"Oh? Lo pada mau pulang tinggal nama? " sahut Nathan santai. Bukan nya menjauh dari Sheryl, ia malah merangkul pundak mungil gadis nya. Secara cepat Sheryl menepis nya.
"Udah lah kak Nat. Pacaran nya di tunda aja dulu. Kita latihan, ntar malah kalah lagi dari anak SMA Harapan" sambung Derry.
"Iyah deh iyah. Btw, tunggu.. Satu, Wa, Ga, Pat, Ma, nam.. " Nathan menghitung anggota nya yang datang, dengan hitungan cepat menyebut huruf belakang angka doang.
"Nat, lo ini bodoh yah. Bucin boleh, bodoh jangan" Cibir Agung merasa sahabat nya semakin Gesrek.
"Emang lo pinter? " sahut Nathan santai, masih menatap intens Anggota tim Basket nya satu persatu.
"Yah seenggak nya enggak sebodoh elo"
"Ini nih lo. Karna Gue bodoh makanya sekolah. Sekolah tuh biar pintar. Kalo gue udah pintar, buat apa sekolah. Mikir!! " pekik Nathan menunjuk jidat nya dengan telunjuk nya.
Mereka semua diam. Mengangguk mengerti. Dan merasa yang Nathan katakan itu logis.
"Itu dia kak. Udah aku cari, enggak ketemu. Yah udah lah, kita latihan dengan Anggota seadanya" sahut Derry, selaku Wakil Ketua Basket dan calon ketua OSIS ini.
"Udah di cari? " sambar Sheryl.
"Enggak usah di cari kak. Si Radin di sini kok" Sambung seorang pria. Mereka semua menoleh ke arah sumber suara.
"Eh Dean? Radin? Kok kalian Enggak pake Seragam sih? " tanya Derry, menyadari Pakaian mereka berbeda.
"Iyah lah, kita udah pindah dari SMA merah Putih Ke SMA Harapan" sahut Dean santai.
"Maksud kalian apa?!" pekik Derry langsung melotot ke arah mereka. Nathan mengernyitkan dahi nya, seraya tersenyum miring.
"Oh? Gue lupa kenalim diri yah. Gue Dean Drapan. Anak ke dua dari Pemilik Sekolah Harapan. Dan dia Radin Drapan, sepupu gue" sahut Dean santai menaik turunkan alis nya.
"Jadi kita mau pindah ke sini, dan balik ke sekolah impian kita. SMA Harapan" sambung Radin tersenyum puas, atas ekspresi marah mantan teman - teman nya ini.
"Elo! Kurang ajar!! " maki Agung.
"Tunggu.. Dean jadi lo adik nya Gilang. Jadi, waktu itu elo enggak di ganggu sama Gilang. Melainkan emang satu tim Gilang" ucap Sheryl gagu, ia terkejut dengan Fakta yang di temukan nya ini.
"Iyah. Kakak aja yang terlalu polos.. Oh yah kak, Bang Gilang kirim salam. Katanya I Love you" sahut Dean santai.
"Dean! Radin! Gue habisin kalian!! " maki Andri semakin tersulut emosi. Melihat mantan rekan mereka tersulut emosi seperti ini, menambah kepuasan dua orang pria itu.
"Kan udah pindah sekolah? Ngapain masih di sini? Minta di tendang biar melayang" kini Nathan yang bicara, menatap santai Dean dan Radin.
"Apa? Kenapa? Kok diem, lo tuli yah. Enggak pergi jugak! " peringat Nathan sedikit nada menekan. Entah lah, aura Nathan tiba - tiba berubah menjadi menyeram kan. Segera Dean Dan Radin melangkah kan kaki kereka keluar dari sana.
"Gimana nih Kak Nat? Kita bukan cuma kehilangan satu personil. Kita juga pasti enggak bisa gunain teknik yang kita pelajari. Itu pasti udah di bocorkan sama Radin" ujar Derry bingung. Ini kali pertama nya ia ikut lomba di SMA ini. Sama seperti Nathan dan Rei. Derry juga ingin memecahkan rekor menjadi ketua OSIS yang baik dan Ketua Basket yang bijak.
"iyah kak Nat, gimana nih? " sambar yang lain nya.
"Tenang.. Kalian liat kan Nathan dari tadi santai. Pasti dia udah kepikiran caranya gimana? " sambung Regata menepuk pelan pundak Nathan.
Mereka mengangguk tersenyum dengan perkataan Regata, menatap penuh kebanggaan ke arah Nathan. Layak nya Nathan adalah Raja yang telah memenangkan perang.
"Nat? Gimana Rencana nya? " tanya Agung mulai serius.
"Rencana apa? Gue gak ada rencanain apa - apa tuh soal Tim Basket kita. Gue sih ada Rencana buat Nikahin Sheryl tamat SMA. ada yang mau Jaga Hidangan? Atau jadi Photographer? Tenang, masalah undangan aman. Gue siapin banyak - banyak" sahut Nathan begitu santai nya. Ia seakan merasa sama sekali tidak memiliki beban.
Tangan Regata sudah di kepalkan siap menonjok Nathan yang tengil. Namun, saat kepalan tangan Rega ada di depan mata Nathan yang tidak berkedip. Regata menarik tangan nya.
"Untung gue imut, dan manis. Jadi nya enggak suka kasar. Sabar Regata... Pertahankan keimutan lo biar Klara tetep di sisi lo" celetuk Regata mengelus lembut kepalan tangan nya itu.
"Ada lagi yang mau nonjok gue? Mumpung gue masih ganteng nih, gpp santai. Enggak usah takut kegantengan gue hilang. Mukak gue babyface, ganteng nya lama" tantang Nathan menunjuk wajah nya.
Mereka semua diam. Hanya bisa mengumpat di dalam hati. Mengingat, bagaimana hebat nya kemampuan bela diri Nathan, dan dari mana Nathan berasal. Juga sangat di sayangkan jika kegantengan yang melegenda itu hilang dari bumi.
"Akhhhhh!! Sakitttt!!" Teriak Nathan keras seraya memegangi perut kanan nya, ada rasa nyelekit di sana
"Apa? Sakit? Mau nangis? " tanya Sheryl yang masih erat mencubit Nathan. Ia belum melepaskan cubitan ala kepiting itu.
"Iyah, iyah, ampun! Gue serius Shy lepas Shy.. Sumpah demi--"
"Sumpah Demi kegantengan elo yang melegenda dan udah di akui kesatuan Mars. Kalo cubitan ini sakit? " sambar Sheryl memotong ucapan Nathan.
Seketika mereka semua tertawa melihat bagaimana Ekspresi Nathan kesakitan.
"Biasa nya kalo yang sakit - sakit gini hilang sama yang manis dan lembut" celetuk Nathan mencium pucuk kepala Sheryl yang tinggi nya hanya sebahu nya.
Sontak tindakan Nathan ini sukses membuat semua mata teman - teman nya melotot tak percaya, Bagaimana bisa Nathan se pede ini.
"Bodoh!! " pekik Sheryl memukul perut Nathan. Ia langsung bergegas pergi dengan wajah nya yang merah merona.
Nathan sendiri hanya tersenyum puas. Ia sama sekali tak menyesali perbuatan nya kali ini.
"Nat, lain kali ingat tempat Woi. Kami masih ada di sini!! " protes Andri.
"Duh ngeri nih.. Ada suara - suara aneh. Padahal tempat sepi begini" Ucap Nathan melenggang begitu saja, dengan tersenyum puas atas epkspresi marah bercampur iri sahabat - sahabat nya.
"NATHAN ARKASA!!! "
***
Ada yang Rindu Lisa?
Ada yang rindu Gilang juga?