
***
"Bentar, gue ambilin minum" Kata Sheyl, ia mengambil Gelas yang berisi air putih di nakas nya.
DORRRRR!!
Tembakan dari pintu itu. Sukses mendarat kan peluru di Dada Nathan.
"Nathannn!!! " Teriak Sheryl, ia menjatuh kan gelas Air itu. Memeluk Nathan dengan begitu erat.
"Haha, Murahan cara lo. Enggak berkelas tau gak!!" pekik Nathan, ia menatap Intens Farhan yang baru masuk.
"Berkelas atau tidak nya, saya tidak perduli. Hanya Bocah seperti mu, tau apa? Berani nya mengomntari saya" Sinis Ikhsan santai.
"Silahkan Duduk Tuan Muda" Silah Ken, ia memberikan sebuah bangku. Dengan santai dan gaya nya, Farhan duduk di sana. Menatap remeh Nathan.
"Rompi anti peluru? Menarik... Hehe" pekik halus Farhan lagi, ia menatap Nathan seakan akan Nathan adalah kecoa pengganggu.
"Lepasin kita! Kamu Gila!! Aku enggak suka sama kamu! Sampai kapan pun, yang aku Cinta cuma Nathan!! Sampai Dunia ini hancur juga cuma Nathan!! Nathan! Nathan! Dan hanya Nathan! Enggak pernah ada kamu atau yang lain nya!!!!" Teriak Sheryl, ia sudah sangat Frustasi saat ini. Apalagi di kejutkan dengan Tembakan di perut Nathan.
Nathan tertegun seketika, ia tau Sheryl begitu mencintai nya. Tapi Nathan sendiri tidak tau, bahwa Cinta Sheryl sebesar itu. Ah, bahkan tidak terukur besar nya.
"Ken, Tarik nona muda Sheryl. Bawa dia di samping ku, Kami akan menonton hal yang menarik" Titah Farhan. Farhan sudah kalut dalam emosi nya. Telinga nya sangat panas mendengar ucapan Sheryl barusan.
Ken mengatakan Siap, lalu beberapa orang berbadan tegap menarik Sheryl dari pelukan Nathan.
"Shyshy... Tenang aja, Gue bakal hidup kok, Kalo. Lo tanya kenapa? Jawaban nya simpel, Gue mau punya anak sama lo" Kata Nathan, mengulum wajah santai nya, ia menatap senyum pada Sheryl. Berharap Senyuman nya bisa menghilangkan ke khawatiran gadis mungil itu.
"Bernyali juga kamu. Patut saya Hargai, di depan Calon suami nya, kamu mampu mengatakan hal itu" Sahut Farhan santai, masih dengan gaya Bossy nya.
Sial!! Dari Gaya nya! Dia bukan orang sembarangan!!
Batin Nathan, sorot matanya untuk Farhan benar - benar tajam. Nathan kehilangan kesantaian nya.
"Suami? Masih mimpi? Saran Gue, lo sadar diri. Karna semua itu cuma ilusi" Sahut Nathan, ia masih mencoba Santai. Bagi Nathan, santai dalam setiap situasi adalah Harga diri.
"Mulut kamu itu, Saya sangat suka. Kalian Robek mulut nya!! " titah Farhan. Tampak beberapa orang berbadan tinggi tegap, mengelilingi Nathan.
"Enggak!! Enggak boleh!! Kalian enggak boleh sakitin Nathan!! Aku enggak izinin!! " Teriak Sheryl. Gadis mungil itu bergetar hebat, bagaimana tidak. Saat Cowok yang ia cintai di kelilingi Pria berbadan besar, yang siap menghajarnya.
Namun Farhan masih diam tak bergeming. Ia sama sekali tidak merespon ucapan Sheryl.
"Kalo kamu enggak lepasin Nathan! Aku bakal lukain tangan aku!! " Ancam Sheryl lagi, berharap Farhan luluh pada nya.
"Ken! ikat Nona muda Di Kursi nya" Titah Farhan yang sifat nya mutlak.
"Shyshy!!! " Teriak Nathan mencoba berlari ke arah Sheryl.
Bukhhhh
Belum sempat Nathan melangkah, sudah ada tendangan dari belakang nya.
"Lawan mu di sini. Jadilah pahlawan, kalahkan kami. Maka kau bisa mengambil Gadis mu!! " pekik Pria itu Sinis. Lagi. Belum sempurna Nathan berdiri, sudah ada sebatang besi yang mereka pukul kan ke kepala Nathan. Membuat kepala Cowok tengil itu mengucurkan Darah.
"Nathannn!!!! " Teriak Sheryl, kini wajah nya sudah banjir dengan air mata.
"Ken tutup mulut Nona. Aku masih ingin menikmati pertunjukan ini" titah Farhan. Ken Mengangguk patuh. Menutup mulut Sheryl dengan Lakban hitam yang besar. Membuat gadis mungil itu hanya bisa mengerang tanpa kalimat yang jelas.
"Lanjut kan. Aku masih belum puas " Titah Farhan lagi, ia menyeringai puas atas keadaan Nathan kali ini.
Meski sudah mengucurkan banyak Darah, Nathan kembali menendang mereka, mengambil pistol nya dan menembakan peluluru nya ke arah beberapa dari mereka.
Plakkkk
Pistol itu terjatuh, Nathan sekarang terpojok. Ada seseorang yang siap menyikutnya dari belakang. Dengan sigap Nathan berbalik mengambil pisau nya dan menusuk kan nya ke tangan Pria itu. Membuat Pria berbadan kekar iru berteriak kesakitan.
Bukhhhhh
Naas nya, Nathan yang hanya sendiri melawan setidak nya 8 hingga 9 orang pegulat itu, ia tak kan mungkin menang. Leher Nathan di pukul dengan balok kayu, mengakibatkan cowok tengil itu terjatuh. Diikuti dengan pijakan - pijakan pada Tubuh Nathan.
Sheryl hanya bisa berdoa, ia merasa hati nya sangat sakit, tatkala melihat cowok tercinta nya di ambang kematian.
Nathan bangkit berdiri, dan..
Bukhhh!!
Sebuah Bogeman datang dari depan nya, mengenai mata kanan nya. Membuat Pandangan Nathan kabur, tidak jelas.
Bukhhhh
Lagi, sebuah Tunjangan mengenai bibir dan hidung nya. Membuat kedua organ ini mengucurkan darah merag Segar.
Sheryl semakin bergetar, air matanya semakin deras. Rasa hati nya semakin sakit, kebencian nya semakin besar pada pria yang duduk di sebelah nya ini, dengan wajah senyuman semringah. Ia merasa sangat puas akan kesakitan Nathan.
Bukhhhh
Tunjangan dan Pukulan mereka beberapa kali, sukses mejatuh kan Nathan dengan kedua mata nya yang membiru, wajah nya yang lebam. Kepala nya Bocor, mengucurkan banyak darah. Bibir dengan darah kering nya, dan Hidung nya yang masih setia mengalirkan darah nya.
***