
"Udah pak santai aja, nggak usah di pikirin tuh si Derry. Sebenarnya dia tuh si Derry Adik sepupu jauh saya. Saya yakin dia aman" ucap Nathan lagi, dengan santai tentu nya.
***
"Kak Nathan!" seru cowok yang tinggi nya kira - kira 168 itu. Yah dia Derry. Derry saat itu menghampiri Nathan yang berjalan ke kelas. Yah, kalian tentu ingat kan, Nathan di hukum.
"Woik Derry, selamat loh bocah? " tanya Nathan, mengehentikan langkah kaki nya.
"Iyah nih kak. Berkat ajian kakak, Ajian pusaka. haha!!"
"bagus, sih. Tapi meski kayak gitu. Lo juga mesti hati - hati sama Sekolah Harapan. Ingat juga buat jaga diri. Kalo Lo kenapa - napa, gue juga yang kenak tabok "
"Haha.. Iyah kak maaf. Oh yah kak, itu amplop apa kak? " tanya Derry menunjuk Amplop coklat yang Nathan pegang.
"Biasa, Orang tua gue di undang. Karna anak nya terlalu ganteng, yah nggak salah mereka sih. Ngelahirin orang ganteng kayak gue" sahut Nathan santai.
"Haha.. Kak, kurangin pede nya. Nanti kak Sheryl ilfil, terus di putusin. Hayoo loo"
"Berani lo yah bocah. Udah sana masuk lo, temen - temen lo udah pada nungguin lo tuh"
"iyah kak. Aku masuk dulu yah, daahh~ " ucap Derry melenggang ke kelas nya yang sudah berbeda arah dengan kelas Nathan.
***
"Ya Allah!! Kalian ini manusia spesies apa sih?! Berisik amat! Lo tau gue di lantai dua, bising nya kalian udah gue denger dari lantai satu" seru Nathan berdiri di depan pintu menghentikan kericuhan di kelas nya.
"Apa sih Nat?! Rese lo! " pekik David.
"Ya ampun...Bro, gini gue kasih tau ke elo. Gua yang orang ganteng sepanjang sejarah nan berkelas ini mau baik ngasih tau kalian buat berhenti. Soal nya, tadi di bawah, gue udah liat buk Zenzen udah marah - marah. Kalau kalian ribut, ha tanggung sendiri akibatnya " peringat Nathan. Bagaimana pun juga saat ini Nathan menyandang tanggung jawab sebagai Ketua OSIS dan Ketua Kelas. Jadi, kelas dan sekolah harus aman terkendali.
Nathan ingin berceloteh lagi, tapi ada satu yang mengganjal di hati nya. Ia mengedarkan pandangan nya lagi, tak di temukan sosok tambatan hatinya. Nathan celingak celinguk heran, sembari berjalan ke bangku nya.
"Nampak calon binik gue gak? Kemana sih Sheryl?!" Tanya Nathan yang baru menarik kursi, dan duduk di bangku nya.
"Biasa, urusan UKS sama Airin, yah si Zizah sama Si Klara ikut lah" sahut Agung.
Nathan mengangguk mengerti. Apapun itu, asal Sheryl pergi nya bareng cewek. Jiwa raga kegantengan nya merasa tenang.
"Ahcieeee... Ada yang Dapet legenda amplop cinta nih dari pak Ghani" seru Regata menyulut api. Seperti nya Regata belum puas dengan pukulan yang Nathan berikan kemarin.
"Masih mau di tabok? Atau di tonjok?! Jadiin samsak juga boleh" sahut Nathan meletakkan amplop legenda itu di meja nya.
"Mau ngapain lo Nat?! " tanya Andri merasa bingung dengan gelagat sahabat nya ini.
"Orang dungu cukup diam dan Dengar kan" sahut Nathan, ia membuka tas nya, mengambil Amplop berwarna ungu muda di sana.
Ketiga sahabat nya hanya saling pandang, tak mengerti apa yang Nathan lakukan.
"Berhubung gue udah terlalu sering dapet surat cinta legenda dari buk Vina ataupun pak Ghani. Akhir nya gue mendapat ide baru" celetuk Nathan menunjukkan kertas yang sudah terisi dengan tulisan tangan nya.
Entah Surat apa yang di tulis nya, yang jelas. itu tentu bukan hal yang lumrah dan wajar.
"Gendeng!! "
"Sableng!! "
"Gesrek! "
Sahut ketiga sahabat nya bergantian. Menggelengkan kepala nya.
"Sekolah mah enggak adil, Masa yang di kasih surat cuma Bokap gue. Nyokap gue enggak, Berhubung gue ini anak nya nyokap gue yang paling ganteng, gue bagi deh Surat buat Nyokap gue. " sahut Nathan, ia memasukkan Surat itu ke dalam Amplop Hitam pekat, dia juga mengikat kan pita berwarna merah muda di sana. Amplop itu terlihat sangat indah.
"Perfect! Blackpink cuy! " seru nya mencium Amplop hitam nya. Ketiga sahabat nya hanya bisa menggeleng kan kepala.
***
"Shy? Masih marah?! " tanya Nathan di dalam mobil Sporty milik nya.
Tak ada jawaban dari Sheryl. Bahkan deheman pun tak ada, Wajah nya terus mengarah ke pinggir jalan, untuk membelakangi wajah Nathan.
"Shy, gue mau kasih tau ke elo. Sebenarnya nya, gue minggu depan bakal pigi ke Medan. Ada urusan" ucap Nathan membuka pembicaraan lagi di Mobil nya. Yah sebelum nya suasana hening, pasalnya karna Nathan yang berbicara dengan Lisa lagi.
"pergi kemana?! " kali ini Sheryl menyahuti, meski kedengaran nya malas dan gak berminat.
"ke Medan. Ada urusan"
"Berapa lama? "
"mungkin seminggu sih"
***
Ayooo tinggalkan jejak kalian yah, silah tinggal like, komen, and vote.
vote kalian bikin Author semangat yah
jangan lupa follow me jugak, dan silah gabung di grub yah. hehe