My Special Class

My Special Class
(S2) Episode 17



Satu chap lagi untuk kalian yang selalu dukung aku.  Hehe


***


"Pak,  kalau misal nya saya kenapa - napa di sana.  Bapak telpon Kakek dan polisi terdekat yah" pinta Sheryl langsung menuju ke arah itu.  Ia tak memperdulikan lagi himbauan yang di berikan oleh Pak Damar.


Pak Damar sudah siap - siap untuk menelpon kakek Wijaya.


"Kalian?!  Mau Kalian apain anak SMA merah Putih?!" pekik Sheryl dengan lantang menuju Gerombolan itu.


Kak Sheryl?!  Ngapain dia ke sini?!


Batin Dean,  ia sudah merasa gugup. Akan kah Rencananya  di ketahui Sheryl.


"Kak Sheryl?!  Ngapain Di sini?! " pekik Dean.


"Mau nolongin elo lah!  Yah kali Gue  diem aja waktu Adik kelas gue di ganggu! "


Di ganggu?  Artinya kak Sheryl enggak curiga.  Bagus,  manfaatin aja.


"Kak Sheryl pergi dari Sini.  Aku gak apa - apa. Nanti Kak Sheryl juga kena. Mending kak Sheryl pulang"


"Apa? pulang?  Lo kira gue bakal biarin Anak SMA merah Putih lepas. Haha, Salah dia sendiri,  siapa suruh masuk ke kandang singa! Enggak peduli cewek atau cowok.  Yang namanya Anak SMA Merah Putih harus di beri pelajaran" sambar seorang cowok berseragam SMA harapan,  duduk songong di atas motor nya.


Sheryl mengangkat sebelah alisnya. Gadis mungil itu berpikir Dari bagaimana cowok itu bersikap dan pakaian nya,  serta motor nya yang paling bagus.  Fix,  dia itu ketua kelompok ini.


"Iyah,  Gue setuju sama lo.  Lo itu singa,  yah karna Singa itu Binatang kan? " cibir halus Sheryl.  Gadis mungil itu tak gentar sedikit pun.


"Hahaha!!  Lo ini lucu yah!  Udah ke kepung gini masih aja songong,  bahkan berani  bilang kita Binatang!! " sahut Cowok itu membalikkan badan nya.


Tampak Dua kancing baju nya terbuka, mata yang tajam,  alis yang tebal.  Rambut yang acak.  Fix,  dia Ganteng.


"Ralat yah,  gue gak ke kepung,  gue yang masuk ke sini. Dan satu lagi,  bukan gue yang bilang lo pada binatang.  Kan elo yang bilang lo singa! "


Cowok itu menyeringai mengerikan, yang bisa  buat orang begidik. Namun  senyuman tipis nya itu masih terlihat sangat menawan di wajah nya.


"lo mau apa ke sini?!" interogasi Cowok itu.


"Mau bawa Adik kelas Gue yang kalian tahan" sahut Sheryl santai.


"kalau kami nggak mau ngelepasin?!  Lo yang cewek ini bisa apa?! "


"Ahahah!!  Sumpah,  lo ini beneran aneh yah!  Berani tapi nggak berpikir ke depan. Kita bisa  Hajar lo berdua sebelum polisi datang"


"Oh? "


Hanya oh?  Nggak takut?  Cewek ini beneran spesial.  Menarik..


Batin cowok itu yang mulai tertarik akan sosok Sheryl.


"Okeh deh.  Berhubung gue lagi seneng hari ini.  Lo dan adik kelas lo ini gue lepasin,  dengan syarat gue minta nomor WA lo"


"Oh,  Gue nolak.. Lo gak layak punya nonor WA gue" ketus Sheryl.


"Oh,  Lo nggak tau siapa gue.  Gue ini--" ucapan nya terpotong.


"Gue gak tanyak lo siapa.  Dan gue gak ingin tau lo siapa.  Yang gue mau lo jangan pernah ganggu anak SMA Merah Putih lagi" peringat Sheryl yang mencoba terlihat menyeramkan,  padahal sangat menggemaskan.  Membuat cowok tersenyum kecil dan semakin tertarik padanya.


"Haha,  Gue Gilang Drapan.  Ketua OSIS SMA Harapan. Anak sulung Pemilik sekolah Harapan. Dan punya dendam mendalam sama SMA merah putih " ujar cowok itu mengulurkan tangan nya mencoba bersalaman dengan Sheryl.


Sheryl tersentak halus. Dia ingat kata Nathan bahwa Dendam ketua OSIS SMA Harapan yang adalah anak pemilik sekolah itu memiliki dendam Khsusus pada Rei.


"oh jadi elo Ketua OSIS nya?  Yang punya masalah sama Reihan Wijaya kan? " sahut Sheryl tak kalah songong nya.


Gilang mengernyitkan dahinya heran.  Menanti aksi gadis muda yang membuat nya penasaran ini.


"Gue Sheryl Wijaya,  Adik kandung Reihan Wijaya.  Jabatan Wakil Ketua OSIS SMA Merah putih.  Berhubung kita ketemu di sini.  Gue mau kasih tau ke elo.  Supaya jangan ganggu anak SMA Merah Putih lagi.  Kalo misalnya kakak gue ada salah,  gue sebagai adik nya minta maaf.  Sorry,  gue ngantuk mau tidur.  Ayok Dean kakak antar lo balik" ucap Sheryl menarik tangan Dean. Tentu tak ingin membuat Sheryl curiga, Dean mengikuti langkah gadis mungil itu.


"Gilang?!  Kok di lepas sih?!  Itu cewek anak SMA Merah Putih  loh!  Adek nya Rei lagi! " seru salah seorang dari mereka yang tak suka saat Sheryl kembali dalam keadaan sehat.


"tauk tuh lo!  Bukan nya elo dendam sama Rei! Kok ngelepas Adik nya gitu aja! " sahut Alfan,  ia juga memiliki dendam dengan anak sekolah Merah Putih.


"Gue punya cara baru buat balas dendam sama Rei. Dia bakal frustasi pastinya,  kalau adiknya jadi Pacar musuh bebuyutan nya.  Hahaha!! " ucap Gilang menyeringai puas.


***


Yang tadi minta up?


Ini buat kalian. Hehe