My Special Class

My Special Class
Episode 23 (Makan malam)



***


"kejutan malam!! Bunga mawar biru spesial untuk orang bergaun biru!" kejut Nathan malam itu, yang datang dari jendela kamar Sheryl.


Tentu saja Sheryl sangat terkejut. Hampir copot rasanya jantung nya saat, cowok tengil itu datang ke kamarnya. Nathan Duduk di sofa menikmati kopi nya Sheryl dengan santai. Geram sekali rasanya, saat menatap wajah tengil Nathan yang merasa tidak bersalah.


"Nat!! Lo ngapain ke sini?!"


"nemuin lo, ngasih bunga. Kan lo yang mau tadi sore"


"Gila lo yah!! Dengan cara nerobos rumah gue, masuk lewat jendela kamar!!"


"Ralat yank, gue lompat pager, manjat balkon jugak"


"serah deh, mending lo pergi sekarang. Ntar kalo ketahuan kakek, bisa ilang ntar restunya"


"akh.. Ntaran deh, gue masih mau liatin wajah calon mamah anak - anak gue"


plakkk!!! Timpukan buku dari Sheryl sukses membuat Nathan merem melek.


"kata kakek, hari ini bakal ada tamu spesial yang datang. Lo pergi sebelum ketahuan deh!!"


"Tapi gue masih mau di sini"


Tok!!tok!! Tokk!! Ketukan di pintu kamarnya itu telah mendatangkan kepanikan di raut wajah Sheryl.


"sayang, turun. Kata kakek kita mesti sambut tamu loh" terdengar suara hangat dan lembut milik Aryani dari balik pintu.


"iyah mah, Sheryl nyusul"


"makasih bunga nya, dan lo segera pergi deh" bisik Sheryl pelan, dan melenggang turun mengikuti mamah nya yang telah turun. Bukan Nathan namanya kalau membiarkan Sheryl pergi begitu saja. Satu kecupan di kening, sebelum Sheryl turun di hadiahkan Nathan dengan wajah cengengesan nya. Nathan tersenyum tipis, menatap punggung gadis nya itu.


"Sheryl, siap - siap. Tamu spesial kakek bakal datang" ujar Kakek yang sangat bersemangat.


"Ntah kenapa, Sheryl merasa De javu!" celutuk Gadis itu yang mengikuti kakek nya yang akan menyambut tamu di pintu utama.


"Selamat malam pak Hendra Arkasa. Terima kasih sudah datang di jamuan saya" sambut kakek pada pasutri Keluarga Arkasa itu. Tentu saja Nathan juga sudah ada di sana. Mata Sheryl melotot tak percaya, Nathan yang baru saja ada di atas bersamanya yang seperti maling datang dari jendela. Kini, sudah ada di hadapan nya sebagai tamu spesial.


"selamat malam pak Wijaya, apa kabar?" sapa herman lembut.


"haha baik - baik, ayo silahkan makan" ajak kakek ramah tamah.


***


"Hahaha!!! Ahahah!!! Wajah tertawa mengerikan dari Herman dan kakek . Mereka berdua tertawa hanya karna  saling pandang. Tentu saja membuat yang lain nya heran.


"kakek kenapa?! Papa herman juga kenapa?!!" tanya Sheryl yang sudah tidak tahan lagi akan keanehan ini.


"ayah Wijaya, ayah aja yang jelasin" pinta Herman masih dengan suara tertawa.


"jadi begini, sebenarnya Sheryl. Ayah kamu dan Herman adalah teman baik. Bukan teman lebih tepatnya Rival. Ayah kamu yang begitu dingin, dirubah oleh Herman ini. Yah jadi hubungan ini menjadi semakin erat. Bahkan sebelum ayah mu meninggal. Kami semua sudah merencanakan perjodohan untuk kalian berdua"


"tunggu, ayah dan papah herman adalah Rival?" pikir Sheryl masih dalam kebingngungan.


"duh gadis bodoh ini! " jitakan Rei yang lembut sudah mendarat di jidat mulus Sheryl.


"Yang dulu sewaktu kecil lo lari karna mau di jodohin sama gue. Lari ke taman, dan duduk sendirian, Ralat deh nggak sendirian kayaknya"  ujar Nathan menatap Sheryl penuh maksud.


"Nat, lo ngomong apa barusan?" tanya Sheryl yang kurang jelas mendengar, karna riuh ricuh gelak tawa dua keluarga besar itu, kakek yang sudah berumur dan herman yang lucu, membuat suasana semakin ramai.


"Gue bilang lo cantik"


"oh, kalau itu emang dari lahir" sambung Arumi, mamah Nathan.


***


"pagi kek, pagi ma, pagi calon keluarga khususnya kakak ipar gue" sapa Nathan yang baru masuk ke rumah Wijaya.


"pagi Nathan" balas mama Aryani dan yang lainnya.


"mama Aryani, calon mamahnya anak - anak aku dimana??"


"oh makin berani lo yah!" sekak Rei yang akan menyantap rotinya.


"udah sarapan, jangan ribut" lerai kakek.


"ma, mama liat Jam Shery gak?" tanya Sheryl menuruni tangga, bukan hal baru baginya saat dia melihat Nathan, hampir tiap hari Nathan menjemputnya dan ikut sarapan bersama.


"yah udah sarapan aja dulu, ntar jam nya mama yang cari, kasian Nathan udah nunggu dari tadi"


"iyah ma, jam blue black Sheryl yah"


***


"Nathan sering sering main ke sini yah" ujar kakek lembut. Restu kakek udah di ambang kemenangan.


"jadi kakek udah restuin Nathan sama Sheryl??" tanya Nathan masih agak ragu.


"oh itu?? Restu saya belum


kamu dapat" jelas kakek membuat semuanya terdiam.


"loh kenapa kek? Kakek udah liat kan Nathan orang nya gimana??!" tanya Sheryl masih tidak percaya dengan kakeknya.


"karna, yah karna belum saat nya. Kamu masih sekolah, Nathan juga masih sekolah. Coba deh kamu tanyak mama kamu, anak seusia kamu lebih bagus belajar" jelas kakek meninggalkan rumah. Tidak lupa dengan senyum mengejek yang kakek berikan pada Nathan.


"kakek..."


"Shy, maafin mama yah. Tapi pasti mama bakal bujuk Kakek, Rei jugak. Iyah kan Rei??"


"maaf ma, kali ini Rei gak bisa bantuin mama. Rei berangkat sekolah dulu yah. Dadah~" celutuk Rei meninggalkan mamanya.


"udah mama tenang aja, Nathan di sini. Selama Nathan di sini, dan restu mama di tangan. Semua aakan aman adem ayem. Mama santai aja. Usia 23 tahun Sheryl sama Nathan go to pelaminan" ujar Nathan menenangkan Aryani. Membuat Aryani tersenyum hangat. Habisnya calon menantunya ini benar benar spesial.


"memang calon menantu mama. Calon cucu mama pasti jadi orang sukses kalo Nathan yang didik"


"pasti ma. Aman dan terkendali, bebas dari ATHG"


"ATHG itu apa tuan muda" tanya bi Rani yang baru mengambil beberapa piring kotor.


" Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan" sambung Sheryl ikut membantu bi Rani.


" iyap bener tuh Ryl. ATHG dalam hubungan kita jugak ada. Ancaman \= si brengsek itu. Tantangan \= kakak Rei lo yang psikopat and protektif itu. Hambatan \= kakek yang gue kira dapat restu nya sulit, eh ternyata 3 kali pangkat 4 nya sulit. Satu lagi nih Ryl. Gangguan \= cowok Rencehan yang deketin lo, bikin gue risih!!" jelas Nathan yang emang hobinya ngomong panjang kurang panjang.


"apa sih Nat, gaje tau. Udah berangkat yuk" ajak Sheryl menarik tangan Nathan.


Mereka berdua bersama sama bersalaman dan menciun tangan Aryani hangat.


***


Ayooo support terus


Jangan lupa like, komen ,vote and follow biar makin semangat. Biar ceritanya up terus